Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Upaya Meningkatkan Hasil  Belajar Siswa Tentang Organisasi Melalui Penggunaan Metode Diskusi Di Kelas V SD Inpres Riangkemie Kecamatan Ile Mandiri Kabupaten Flores Timur

Upaya Meningkatkan Hasil  Belajar Siswa Tentang Organisasi Melalui Penggunaan Metode Diskusi Di Kelas V SD Inpres Riangkemie Kecamatan Ile Mandiri Kabupaten Flores Timur

(143 Views) March 5, 2018 4:47 am | Published by | No comment

Oleh: Sesilia Sega Ruron, S.Pd

Pendahuluan

Dalam proses pembelajaran terjadi interaksi antar pendidik dan siswa. Siswa adalah seseorang atau sekelompok orang sebagai pencari, penerima pelajaran yang dibutuhkannya. Sedangkan pendidik adalah seseorang yang berprofesi sebagai pengola kegiatan belajar mengajar dan seperangkat peranan lainnya yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif. Kegiatan belajar mengajar melibatkan beberapa komponen yaitu siswa, guru, lingkungan, sarana dan prasarana, orang tua dan lain-lain.

Kenyataan di lapangan masih dijumpai guru yang belum memanfaatkan kemampuan secara maksimal. Misalnya, guru Pendidikan Kewarganegaraan saat ini mengajar kurang bervariasi, latihan yang diberikan kepada siswa kurang bermakna serta koreksi dari guru jarang diterapkan. Keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar hendaknya dapat tercermin dari sikap dan kemampuan siswa dalam menguasai bahan ajar yang telah disampaikan guru. Peranan dunia pendidikan dalam mempersiapkan siswa agar optimal dalam kehidupan bermasyarakat, maka proses dan model pembelajaran perlu  terus diperbaharui. Berdasarkan pengalaman mengajar mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas V SD Inpres Riangkemie tentang organisasi belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Jumlah siswa kelas V SD Inpres Riangkemie ada 23 siswa. Siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 9 orang. Prosentase ketuntasan secara klasikal adalah 39,13%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran ada 14 orang. Prosentase ketidaktuntasan adalah 60,87%.

Hasil tersebut dipengaruhi oleh minimnya pengetahuan guru tentang kurangnya kreatifitas guru dalam pembelajaran dan lebih banyak mengunakan metode ceramah sehingga siswa hanya menjadi pendengar setia dalam kegiatan pembelajaran. Melihat masalah tersebut diatas perlu diadakan perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu upaya yang dilakukan pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi organisasi adalah menggunakan metode diskusi. Metode diskusi diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Riangkemie.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti melakukan penelitian dengan judul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Organisasi Melalui Penggunaan Metode Diskusi Di Kelas V SD Inpres Riangkemie Kecamatan Ile Mandiri Kabupaten Flores Timur.”

Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Riangkemie tentang organisasi melalui penggunaan metode diskusi?”. Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah untuk peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Riangkemie pada mata pelajaran Pendidikan Kewargaanegaraan tentang organisasi melalui penggunaan metode diskusi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi (a) Bagi Siswa; Dengan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Riangkemie melalui penggunaan metode diskusi, (b) Bagi guru; Meningkatkan aktivitas belajar untuk dapat menguasai dan memahami materi pelajaran melalui penguasaan konsep-konsep pokok pembelajaran terutama tentang organisasi dengan menggunakan metode mengajar. Sebagai acuan untuk meningkatkan profesionalitas guru dan merangsang siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang penuh semangat, aktif dan inovatif, (c) Bagi peneliti; Sebagai sarana untuk menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti dalam penerapan ilmu yang diperoleh dari bangku perkuliahan dengan realita yang terjadi di masyarakat dan dapat dijadikan sebagai referensi bagi peneliti yang lain untuk melakukan penelitian selanjutnya.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dianalisis secara deskriptif kualitatif yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester dua, tahun ajaran 2015/2016 tepatnya pada bulan Mei 2016. Tempat penelitian pada SD Inpres Riangkemie – Kecamatan Ile Mandiri –  Kabupaten Flores Timur.

Subyek penelitian adalah  siswa kelas V  SD Inpres Riangkemie yang berjumlah 23 orang siswa yang terdiri dari  15 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan dengan kemampuan yang berbeda. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan dalam empat tahapan yang diuraikan sebagai berikut : Siklus I terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.(a) Perencanaan; Kegiatan yang dilaksanakan adalah : melakukan konsultasi dengan pembimbing untuk merencanakan pembelajaran  siklus I. Guru menyiapkan rencana pembelajaran siklus I. Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa  (LKS). Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi. Guru melakukan konsultasi dengan pembimbing tentang RPP.(b ) Pelaksanaan; Setelah melakukan konsultasi dengan pembimbing, guru peneliti melaksanakan pembelajaran sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dengan langkah-langkah sbb: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran.Guru membagikan LKS. Guru menjelaskan materi pembelajaran. Siswa dibagi dalam empat kelompok. Siswa diberi tugas mengerjakan tugas yang diberi guru dalam LKS. Guru memberi penguatan tentang materi yang telah dipelajari. Guru merangkum materi pembelajaran. Melaksanakan pos tes.(c) Observasi Kegiatan yang dilakukan dalam obsevasi adalah : Guru peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa. Pembimbing melakukan pengamatan terhadap guru peneliti selama proses pembelajaran dengan menggunakan format yang tersedia. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.

(d) Refleksi; Kegiatan yang dilakukan dengan adalah : Peneliti melihat hasil yang diperoleh dari pembimbing maka pembimbing dan guru peneliti melakukan diskusi membahas kekurangan dan melakukan perbaikan untuk pembelajaran pada siklus II. Guru merancang perbaikan pembelajaran untuk menyempurnakan tindakan pada siklus II. Siklus II; Pelaksanaan  rencana tindakan kedua merujuk pada data siklus I dan sesuai dengan hasil refleksi dengan strategi sebagai berikut : (a) Perencanaan; Kegiatan yang dilaksanakan adalah : Melihat kekurangan yang muncul pada siklus I dan menentukan solusinya. Guru menyiapkan rencana perbaikan pembelajaran. Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS. Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi. Membagi siswa dalam delapan kelompok. Guru peneliti meminta bantuan  pembimbing melakukan pengamatan proses pembelajaran. (b) Pelaksanaan; Kegiatan yang dilaksanakan pada siklus II adalah sebagai berikut : Guru menyampaikan tujuan pembelajaran. Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran. Guru menjelaskan materi pembelajaran. Guru membagikan lembaran LKS. Guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi. Siswa mengerjakan soal yang diberi guru dalam LKS. Guru membimbing siswa dalam mengerjakan soal. Guru merangkum materi pembelajaran. Guru melaksanakan pos tes.(c) Observasi; Kegiatan yang dilaksanakan dalam observasi adalah : Guru pengamat melakukan pengamatan terhadap siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Guru pengamat melakukan pengamatan terhadap guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa. (d) Refleksi; Bersama pembimbing berdiskusi tentang hasil yang diperoleh pada siklus II. Tekinik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah menggunakan metode tes dan metode observasi. Teknik Analisa Data. Untuk mengetahui hasil dari rata-rata kelas dan ketuntasan nilai secara klasikal dapat diketahui  dengan rumus dibawah ini.

Nilai rata-rata kelas diperoleh dari : 

Keterangan:

M = Rata-rata kelas

 

 

N   = Jumlah siswa

Nilai ketuntasan dapat diperoleh dari :  

Keterangan :

P    = Prosentasi ketuntasan belajar

 

N   =  Jumlah siswa (Arikunto, 2002)

Indikator Keberhasilan; Data hasil tes belajar dianalisis dengan menggunakan acuan tingkat pemahaman atau penguasaan siswa. Tingkat pemahaman siswa ditentukan dengan menggunakan kriteria penilaian sebagai berikut:

  • 80 – 100  = Amat baik (A)
  • 70 – 79 = Baik (B)
  • 60 –   69 =  Cukup (C)
  • 50  – 59 = Kurang (C)

Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar apabila telah memiliki daya serap 60 % ke atas. Sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila paling sedikit 85 % siswa di kelas tersebut telah tuntas belajar.

Pembahasan

Pelaksanaan kegiatan  siklus I meliputi, kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan awal yang dilaksanakan adalah siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama, apersepsi dan kepercayaan masing-masing, untuk mengawali pelajaran. Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran. Guru bertanya pada siswa tentang organisasi yang ada di sekolah.

Kegiatan Inti mencakup, eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Tiap kegiatan diuraikan sebagai berikut. Dalam kegiatan eksplorasi siswa mencoba membuat definisi kata “organisasi”. Kegiatan elaborasi, guru memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis; Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut; Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif; Memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar; Memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; Memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok; Guru menyebutkan nama jenis-jenis organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat lalu mengundi nama jenis-jenis organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat. Siswa mencatat tujuan organisasi tersebut secara tertulis. Siswa mencatat siapa yang menjadi anggota dalam organisasi tersebut. Dalam kegiatan konfirmasi, guru: bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan.

Dalam kegiatan penutup siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari selama pertemuan itu untuk mengetahui pencapaian indikator pencapaian kompetensi dan kompetensi dasar.  Siswa dan guru membuat kesimpulan dari materi yang telah dipelajari. Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengakhiri pelajaran. Melaksanakan pos tes.

Dalam pembelajaran siklus I  jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 8 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 34,78%, siswa yang kurang aktif ada 12 orang dengan prosentase sebesar 52,17% dan siswa yang tidak aktif ada 3 orang dengan prosentase sebesar 13,04%. Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 15,39, dengan rata-rata skor adalah 3,85. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 161, rata-rata kelas  7,00. Prosentase ketuntasan secara klasikal 56,62%.

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil yang diperoleh dari refleksi adalah guru belum menyediakan media pembelajaran sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran. Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan media pembelajaran siswa kurang aktif dalam pembalajaran. Hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Pada pertemuan siklus II, pelaksanaan kegiatan  meliputi, kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan awal yang dilaksanakan adalah siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama, apersepsi dan kepercayaan masing-masing, untuk mengawali pelajaran. Memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran. Guru bertanya pada siswa tentang organisasi yang ada di sekolah.

Kegiatan inti mencakup, eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Tiap kegiatan diuraikan sebagai berikut. Dalam kegiatan eksplorasi siswa dibagi dalam enam kelompok dan dalam kelompok siswa mencoba membuat definisi kata “organisasi”. Kegiatan elaborasi, guru memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis; Memberi kesempatan siswa dalam kelompok untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut; Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif; Memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar; Memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; Memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok; Guru menyebutkan nama jenis-jenis organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat lalu mengundi nama jenis-jenis organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat. Siswa mencatat tujuan organisasi tersebut secara tertulis. Siswa mencatat siapa yang menjadi anggota dalam organisasi tersebut. Dalam kegiatan konfirmasi, guru: bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan.

Dalam kegiatan penutup siswa dan guru bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari selama pertemuan itu untuk mengetahui pencapaian Indikator Pencapaian Kompetensi dan Kompetensi Dasar.  Siswa dan guru membuat kesimpulan dari materi yang telah dipelajari. Siswa dan guru berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing untuk mengakhiri pelajaran.

Guru melaksanakan pos tes. Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa siswa yang kurang aktif ada 1 orang dengan prosentase 4,35%, sedangkan siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 22 orang dengan prosentase 95,65%.  Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II. Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa ada 22 siswa tuntas dalam pembelajaran dengan prosentase 95,65%. Jumlah nilai siklus II adalah 196 dengan rata-rata kelas 8,52.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan maka disimpulkan bahwa penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Riangkemie.

Saran

Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan beberapa saran bagi : (a) Bagi Guru; Sebaiknya guru menggunakan metode diskusi dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang organisasi. Meningkatkan aktivitas belajar untuk dapat menguasai dan memahami materi pelajaran melalui penguasaan konsep-konsep pokok pembelajaran terutama organisasi dengan menggunakan metode mengajar.

Sebagai acuan untuk meningkatkan profesionalitas guru dan merangsang siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang penuh semangat, aktif dan inovatif (b) Bagi Siswa; Penggunaan metode diskusi pembelajaran sangat membantu siswa dalam melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. (c) Bagi Sekolah; Merekomodasikan bahwa alat peraga papan kelipatan sebagai media yang mampu mengoptimalkan pembelajaran di sekolah dasar pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tentang organisasi. (d) Bagi peneliti; Sebagai sarana untuk menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman bagi peneliti dalam penerapan ilmu yang diperoleh dari bangku perkuliahan dengan realita yang terjadi di masyarakat dan dapat dijadikan sebagai referensi bagi peneliti yang lain untuk melakukan penelitian selanjutnya. (*)

No comment for Upaya Meningkatkan Hasil  Belajar Siswa Tentang Organisasi Melalui Penggunaan Metode Diskusi Di Kelas V SD Inpres Riangkemie Kecamatan Ile Mandiri Kabupaten Flores Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.