Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Tenun Ikat Lepo Lorun, Menjaga dan Melestarikan Tradisi

Tenun Ikat Lepo Lorun, Menjaga dan Melestarikan Tradisi

(1082 Views) March 20, 2017 3:15 am | Published by | No comment

 

Tas yang terbuat dari hasil tenun dipajang di salah satu bangunan untuk dijual.

Lahan milik Alfonsa Raga Horeng, sekitar 4 – 5 hektare, sebagiannya menjadi tempat berdirinya komunitas “Tenun Ikat Lepo Lorun”. Letaknya persis di Jalan Soverdi Kavling 1-15, Nita Pleat, Desa Nita, Maumere, Kabupaten Sikka, Flores ini, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kawasan ini mampu memancing banyak pengunjung, baik dari mancanegara maupun domestik.

Ketika disambangi aksiterkini.com, Minggu (19/3/2017), tampak beberapa pengunjung hadir di sana. Tempatnya teduh nan asri. Ada beberapa rumah beratap alang-alang ini berdiri tegap disitu. Tampak, ibu-ibu menjalankan aktivitas menenun.

Maria Kompiana (53), salah seorang anggota yang bergabung sejak berdirinya komunitas tersebut, tahun 2002 silam, menuturkan bahwa  jumlah anggota mereka hingga saat ini mencapai 40 orang. Namun yang masih aktif separohnya, sekira 20-an orang. Walau sudah berjalan dari tahun 2002, namun komunitas ini baru diresmikan dua tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 24 Mei 2004.

Pemrakarsa komunitas Lepo Lorun, Alfonsa Raga Horeng mengatakan bahwa komunitas didirikan untuk menjaga dan melestarikan tradisi. Ya, “Tujuan berdirinya  komunitas tenun ikat ini tidak lain untuk  menjaga dan melestarikan tradisi agar tetap berlanjut,” ujarnya.

Lepo Lorun merupakan  terjemahan dari bahasa Sikka yang berarti rumah tenun. Pusat dari tenun ikat Lepo Lorun memang berasal dari Desa Nita tetapi memiliki beberapa cabang, seperti di Larantuka – Kabupaten Flores Timur, Ende – Kabupaten Ende, dan beberapa lagi di Maumere seperti di Nitakloang dan Tilang.

Berkat usahanya, pemrakarsa komunitas Lepo Lorun,  Alfonsa  sudah  mengunjungi  23 negara. Antara lain, Brasil, USA, Chile, Switzerland, Italia, Ecuador, Jerman, Vatikan, Panama, Armenia, Guatemala, Perancis, Thailand, Vietnam, Australia, Philipina, Peru, Mexico, Canada, Costa Rika, Inggris, Cuba dan Netherland (Belanda).

Kepada aksiterkini.com, Alfonsa menuturkan bahwa beberapa kunjungannya ke luar negeri karena diundang. Tapi, ada juga yang merupakan inisiatif pribadi untuk mempromosikan tenun ikat khas lokal.

Alfonsa berharap agar tradisi dan budaya yang ada, dapat terus dilanjutkan. “Ya, untuk harapan sesuai dengan tujuan berdirinya  komunitas ini, yakni menjaga dan melestarikan tradisi yang ada, agar terus dilanjutkan, ” ucap dia.

Tak hanya itu. Di Lepo Lorun, juga disediakan bagi pengunjung yang mau menginap selama beberapa hari. Ada rumah tinggal (home stay) dengan ukuran tiga kamar.

Jika anda berkunjung ke sana, anda dapat menemukan beragam tenun ikat. Mulai dari ujung timur Lembata sampai ke ujung barat Manggarai dengan motif yang beragam pula. Selain itu, anda juga dapat membawa pulang tas dengan motif kain tenun ikat dari berbagai daerah. (Yurgo Purab)

No comment for Tenun Ikat Lepo Lorun, Menjaga dan Melestarikan Tradisi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.