Menu Click to open Menus
Home » GELIAT DESA » Tiga Desa di Lembata Miliki Website, Balawala: Web Jadi Media yang Ampuh Untuk Promo Desa

Tiga Desa di Lembata Miliki Website, Balawala: Web Jadi Media yang Ampuh Untuk Promo Desa

(1073 Views) July 21, 2016 7:39 am | Published by | 1 Comment

Suasana training website di Lewoleba.

LEWOLEBA, aksiterkini.com — Tiga Desa di wilayah Lembata, masing-masing Desa Dulitukan, Tagawiti dan Beutaran secara resmi memiliki website desa yang difasilitasi Migrant CARE – Jakarta dan Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) dalam bingkai program Maju Perempuan untuk  Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU) dengan dukungan dari Australian-Aid.  Selain ketiga desa yang disebutkan, tiga desa lain lagi –Desa Lamatokan, Lamawolo dan Bao Lali Duli– akan menyusul untuk memiliki website desa.

Direktur YKS, Mansetus Balawala dalam pengantar pembuka yang disampaikan saat training website bagi pemerintah desa dan petugas teknis pelaksana mengatakan, dalam skema desbumi, informasi berbasis  website  menjadi bagian penting yang harus dipenuhi oleh desa buruh migran untuk mendekatkan akses informasi kepada publik terutama masyarakat desa itu sendiri. Karena itu, training ini penting dilakukan agar pemerintah desa dan petugas teknis pelaksana memiliki keahlian dalam mengupdate data dan menginput berbagai informasi desa ke dalam website desa sebagai media publikasi resmi pemerintah desa. Apalagi saat ini undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 pada pasal 86 ayat (1) sampai ayat (6)  memandatkan agar setiap desa memiliki layanan informasi berbasis internet.

Website, demikian Balawala,  memiliki keunggulan tersendiri bila dibandingkan dengan media  informasi lainnya seperti media cetak yang memiliki keterbatasan oplah dan jangkuan. Sementara media infomasi berbasis internet memiliki jangkuan yang menembus batas.  Setiap informasi yang dipublikasikan melalui web dapat diakses oleh publik dimanapun di belahan dunia ini.

“Karena itu, web menjadi media yang ampuh untuk mempromosikan berbagai informasi tentang desa termasuk potensi pariwisata seperti wisata budaya, wisata pantai dan wisata alam lainnya  yang terdapat di desa. Karena itu melalui kegiatan ini, diharapkan website desa yang sudah ada bisa dipergunakan secara maksimal dengan menginput berbagai informasi tentang desa, dan jangan lupa mengupdate-nya secara berkala,” jelas Balawala.  

Dia menambahkan, untuk data, terutama data buruh migran misalnya, minimal harus diupdate setahun sekali  tetapi akan lebih baik enam bulan sekali, terutama data buruh migran. Karena arus mobilisasi buruh migran baik pergi maupun yang kembali ke daerah asal cukup tinggi sehingga perubahan data terjadi hampir setiap minggu.

Ketika diberi kesempatan oleh koordinator program Saverrapall Sakeng Korvandus untuk menyampaikan harapan, para peserta  menyampaikan beragam harapan. Lusia Barek misalnya, berharap agar training website yang dilakukan selama dua hari ini dapat bermanfaat bagi enam desa dampingan.  Begitu halnya dengan Kepala Desa Tagawiti, Ismail Unu, dia berharap training web yang dilukakan  bisa membantu pemerintah desa untuk kepentingan Lewo tanah  karena itu ia mengharapkan agar semua peserta proaktif dalam mengikuti kegiatan. Sementara itu, Sekretaris Desa Lamawolo, Wilhelmus Wolo berharap agar dengan memiliki web desa, maka semua data manual bisa dipindahkan ke web agar bisa diakses lebih banyak orang.

Kegiatan selama dua hari ini difasilitasi Syaldie dari Migrant CARE Jakarta dan dihadiri oleh para kepala desa dan tenaga teknis pelaksana dari enam desa dampingan, bertempat di Hotel Anisa Lewoleba, Lembata. (mans)

1 Comment for Tiga Desa di Lembata Miliki Website, Balawala: Web Jadi Media yang Ampuh Untuk Promo Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *