Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Tanpa Sponsor, Taman Daun Gelar Lomba Lukis “Budaya dan Kesucian”

Tanpa Sponsor, Taman Daun Gelar Lomba Lukis “Budaya dan Kesucian”

(300 Views) June 9, 2018 1:50 pm | Published by | No comment

Aldino Bediona (berkacamata) dan Yohanes Sule Batafor. (foto: freddy wahon)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Budaya dan Kesucian. Dua kata yang akan dicurahkan 15 pelukis muda berbakat di Lewoleba, Lembata, di atas tripleks dalam berbagai bentuk lukisan. Mereka akan beradu kepiawaian mengoles cat dengan kuas, dalam lomba lukis yang digelar komunitas Taman Daun, Selasa (12/6/2018).

“Kegiatan ini tanpa sponsor. Kami berusaha mengakomodir dan mengorganisir para pekerja seni visual sekota Lewoleba, serta menumbuhkan kreativitas, pengetahuan dan pemahaman pemuda pemudi sekota Lewoleba dalam bidang seni dan budaya yang diinterpretasikan melalui medium visual,” ungkap aktivis Taman Daun, Aldino Bediona, didampingi koleganya, Yohanes Sule Batafor, kepada aksiterkini.com, Sabtu (9/6/2018).

Aldino Bediona menjelaskan bahwa pihaknya memang sengaja mematok peserta hanya 15 orang. “Ini sesuai kesiapan kami panitia. Hari Minggu (10/6/2018) ini kami akan melakukan technical meeting dengan semua peserta dan tim penilai,” jelasnya.

Kegiatan lomba, sambung Yohanes Sule Batafor, akan digelar pada hari Selasa, 12 Juni 2018, di Taman Daun. Lomba melukis akan dimulai pada pukul 08.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita. “Sehingga pelukis diberi waktu selama enam jam untuk menyelesaiakan lukisannya sesuai tema budaya dan kesucian,” tambah Sule Batafor.

Ditanya soal aliran seni lukis yang diperlombakan, Aldino Bediona menuturkan bahwa panitia memberi kebebasan kepada pelukis untuk mencurahkan karyanya sesuai gayanya sendiri. “Kami tidak membuat batasan pada salah satu aliran seni lukis tertentu,” ujarnya.

Dia mengakui bahwa tim penilai akan mengalami persoalan dalam menentukan pemenang dari aliran yang berbeda-beda. Misalnya, aliran realisme akan berbeda dengan aliran naturalisme atau abstraksionisme. Begitu pula dengan aliran futurisme dengan aliran klasikisme dan konstruktivisme. Setidaknya ada 20 aliran dalam seni lukis yang memiliki ciri khasnya sendiri.

“Tapi kami akan menentukan batasan-batasan penilaian bagi tim yuri, terutama kesesuaian dengan tema budaya dan kesucian,” tandas Alidino Bediona, dan diamini Sule Batafor.

Keduanya memastikan bahwa 15 peserta sudah siap berlaga di even lomba lukis ini. “Kami juga sudah menghubungi para yuri untuk memberikan penilaian dari berbagai aspek. Semua akan dibicarakan dan disepakati saat technical meeting,” tandas Aldino Bediona.

Aldino dan Sule Batafor menegaskan bahwa mereka optimis kegiatan seni ini akan sukses sekalipun tanpa sponsor. “Kami harus mulai bergerak dulu. Siapa tahu kedepan, aka nada yang mau mensponsori kegiatan pameran hasil karya ini, misalnya,” ujar Aldino sambil tertawa.(fre)

No comment for Tanpa Sponsor, Taman Daun Gelar Lomba Lukis “Budaya dan Kesucian”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.