Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Tiga Jam, Kanis Soge Diperiksa Penyidik Polda NTT Terkait Dugaan Ijazah Palsu Sekda Flotim

Tiga Jam, Kanis Soge Diperiksa Penyidik Polda NTT Terkait Dugaan Ijazah Palsu Sekda Flotim

(2461 Views) June 2, 2016 12:42 am | Published by | 1 Comment
kanis soge

Kanis Soge, ketika berorasi dalam sebuah aksi unjukrasa

KUPANG, aksiterkini.com – Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) NTT tidak main-main dalam menuntaskan dugaan penggunaan ijazah yang tidak diakui negara (palsu) oleh Sekretaris Daerah Flotim, Antonius Tonce Matutina, BA, SH. Buktinya, Rabu (1/6/2016), penyidik Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTT kembali memeriksa koordinator Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERTAK) Flores Timur, Yohanes Kanisius Ratu Soge yang akrab disapa Kanis Soge selama tiga (3) jam.

Kanis Soge datang ke Markas Polda NTT ditemani koleganya Robert Ledo, langsung menuju ruang pemeriksaan di Ditreskrimsus. Dia diperiksa sebagai saksi (pelapor) dalam dugaan penggunaan ijazah tidak sah (palsu) oleh Sekda Matutina. Pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Ipda Jhon Blegur, SH dilaksanakan selama tiga (3) jam.

Kepada aksinterkini.com setelah pemeriksaan, Soge menjelaskan bahwa pemeriksaan berjalan dengan lancar. “Ya… pemeriksaan berjalan dengan baik kurang lebih 3 jam. Ada sekitar tiga belas (13) pertanyaan. Dan ada pertanyaan yang sepertinya mengarah kepada pengalihan, yakni soal keabsahan forum, terus apakah ada pasal atau item yang mengatakan bahwa yang menggunakan ijazah itu akan dikenakan sanksi pidana atau perdata?” terang Soge.

Dia berharap agar penyidik tidak membelokan arah penyidikannya dalam menyingkap dugaan penggunaan ijazah palsu. Ya, “Semoga tidak ada pengalihan. Saya sampai tunjukan edaran dari kementrian soal larangan kuliah kelas jauh, dan terkait dengan sanksi pidana dan perdata kan jelas dalam aturan itu kan ditegaskan bahwa barang siapa yang menggunakan ijazah palsu akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tandasnya.

Bagi dirinya, pemeriksaan belum menukik kepada persoalan yang sebenarnya. Dirinya mengharapkan agar penyidik benar-benar independen dalam menangani dugaan tindak pidana sistem pendidikan nasional dalam bentuk penggunaan ijazah yang diperoleh dari sistem pendidikan yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 68 ayat (2) Undang-undang Nomor 20 tahun 2003.

Sekda Matutina sendiri ketika diwawancarai aksiterkini.com beberapa waktu lalu, menegaskan bahwa ijazah sarjana hukum yang dimilikinya diperoleh dengan mengikuti perkuliahan dan diterbitkan oleh lembaga pendidikan yang sah. Dia bahkan menandaskan bahwa dirinya akan membuktikan siapa yang bakal dipenjara terkait kasus ini. “Lihat saja nanti, Sekda atau Kanis Soge yang dipenjara,” tegasnya, menjawab aksiterkini.com.

Asal tahu saja, kasus ini sebetulnya sudah ditangani penyidik Polres Flores Timur. Namun, pihak Polres kemudian melimpahkan seluruh berkas ke Polda NTT di Kupang. Sampai saat ini, belum ada pihak yang dinyatakan sebagai tersangka kendati sudah memasuki tahapan penyidikan.(osy/rag)

Topik:
News:

1 Comment for Tiga Jam, Kanis Soge Diperiksa Penyidik Polda NTT Terkait Dugaan Ijazah Palsu Sekda Flotim

  • Hans Hadjon says:

    Ketika kasus ini dibawah ke ranah hukum, tentunya semua kita berharap bahwa asal pra duga bersalah tetap menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses penyidikan. Dalam pemahaman saya yang boleh jadi dianggap salah, bahwa seorang Anton Tonce Matutina pun rekan2nya sesama mahasiswa yang kemudian mendapatkan ijazah termasuk mantan Ketua KPUD Flotim, Aloysius Kene Masan sesungguhnya adalah korban dari sebuah lembaga perguruan tinggi yang namanya Widya Gama itu. Dengan demikian polisi dalam proses penyidikannya diharapkan sungguh2 profesional karena dugaan ijazah palsu sesungguhnya harus diarahkan kepada lembaga PT yang mengeluarkan ijazah tersebut, tidak kepada lulusan yang secara aturan harus mendaptkan ijazah karena perkulihan yang telah ditempuhnya. Kita tidak boleh serta merta beropini bahwa ijazah yang dikantongi adalah Palsu. Biarkan proses hukum ini berjalan apa adanya karena yang salah belum tentu salah dan yang benar tidak harus disalahkan. Trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.