Menu Click to open Menus
Home » GELIAT DESA » Wabup Lembata : Data Harus Jujur Karena Dibutuhkan Dalam Proses Perencanaan Pembangunan

Wabup Lembata : Data Harus Jujur Karena Dibutuhkan Dalam Proses Perencanaan Pembangunan

(186 Views) July 12, 2018 4:40 pm | Published by | No comment

Wabup Thomas Ola

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Dalam rangka penyusunan Buku Lembata Dalam Angka Tahun 2018,  Badan Pusat Statistik (BPD) Kabupaten Lembata bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lembata melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Daerah Dalam Angka Tahun 2018.

FGD yang dibuka oleh Wakil Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola, SE, M.Si ini diikuti oleh seluruh  Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Lingkup Pemkab Lembata, instansi vertikal pusat dan provinsi, BUMN/BUMD,  dan pihak bank.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Hotel Olimpiq Lewoleba, Kamis (5/7/2018) ini dipandu moderator, Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lembata, Fredryk Tokan, M.Si.

Wabup Lembata mengapresiasi kegiatan FGD tersebut, dan berharap agar adanya FGD semakin meningkatkan kualitas data dalam penyusunan Lembata Dalam Angka Tahun 2018 dan buku statistik lainnya.

Menurut Wabup Thomas Ola, salah satu hal yang terpenting dalam sebuah proses pembangun daerah adalah data. “Data sangat dibutuhkan dalam sebuah proses pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan.”

Dikatakan bahwa kejujuran dalam sebuah proses menghasilkan data adalah satu hal yang perlu diperhatikan. “Karena dari data akan menghasilkan informasi yang berkualitas dan bermanfaat bagi pengambil kebijakan dalam pembangunan daerah Kabupaten Lembata.”

Tampil sebagai narasumber, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Lembata Ir. Paulus Puru Bebe, menjelaskan bahwa tema “Penguatan Penyelenggaraan Statistik Sektoral” semata-mata memberikan inspirasi dan motivasi kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Data sektoral SKPD, kata dia, adalah data yang menjadi dasar penyusunan Lembata Dalam Angka Tahun 2018.

Selain itu, tambahnya, hadirnya FGD sebagai sebuah sarana untuk menyamakan persepsi antara pihak pemberi data (SKPD) dan pengolah data (BPS). Sehingga menghasilkan data yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dijelaskan bahwa adanya cross check data dari pihak BPS kepada SKPD dalam FGD ini, semata-mata untuk memperbaiki, mengoreksi atau menggali informasi data. Sehingga data tersebut dapat diterima kebenarannya.

Terkait  dengan adanya perubahan data atau perbaikan data, pihak BPS kepada pihak SKPD diberikan waktu selama 7 (tujuh) hari terhitung mulai dari kegiatan FGD ini.

Dalam catatan forum diskusi, ada beberapa dinas yang perlu melakukan klarifikasi atau perbaikan. Yakni, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga, Dinas Pertanian dan Penyuluhan, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Pekerjaaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan.

Peserta forum berharap agar partisipasi SKPD dan stakeholder lainnya dalam menghadirkan data semakin berkualitas, jujur dan bertanggungjawab. (Freddy Tokan/Kominfo Lembata)

No comment for Wabup Lembata : Data Harus Jujur Karena Dibutuhkan Dalam Proses Perencanaan Pembangunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.