Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Wabup Langoday : Lembata “Two Point Zero” Dimulai dengan Reorganisasi, Restrukturisasi dan Redesain

Wabup Langoday : Lembata “Two Point Zero” Dimulai dengan Reorganisasi, Restrukturisasi dan Redesain

(845 Views) May 29, 2017 7:47 am | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Wakil Bupati Lembata Dr. Thomas Ola Langoday,SE,M.Si menegaskan bahwa visi dan misinya bersama Bupati Eliaser Yentji Sunur dapat terwujud jika dimulai dengan langkah pertama yang tepat. Langkah pertama dan utama yang harus dilakukan adalah reorganisasi, restrukturisasi dan redesain.

“Kita semua harus satu langkah kedepan untuk mencapai visi Bupati dan Wakil Bupati Lembata yang menjadi visi misi daerah ini yakni Lembata yang berproduktif dan berdaya saing untuk kesejahteraan rakyat berkelanjutan. Visi besar ini bisa kita lakukan melalui cincin-cincin ekonomi kita yang akan terintegrasi menjadi rantai ekonomi dengan hashtag Lembata Two point Zero yang merupakan kelanjutan dari Lembata One Point Zero. Enam tahun silam Lembata dalam posisi sakit berat. Lembata One Point Zero telah membantu kita memulihkan dan menyembuhkan yang sakit. Hari ini kita berada pada Lembata Two Point Zero, suatu model dan strategi kebijakan program peningkatan daya tahan ekonomi melalui transformasi pembangunan rantai ekonomi dengan cincin-cincin ekonominya,” ungkap Wabup Thomas Ola saat memimpn apel perdana bersama ASN se-Kabupaten Lembata, Senin (29/05/17) di halaman kantor Bupati Lembata, seperti dikutip staf humas Lembata, Ferry Paji Dasilva di blognya.

Untuk reorganisasi, jelas Thomas Ola, harus dimulai dengan proses pembentukan nilai-nilai baru, kelembagaan baru agar terbentuk keserasian dalam tubuh organisasi supaya seirama membangun Lembata diatas aturan-aturan yang benar. Berbagai merger, pemisahan OPD yang sudah dilakukan, menurut dia, perlu direorganisasi. “Perlu kita letakan kembali pada nilai-nilai yang benar yang serasi dengan kebutuhan kita dan regulasi pusat,” tandasnya.

Untuk  restrukturisasi, menurut Thomas, adalah  konsekuensi dari reorganisasi untuk menata tugas dan orang-orang. “Apalah artinya sebuah organsiasi yang baik tapi strukturnya tidak jelas. Penempatan orang-orangnya tidak sesuai dengan kompetensinya. Inilah yang harus kita laksanakan sejak hari ini,” kata dosen Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang ini.

Sementara untuk redesain, papar dia, dilakukan mendesain ulang organisasi dalam rangka menjamin keberlanjutan. “Hal ini penting agar kita tidak boleh membentuk organisasi yang sifatnya sementara dan bubar kembali. Kita harus menciptakannya dalam jangka waktu yang panjang untuk mencapai visi dan misi bersama,” tandasnya.

Agar dapat dengan cepat melaksanakan perwujudan tiga hal diatas maka dirinya akan meminta petunjuk Bupati Sunur agar melarang perjalanan dinas luar daerah pejabat eselon II dalam beberapa minggu kedepan. “Jika mendesak maka perjalanan dinas itu didelegasikan kepada eselon III dan IV. Hal ini penting karena Lembata Two Point Zero tidak bermakna apa-apa kalau organisasi kita tidak jelas,” kata Thomas.

Diakhir sambutannya, mantan skuad tim sepakbola PSKK, ini mengajak seluruh ASN agar bersatu hati untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Lembata yang berkelanjutan. “Peran ASN semakin berat sesuai tuntutan masyarakat. Berbagai regulasi terus berubah untuk itu perlu dilakukan pembenahan diri, reformasi ASN agar pelaksanaan tugas seberat apapun dapat dilaksanakan dengan tepat dan efisien. Semua dokumen sesuai kesepakatan kita dalam rapat kerja tidak bisa tidak harus saya dapatkan hari ini. Kalau kita mau maju seribu langkah, kita harus memulai dari langkah pertama hari ini,” ajak Thomas mengakhiri sambutannya. (at01/Humas Setda Lembata)

No comment for Wabup Langoday : Lembata “Two Point Zero” Dimulai dengan Reorganisasi, Restrukturisasi dan Redesain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *