Menu Click to open Menus
Home » DESTINASI » Warga Gagalkan Pemancangan Tiang Kolam dan Jety Apung di Pulau Pasir Awololong

Warga Gagalkan Pemancangan Tiang Kolam dan Jety Apung di Pulau Pasir Awololong

(1227 Views) January 24, 2019 7:30 am | Published by | 1 Comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Warga Lewoleba akhirnya berbuat nekad. Mereka sukses menghentikan aktivitas pemancangan tiang untuk kolam dan jety apung di kawasan Pulau Pasir Awololong, Kamis (24/1/2019). Ratusan warga dengan motor boad mendatangi Pulau Pasir Awololong dan menggelandang alat penumbuk tiang pancang kembali ke darat.

Aksi nekad ratusan warga Lewoleba itu dilatari kecemasan akan adanya bencana hebat jika pembangunan kolam dan jety Apung di Pulau Pasir Awololong dilaksanakan. Pasalnya, sejak merebak rencana pembangunan kolam dan jety apung di Awololong, muncul tanda-tanda alam yang agak aneh dan tidak biasa terjadi. Seperti lolongan anjing pada tengah malam hingga dini hari di beberapa pojok Kota Lewoleba.

Tak cuma itu. Beberapa warga malah khawatir ketika nelayan mendapatkan seekor ikan kerapu dalam ukuran sangat besar. Hal ini dinilai sebagai pratanda yang tidak bagus. Sehingga warga nelayan Lewoleba sangat mendukung sikap sejumlah aktivis untuk membatalkan pelaksanaan pembangunan kolam dan jety apung di Awololong.

Dua kali aksi unjukrasa digelar. Yang pertama, dilakukan ke kantor bupati Lembata oleh FP2L. Namun tekanan kelompok ini dinilai kurang “menggigit”. Maka muncul lagi aksi dengan agenda yang sama oleh komunitas warga yang menamakan dirinya Aliansi Rakyat Lembata Menggugat (ASTAGA). Unjuk rasa kedua ini langsung menyambangi DPRD Lembata. Sayangnya, anggota Dewan yang hadir tak sampai separoh. Mereka meminta agar Dewan dan Pemkab Lembata membicarakan lagi Perda APBD II Lembata Tahun Anggaran 2019, dan membatalkan proyek pengembangan destinasi Awololong.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, proyek senilai Rp 7 Miliar ini sudah dilelang sejak tahun 2018 silam. Pemenang tender sudah siap melaksanakan pekerjaannya. Bahkan, material kolam dan jety apung sudah didatangkan dari Jawa ke Lewoleba.

Tak pelak lagi, begitu kontraktor pelaksana hendak melakukan pemancangan tiang, warga beramai-ramai dengan boad melancarkan aksi unjukrasa. Aparat keamanan dari Polres Lembata dan Satpol PP tak kuasa membendung aksi massa. “Alat penumbuk tiang sudah kami pulangkan kembali ke darat,” tulis seorang warga melalui akun facebooknya.

Tak cuma itu. Para pekerja proyek juga dipaksa pulang dan meninggalkan Pulau Siput Awololong. Warga juga memajang poster antara lain bertuliskan: “Masyarakat Lembata menolak pembangunan jety kolam renang apung dan pasar kuliner. Save Awololong”.

Kapolres Lembata AKBP Janes Simamora dan Kasat Pol PP Petrus Kanisius Making tampak di lokasi unjukrasa. Namun keduanya mengambil sikap tenang dan tidak memerintah “anak buah” untuk melakukan perlawanan terhadap pengunjukrasa.

Kasat Pol PP, Kanis Making menyatakan unjukrasa di tengah laut itu merupakan bagian dari dinamika pembangunan.

Pengunjukrasa sendiri bertekad untuk terus menjaga Pulau Pasir Awololong. “Ingat jangan sekali kali buat malapetaka di tanah Lembata,” tulis CheSar RimBa di akun facebooknya.

Kepada aksiterkini.com, warga pengunjukrasa mengaku mendapat dukungan penuh dari nelayan Lewoleba. Boad yang ditumpangi ke pulau pasir Awololong, sama sekali tak dipungut biaya. Mereka berharap pemerintah dan DPRD Lembata dapat membicarakan kembali rencana pembangunan di Awololong.(fre)

1 Comment for Warga Gagalkan Pemancangan Tiang Kolam dan Jety Apung di Pulau Pasir Awololong

  • Konstantinus peuhulu says:

    Adat dan tradisi suatu daerah patut qt hormati. Tetapi pembangunan yg mampu mendongkrak kehidupan yg lebih sejahtera jg penting.
    Oleh karena itu, cobalah duduk bersama dan memikirkan secara sama2. Toh itu semua kan demi kepentingan bersama. Mungkin saja ada solusi yg lebih baik.

    Salam pembangunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.