Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Umat Lingkungan St Fransiskus Gelar Jalan Salib Tematis

Umat Lingkungan St Fransiskus Gelar Jalan Salib Tematis

(82 Views) April 6, 2019 11:04 pm | Published by | No comment

Matahari mulai turun. Senja, begitu orang menyebutnya. Satu per satu orang berdatangan di pelataran Kantor Camat Nubatukan, Lewoleba. Mereka duduk dalam beberapa kelompok. Anak-anak Sekami membentuk kelompok sendiri. Duduk lebih dekat di meja lilin. Di hadapan mereka, ada layar proyektor yang menayangkan lagu-lagu rohani Bayu Senja.

Jalan Salib tematis, demikian Ketua Lingkungan St Fransiskus, Paroki Kristus Raja Wangatoa, Fransiskus Pea menyebutkan acara kumpul bersama umatnya di sore Sabtu (6/4/2019). Jalan salib hidup yang biasanya mereka lakukan saat masih bergabung dengan Lingkungan Arnoldus, kali ini diganti dengan jalan salib tematis.

Dengan naskah yang ditulis dan dibawakan Yoseph Ladjar dan Barto Koban, dibantu Ponsi Pugel dan Frans Witak yg menata gambar pendukung. Juga koor lingkungan yang diiringi gitaris Tomy Waleng dan Abi Bean, umat lingkungan St Fransiskus khusuk mengikuti setiap prosesi jalan salib tematis.

Diawali dengan puisinya berjudul Getsemani, Barto Koban mengantar umat memulai prosesi.

Pada setiap perhentian, umat mendengarkan renungan yang dibacakan dan ditutup dengan doa umat.

Suasana hening kian terasa saat salah seorang umat, ibu Maria menyanyikan O Vos pada perhentian Veronika mengusapi wajah Yesus.

Kisah Yesus wafat di salib, dibawakan Yosep Ladjar. Lampu di area prosesi di padamkan. Hanya nyala obor dan lilin. Dengan suara penuh penghayatan, Ladjar membacakan puisinya dengan judul Tuhan. Dia mengajak umat yang hadir menelisik semua perilaku hidup keseharian yang menyebabkan kesengsaraan Yesus. Berlutut dengan wajah tertunduk, Ladjar mengakhiri puisinya dengan doa permohonan pengampunan.

Prosesi diakhiri dengan pembakaran lilin yang dilakukan seluruh umat yang hadir. Ujud disampaikan secara pribadi saat menyalakan lilin di bawah salib.

“Ini tidak sekedar jalan salib tematis tetapi rekoleksi iman. Meski tertatih tapi Yesus sampai di puncak. Militansi tidak boleh setengah-setengah, suam-suam. Tanggungjawab apapun harus sampai selesai, sampai tuntas,” ujar Pastor Paroki Kristus Raja Wangatoa sesaat sebelum memberikan berkat penutup.

“Malam ini kita belajar pada salib Tuhan kita. Kita jangan saling memaku. Tidak sekedar ibadah tapi pengakuan iman kita. Tetap solid, bersahabat,” ujarnya mengingatkan. (fince bataona)

No comment for Umat Lingkungan St Fransiskus Gelar Jalan Salib Tematis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.