Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Umat Kecam Ketua Dewan Stasi Tapolangu; Gara-gara Bupati Sunur Polisikan Pater Vande

Umat Kecam Ketua Dewan Stasi Tapolangu; Gara-gara Bupati Sunur Polisikan Pater Vande

(3983 Views) May 21, 2016 11:55 pm | Published by | 2 Comments
kades tapolangu

Kades Tapolangu, Bonefasius Gehi

TAPOLANGU, aksiterkini.com – Tokoh umat Katolik di Stasi Santu Darius Tapolangu kecewa berat dengan tindakan ketua Dewan Stasinya, Martinus Milu Lolon. Umat menilai Martinus yang juga ketua BPD Desa Tapolangu, telah mengambil tindakan sepihak yang berlebihan dan sama sekali tak melibatkan umat setempat.

Celakanya lagi, Martinus Milu Lolon belum dilantik menjadi ketua Dewan Stasi Santu Darius Tapolangu. Tetapi ia nekad mengatasnamai umat stasi dan melayangkan surat pemberitahuan kepada pastor paroki. Anehnya, surat itu juga ditembuskan kepada camat dan bupati yang bukan hierarki gereja.

“Koq bisa ya dia (Martinus Milu Lolon-Red) buat surat tanpa sepengatahuan kami semua umat di sini. Dia kan belum dilantik. Beraninya menggunakan cap stasi dalam surat tersebut. Aduh parah ini. Kasihan kami umat yang lain baru tahu kalau ada persoalan ini,” tegas umat stasi Darius Tapolangu, Frans Raring dan beberapa tokoh masyarakat yang ditemui aksiterkini.com di Tapolangu, Jumat (20/5/2016).

Dia mempertanyakan, mengapa surat Dewan Stasi ditembuskan kepada camat dan bupati. Ya, “Ini adalah urusan Gereja. Kenapa tembusannya ke camat dan ke bupati, bukannya ke Dekenat dan ke Keuskupan. Ada apa ini?” ucap Frans, heran.

Asal tahu saja, ketua Dewan Stasi Santu Darius Tapolango, Martinus Milu Lolon, melayangkan surat pemberitahuan ke Pastor Paroki Hadakewa dengan tembusan ke Camat Lebatukan dan bupati Lembata karena menurutnya Bupati Lembata difitnah. Dengan dasar surat Dewan Stasi inilah Bupati Eliaser Yentji Sunur melaporksan kasus dugaan pencemaran nama baik atas dirinya ke Polres Lembata, Rabu (18/5/2016) lalu.

Ketika dikonfirmasi via telpon selulernya, Milu Lolon membenarkan kalau dirinya sudah melayangkan surat kepada pastor paroki dan ditembuskan ke camat dan bupati. “Iya benar kita dan pemerintahan Desa buat surat pemberitahuan mewakili seluruh umat, dengan tembusan ke camat dan bupati. Kita buat tembusan itu ke bupati karena menurut saya beliau difitnah. Dasar yang tertera dalam surat pemberitahuan itu adalah berkaitan dengan renungan Pater Vande di gereja, Minggu (8/5/2016) yang menyinggung tentang ijazah Pak Bupati yang tidak sah, pembangunan jalan Lewoleba – Kedang itu masih banyak lobang dan proses pemilihan kepala desa Lewoeleng,” jelas Milu Lolon yang juga adalah ketua BPD Desa Tapolangu.

Kepala Desa Tapolangu, Bonefasius Gehi, yang juga menandatangi surat pemberitahuan tersebut ketika ditemua aksiterkini.com, Jumad (20/5/2016) menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu persoalan tersebut hanya untuk  menandatangani  surat tersebut. “Saya tidak tahu ama. Ama mereka tanya saja di dewan stasi, karena pertengahan khotbah itu, saya ke Lebe untuk urusan keluarga di Lebe. Konsep surat saya tidak tahu. Saya hanya diminta tanda tangan saja karena sebagai umat. Ada pun unsur pemerintahan didalam surat itu, karena saya sebagai umat dalam gereja,” sanggah Gehi.

Pater Vande Raring, kepada aksiterkini.com, Jumad (20/5/2016) menjelaskan bahwa, apa yang dirinya katakan dalam khotbah itu adalah realitas. Dan merupakan tugas perutusan sebagai imam, nabi, gembala  untuk bagi umat manusia. Dirinya menjelaskan bahwa, ada kesesuaian antara realitas kehidupan umat di Lembata dengan thema khotbah waktu itu, yakni “doa Yesus untuk persatukan para murid”.

“Saya kotbah tentang doa Yesus  untuk persatukan para murid dengan menyandingkan pengalaman rohani Muder Theresa yang  dengan rendah hati mengumpulkan  rakyat yang diterlantarkan oleh Negara.  Karena cinta, Muder Theresa terpanggil melayani dan memperlakukan mereka sebagai saudara, sahabat tanpa membedakan. Ini adalah realitas pemaknaan cinta yang menjadi dasar Muder Theresa dalam pelayanannya” jelas Pater Vande.

Penderitaan sekarang, lanjut Vande, bukan tidak makan, tidak minum, tidak bertempat tinggal dan sebagainya, sakit bukan karena penyakit HIV dan sebagainya. “Namun manusia tidak mempunyai hati lagi untuk melayani  sesama. Manusia sekarang tidak punya hati lagi untuk saling mengasihi dan mencintai. Dalam konteks inilah doa Yesus untuk umatNya agar bersatu, saling mengasihi dan memaafkan. Masalah di Lembata adalah persatuan. Pilih bupati yang mencintai dan memaafkan rakyatnya, bukan lapor rakyatnya. Karena pemimpin itu mengayomi umatnya, bukan mengadu domba umatnya,” ucap Pater Vande. (osy/ade)

Topik:
News:

2 Comments for Umat Kecam Ketua Dewan Stasi Tapolangu; Gara-gara Bupati Sunur Polisikan Pater Vande

  • Marselinus lewerang says:

    Dan Realita yang muncul sebagai dampak pemaparan realita itu adalah penolakan dari sebagian umat stasi Tapolangu. Apakah ini artinya bahwa iman umat mengerdil atau ada yang salah dari suara mimbar gereja, cuma Tuhan saja yang tahu persis.

  • ade bapa says:

    Tak ada yang salah dari mimbar gereja. Yang salah adalah aksi provokator yang membolak balik realita menjadi provokatif..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.