Menu Click to open Menus
Home » DESTINASI » Taman Daun Akan Gelar Pameran Lukisan Budaya dan Kesucian

Taman Daun Akan Gelar Pameran Lukisan Budaya dan Kesucian

(442 Views) June 13, 2018 2:31 pm | Published by | No comment

Peserta Lomba memperlihatkan hasil karyanya di hadapan Dewan Juri, di Taman Daun, Selasa (12/6/2018). (Foto: Freddy Wahon)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Setelah sukses melaksanakan lomba lukis bertajuk: Budaya dan Kesucian, Taman Daun bersiap-siap menggelar pameran lukisan dengan tema yang sama. Ini dilakukan untuk memotivasi para pelukis Lembata untuk terus meningkatkan kualitas lukisan, sekaligus mempromosikan karya lukis anak tanah Lembata.

“Lomba lukis yang baru kami lakukan sebetulnya lebih diarahkan untuk menghimpun para pelukis di Lembata untuk bisa saling kenal dan saling sharing pengalaman melukis. Kita harus terus maju untuk memperkenalkan pelukis kita dan karya-karyanya. Rencananya kami akan membuat pameran lukisan. Sehingga pelukis kita juga bisa lebih dikenal dan kualitasnya tidak kalah dengan pelukis yang ada di luar daerah,” ucap Goris Batafor, pendiri Taman Daun, di kawasan Bluwa, Lewoleba, Lembata, Selasa (12/6/2018).

Menurut dia, tema budaya dan kesucian yang diangkat merupakan upaya untuk menunjukkan kondisi riil Lembata. “Apa yang digambarkan tentang Lembata di luar ternyata tidak sesuai dengan kondisi riil di Lembata. Sehingga kita ingin menampilkannya kembali melalui lukisan,” papar Batafor.

Disinggung soal materi lukisan yang dihasilkan, Goris Batafor menuturkan bahwa rata-rata peserta lomba belum memiliki persiapan konsep yang memadai. Sehingga peserta diberi kesempatan untuk mengeksplorasi sesuai pemahaman yang mereka miliki.

Di tempat terpisah, salah seorang juri lomba melukis, Aldino Purwanto Bediona menjelaskan bahwa hampir semua peserta lomba melukis realitas yang ada di masyarakat. “Dari gambar yang dihasilkan, kelihatan bahwa mereka bukan menggambar atau melukis realitas, tapi mereka melukis apa yang mereka pikirkan,” ujarnya.

Hal itu, menurut dia, terjadi karena peserta lomba kurang cermat mengamati realitas dalam kehidupan masyarakat. Sehingga ketika dituangkan dalam lukisan, kata dia, mereka hanya bisa membayangkan suatu realitas dalam pikirannya.

“Padahal lukisan realis harusnya menggambarkan obyek yang terlihat apa adanya, bukan melukis apa yang mereka bayangkan,” ungkap Aldino Bediona.

Karena itu, dia menyarankan agar para pelukis diberikan pemahaman yang lebih dalam lagi mengenai hal-hal teknis dalam melukis realitas budaya. “Sehingga pesan dari media visual lukisan yang dibuat bisa tercapai. Dan harapan untuk melestarikan budaya pun bisa terwujud melalui lukisan,” tandasnya.

Kendati begitu, Aldino Bediona dan Goris Batafor mengapresiasi karya seni lukis yang sudah dihasilkan peserta lomba. “Mereka punya kapasitas untuk menciptakan karya lukis yang mumpuni. Kita harus membuka ruang bagi anak muda kita untuk terus berkresi sambil membantu memberikan perspektif budaya yang tepat bagi mereka,” ujar Bediona, dan diamini Batafor.

Keduanya yakin akan masa depan seni lukis di Lembata. “Kita punya generasi muda yang berbakat di bidang seni lukis. Ini harus dirawat dan dibina. Suatu ketika nanti kita bisa memanen hasilnya. Apalagi, tantangan yang dihadapi dengan era digital sekarang ini. Kita harus bisa menjaga agar bakat seni lukis tidak tergerus oleh kemanjaan pada teknologi visual digital,” ujar Aldino Bediona.

Dia menyambut gembira keinginan Taman Daun untuk menggelar pameran lukisan. “Andaikan saja ada kolektur lukisan yang mau datang ke Lembata menyaksikan pameran itu, saya yakin, tidak akan mengecewakan,” ucap pengajar prakarya SMPK Santu Pius X Lewoleba ini, optimis.(fre)

No comment for Taman Daun Akan Gelar Pameran Lukisan Budaya dan Kesucian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.