Menu Click to open Menus
Home » GELIAT DESA » Warga Selandoro Resah, Tercemar Bau Limbah IPAL Proyek Propinsi

Warga Selandoro Resah, Tercemar Bau Limbah IPAL Proyek Propinsi

(305 Views) March 12, 2018 5:06 pm | Published by | No comment

Limbah IPAL yang mengalir di sepanjang ja;an umum mengeluarkan bau anyir yang menyengat, meresahkan warga Selandoro. (foto: Ani Lamak)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Beginilah kalau kerja asal jadi. Kehadiran prasarana IPAL di Kelurahan Selandoro menimbulkan keresahan warga. Pasalnya, bau anyir limbah IPAL yang muntah ke ruas jalan bikin warga Selandoro gerah. Mereka melancarkan protes sejak November 2017 silam. Sayangnya, sampai kini, masalah abu anyir dari proyek yang dibiayai Dinas PU Propinsi NTT itu tak kunjung tuntas diselesaikan.

Minggu, 11 Maret 2018, warga RT 16, 17 dan 18 RW 08, Kelurahan Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, kembali mengeluhkan masalah ini. Mereka menghubungi Camat Nubatukan, Stanislaus Langoday, untuk memfasilitasi pertemuan antara warga pengguna IPAL dengan warga terkena dampak. Pertemuan baru bisa dilakukan pada hari Senin (12/3/2018). Sayangnya, Lurah Selandoro sama sekali tak menunjukkan batang hidungnya hingga pertemuan bubar.

Seorang warga Selandoro, Yogi Making, pada akun facebooknya, menuliskan, “Saya rasa aneh… masalah bau yang menyengat dan selalu dikeluhkan warga seputaran IPAL yang belokasi disamping aula Kelurahan Selandoro itu, sulit sekali diatasi. Nah… saat warga berinisitif untuk mengajak pemerintahnya diskusi untuk dicarikan jalan keluar, LURAH SELANDORO malah membatalkan pertemuan sepihak, lalu menghindar dan menonaktifkan HPnya.”

Syukurnya, sambung dia, Camat Nubatukan respond dan bersedia hadir bersama rakyat untuk diskusi. “Dan karena LURAH tidak bisa dihubungi (terkesan lari sembunyi) pertemuan warga RT 16, 17 dan 18 RW 08, Wangatoa Kelurahan Selandoro itu berlansung di teras, mulanya tanpa kursi, tetapi warga akhirnya berinisiatif untuk mengambil kursi dari rumah sendiri,” paparnya.

Lurah Selandoro tak nongol, warga bertemu Camat Nubatukan di teras aula kelurahan Selandoro. (foto: Kebesa Elday)

Soal diskusi dengan camat ini, sebenarnya hasil kesepakatan dengan camat ketika meninjau langsung kondisi IPAL. “Diawal diskusi, sore tadi, pak Camat Nubatukan menjelaskan jika pagi tadi dalam apel sudah diarahkan agar LURAH SELANDORO menyiapkan warga untuk terlibat dalam diskusi yang rencananya akan berlangsung pukul 16.00 Wita di aula kelurahan. Namun, setelah apel Lurah bertemu camat dan membatalkan pertemuan, karena kata lurah dirinya sudah bersepakat dengan warga untuk dibangun sumur resapan,” beber Yogi Making.

Dia merasa heran, karena merasa tidak pernah ditemui Lurah. “Mama ee… entah, warga yang mana yang ditemui LURAH itu, tetapi kami yang penerima dampak dan tiap hari mengeluh dengan BAUNYA IPAL itu tidak tahu, dan entah apa yang ada dalam pikiran LURAH tentang SUMUR RESAPAN itu, sehingga dalam rencana sumur resapan itu mau dibangun di badan jalan. Om LURAH SELANDORO e… ko baik2 saja ka? Ko kira sumur resapan itu bisa tampung air dari 37 rumah pengguna IPAL itu ka?” tulis Yoging Making, kesal.

Namun, dia tak mau ambil pusing dengan sikap Lurah Selandoro. “Hari ini kami sudah cukup puas karena pertemuan tadi dihadiri oleh Bapak CAMAT NUBATUKAN, terimakasih Pak Camat e… Nanti bapa Camat Kebesa Elday tolong LAPOR KE LURAH bahwa kita sudah pertemuan di luar aula, tanpa difasilitasi oleh pihak kelurahan bahkan sempat diskusi pake berdiri untuk beberapa saat. Tetapi walau tanpa LURAH kita sudah menemukan solusi,” tulisnya dengan kesal.

Ada juga warga lainnya yang kesal dengan ocehan para pengguna IPAL. “Ibu-ibu mama-mama ema-ema yang kamu pengguna tu kamu tahu apa? Kamu enak saja e bilang TIDAK BAU INI LE ? Kamu disitu satu detik ya kamu tidak cium apa-apa to? Atau kamu punya hidung bulat mungkin! Terus kamu pikir selama ini kami mengada-adakah soal BAU KAMU PUNYA TAI KENCING NI! Enak saja omong bilang tidak bau! Kamu datang duduk makan tidur diatas kamu punya barang itu supaya cium bau kah!” ungkap Itha pada akun facebooknya.

Pantauan aksiterkini.com di sekitar lokasi IPAL, memang tercium bau anyir yang menyengat. Warga yang memiliki anak balita sampai mengalami perut kembung gara-gara bau yang menyengat itu. Sehingga mereka terus meminta perhatian pemerintah atas segera dicarikan solusinya.

Dan, dalam pertemuan dengan camat Nubatukan, disepakati beberapa hal sebagai berikut: pertama, KSM Pengelola IPAL segera beli mesin pompa air untuk sedot air lalu buang ke tempat yang disediakan, biar bau air tidak mengalir ke jalan dan menggenang di got. Kedua, hari ini, Selasa (13/3/2018), Seksi Trantib Kecamatan Nubatukan bersama ketua KSM bertemu orang teknis di OPD Perumahan Rakyat, memantau kondisi lapangan untuk dicarikan solusi mengatasi masalahnya dengan segera. Ketiga, warga bukan pengguna tidak boleh lagi menjadi sasaran bau anyir  IPAL.

Camat Nubatukan, Stanislaus Kebesa menjelaskan bahwa bangunan IPAL tersebut merupakan proyek propinsi yang dibangun pada tahun anggaran 2016 silam. Dia sendiri tidak tahu bagaimana kisahnya sampai lokasi IPAL berada dalam areal pemukiman warga yang cukup padat penduduk tersebut. (fre)

No comment for Warga Selandoro Resah, Tercemar Bau Limbah IPAL Proyek Propinsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.