Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Tender Jalan Watoreta Buka Tabir Mainan Negoisasi ULP

Tender Jalan Watoreta Buka Tabir Mainan Negoisasi ULP

(728 Views) April 14, 2016 2:43 pm | Published by | No comment

Gedung Kantor PU Tamben Flores TomurLARANTUKA,aksi.terkini.com–Aksi perlawanan yang sedang dilakukan oleh CV Helena terhadap hasil kerja tim Pokja 1 Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Flores Timur terkait paket pekerjaan pembangunan jembatan Watoreta, Kecamatan Tanjung Bunga Tahun Anggaran 2016 akhirnya membuka tabir tradisi negoisasi dibalik kisah gugurnya para rekanan.

Informasi yang dihimpun aksi.terkini.com dari sejumlah kontraktor menyebutkan, mereka sering mendapat berkat dari ULP pasca memasukkan sanggahan. Paket proyek baru menurut berbagai informan pasti akan dimenangkan oleh kontraktor yang dikalahkan dalam pelelangan tersebut ketika berkas sanggahan masuk ke ruang ULP.

“Hal ini berlaku bagi kontraktor yang berpeluang menang namun dikalahkan. Sudah banyak yang terjadi dan sepertinya menjadi tradisi di sana. Bahkan pernah terjadi tender secara online itu, tapi pihak ULP melalui pokja memenangkan rekanan tidak melalui sistem online tapi secara manual,” beber beberapa rekanan seraya minta identitasnya dirahasiakan.

Pola kerja yang telah mentradisi tersebut dipraktekan lantaran adanya pesan sponsor sehingga tim pokja sering terjebak dalam tindakan menggugurkan dengan pendasaran yang tidak jelas. Di ruang sanggahan itulah proses negoisasi, meminta rekanan yang melakukan sanggahan untuk tidak perlu mempeributkan itu dengan jaminan paket proyek lainnya.

Bahkan dari balik ruangan Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum-Pertambangan dan Energi Flotim terlontar kalimat penuh penyelasan menyaksikan pola kerja para awak ULP itu.

“Kami kadang bingung bahkan cemas mencermati hasil kerja kawan-kawan di ULP. Sudah banyak sisi teknis yang mereka abaikan dalam evaluasi penentuan pemenangan tender sebuah paket pekerjaan, khususnya dari instansi kami. Wah bila ada rekanan yang jeli dan melakukan gugatan hukum maka hancurlah! Nah, termasuk tender paket jembatan Watoreta ini. Alasan overlaping yang diangkat dan dituangkan dalam berita acara hasil pelelangan tersebut bagi kami salah besar,” ujar sumber kuat di Bina Marga itu.

Akankah CV Helena pun bakal tergiring dalam jebakan negoisasi paket baru mengikuti tradisi yang senantiasa diperankan pihak ULP? Direktur CV Helena, Marianus Niron secara tegas menandaskan tidak akan terjadi. Baik sanggahan, pengaduan kepada Inspektorat Daerah bahkan gugatan hukum melalui PTUN Kupang nantinya tidak dalam ranah menghambakan dirinya dalam lingkaran negoisasi tersebut. Dia lebih focus pada upaya merubah pola kerja dan mental aparat ASN yang bersertifikat pengadaan barang dan jasa itu untuk bekerja secara jujur, transparan dan profesional.

“Bila gaya ini terus dipelihara maka hancurlah Flotim. Saya tidak seperti rekanan yang lain, gampang menyerah tatkala diiming-iming kerja paket lain. Saya ingin merubah etos kerja di ULP. Kawan-kawan di setiap pokja ULP kan memiliki keahlian semua. Nah kenapa begitu gampang mengingkari keahlian mereka tersebut dengan perbuatan-perbuatan yang mengada-ada? Harus ada revolusi mental dalam tubuh ULP,” tegasnya dengan terus meminta para pengambil kebijakan di daerah ini untuk bisa merubah pola kerja di ULP. (Eman Niron)

Topik:
News:

No comment for Tender Jalan Watoreta Buka Tabir Mainan Negoisasi ULP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.