Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Tarian Ina Tanah Ekan Bawa Sanggar Cipta Ke Pentas Seni Tari Nasional Di Wakatobi

Tarian Ina Tanah Ekan Bawa Sanggar Cipta Ke Pentas Seni Tari Nasional Di Wakatobi

(369 Views) May 4, 2018 1:44 am | Published by | No comment

Sanggar Cipta menjadi duta Lembata ke Pentas Tari tingkat nasional di Wakatobi. Tampak mereka menerima piala sebagai pemenang. (Foto: Sius Leumolong)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Sanggar Cipta yang mementaskan Tarian Ina Tanah Ekan akhirnya dinobatkan sebagai pemenang lomba seni tari tradisional tingkat Kabupaten Lembata. Sehingga Sanggar Cipta berhak mewakili Lembata mengikuti lomba tingkat nasional di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Pemenang kedua yang dilaksanakan oleh LSM Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mensa besutan Valentinus Ola, SPd diraih Sanggar Dekalesa, dan pemenang ketiga, Sanggar Ria Ebak, Aulesa. Pentas seni tari digelar di Taman Kota Swaolsa Tite disaksikan ratusan penonton, Kamis (3/4/2018) malam bertema “Meningkatkan Pengetahuan Budaya Lokal Untuk Melestarikan Budaya Lokal”.

Pagelaran seni tari tradisional tingkat kabupaten itu diikuti delapan sanggar. Yakni, SPENSA Nubatukan yang mementaskan Tarian Elang, Sanggar Ria Ebak dengan Tarian Api Suci, Sanggar Sanggar Tekalesa dengan tarian ikat tenun, Sanggar SMA Negeri 1 Nagawutung dengan tarian Hoi Nale, Sanggar Soka Toja dengan tarian Neka Tane (tenun ikat), Sanggar Alegra dengan tarian perang, dan Sanggar SMP Negeri 2 Nagawutung dengan tarian tenun.

Tarian Ina Tanah Ekan yang dibawakan Sanggar Cipta menceritakan tentang bagimana peran seorang ibu dalam kehidupan sehari-hari. Mereka menyabet juara pertama sekaligus berhak atas piala dan uang tunai sebesar Rp 2 juta. Sedangkan, juara kedua mendapat uang tunai Rp 1,5 juta dan juara tiga sebesar Rp 1 juta.

Wakil Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday, SE dalam sambutannya berharap agar generasi muda Lembata mampu membudayakan budaya Lembata. Sebab kebudayaan yang mau diangkat adalah benar-benar kebudayaan asli Lembata. “Saya ingin generasi muda untuk mampu mengangkat budaya asli Lembata, bukan budaya yang sudah dimodif kemudian dipertunjukan,” tandasnya.

Wakil Bupati, Thomas Ola Langoday bersama Ny. Maria Sadipun – Langoday, serius menyaksikan pentas tari tradisional. (Foto: Sius Leumolong)

Wabup Thomas Ola Langoday juga berharap agar semua komponen masyarakat yang hadir bisa lebih kreatif menggelar even seperti yang sudah dilakukan oleh Mensa Lembata dalam mengangkat budaya tari tradisional asli Lembata. “Masyarakat harus proaktif dalam membuat kegiatan seperti ini agar kebudayaan kita dapat membudaya hingga di tingkat nasional,” ujarnya.

Wabup Thomas Ola juga menyampaikan soal Festival Tiga Gunung –Gunung Batu Tara, Ile Lewotolok dan Gunung Ile Werun. “Festival tiga gunung akan dilaunching tanggal 7 Mei di Jakarta. Puncak festival pada 22-29 September 2018, dengan pusat kegiatan di Bukit Cinta,” tutur mantan dosen Unwira Kupang ini.

Dia berharap agar semua peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menyongsong festival ini. Selain itu Dia meminta para peserta lomba untuk lebih menggali kebudayaan lokal berdasarkan definisi dan filosofi dari tari tradisional.

“Peserta tidak boleh terjebak, harus mampu membedakan mana tari tradisional dan mana modern. Selain itu harus menggali kearifan lokal jika kita ingin peradaban budaya lembata dapat dikenal di tingkat nasional,” ujar Thomas.

Wakil Bupati Thomas Ola juga menyampaikan profisiat bagi pemenang lomba tari tradisional ini yang nantinya mewakili Kabupaten Lembata untuk mengikuti tari tradisional tingkat nasional di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Modestus Yosua Teheq, salah satu penari dari Sanggar Cipta, kepada aksiterkini.com mengungkapkan kegembiraan atas keberhasilan sanggarnya memenangkan perlombaan ini. “Saya merasa senang, bangga dan bahagia karena sudah bersama teman-teman memenangkan perlombaan ini dengan tarian ina tanah ekan,” kata Yosua, dengan raut wajah gembira.

Untuk menjuarai perlombaan ini, Sanggar Cipta melakukan persiapan sekitar tiga minggu. Diakui masih banyak kekurangan dalam perlombaan. Karena itu, dia bertekad bersama tim dan pembina Sanggar Cipta untuk memperbaiki setiap gerakan yang masih kurang sebelum pentas tingkat nasional pada bulan Agustus yang akan datang. Dia juga belum tahu apakah akan mementaskan tarian Ina Tanah Ekan atau tarian lain di tingkat nasional. (sius leumolong/fre)

No comment for Tarian Ina Tanah Ekan Bawa Sanggar Cipta Ke Pentas Seni Tari Nasional Di Wakatobi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.