Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Tak Terpengaruh Status Gunung Ile Lewotolok, Warga  Lewohala Tetap Gelar Pesta Kacang

Tak Terpengaruh Status Gunung Ile Lewotolok, Warga  Lewohala Tetap Gelar Pesta Kacang

(1434 Views) October 8, 2017 5:46 am | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com Komunitas masyarakat adat Lewohala yang terletak di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Lembata, tetap menggelar pesta kacang di Lereng Gunung Ile Lewotolok. Mereka sama sekali tak terpengaruh dengan status Ile Lewotolok, yang naik dari level normal (I) menjadi waspada (II).

Kepala Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape, Lembata, Philipus Payong Lamatapo, kepada aksiterkini.com, Minggu (8/10), menjelaskan bahwa ritual pesta kacang tetap dilakukan masyarakat adat Lewohala. “Masyarakat sama sekali tidak terpengaruh dengan gempa yang terjadi dan berbagai peringatan yang disampaikan,” jelas dia.

Menurut dia, masyarakat adat Lewohala memiliki keyakinan tobo tana, bonga ili. “Keyakinan tobo tana bonga ili itu sangat kuat dalam masyarakat adat Lewohala. Gempa ataupun kepulan asap yang keluar dari kawah gunung Lewotolok dipercaya sebagai tanda bahwa musim tanam sudah dekat. Dan, orang tidak mati sembarangan. Hanya yang punya kesalahan dalam hidup bisa mati sia-sia jika terjadi bencana,” ujarnya, menjelaskan.

Kepercayaan tobo tana bonga ili, kata dia, mewajibkan warga masyarakat adat Lewohala untuk menggelar upacara pesta kacang secara rutin setiap tahun. “Ini menyangkut hasil panen pada musim tanam nanti. Sehingga kami wajib memberi makan leluhur. Kehidupan kami juga sudah diatur oleh leluhur, lera wulan tana ekan. Tanah dan gunung adalah sumber kehidupan kami masyarakat adat Lewohala,” tandas Philipus Payong Lamatapo.

Disinggung soal peringatan Kepala pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani agar masyarakat, pendaki dan wisatawan tidak melakukan pendakian, dia mengatakan, saat ini agak sulit melarang masyarakat adat Lewohala untuk tidak mendaki menggelar upacara adat. “Apalagi, posisi rumah adat Lewohala masih terhalang oleh sebuah bukit. Sehingga kalau larva keluar, posisi kami agak terlindungi,” ujarnya.

Sebagaimaa diberitakan sebelumnya, Kepala pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani mengatakan, Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, naik status dari level normal (I) menjadi waspada (II). Peningkatan status ini dilakukan setelah memperhatikan analisis data visual dan kegempaan.

“Berdasarkan hasil analisis visual dan kegempaan maka pada tanggal 7 Oktober 2017 pukul 20.00 Wita, Gunung Ile Lewotolok dinaikkan statusnya dari normal ke waspada,” kata Kasbani.

Menurutnya, Gunung Ile Lewotolok memiliki potensi bahaya lontaran batu pijar dan abu lebat, longsoran material lapuk dari puncak gunung, awan panas yang mengarak ke sektor timur dan tenggara serta gas vulkanik berbahaya.

Dengan adanya peningkatan status ini, Kasbani mengimbau agar masyarakat, pendaki dan wisatawan tidak melakukan pendakian. “Dengan kenaikan status ini kami mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas pada zona perkiraan bahaya dalam area kawah Gunung Ile Lewotolok dan di seluruh area dengan radius 2 km,” kata Kasbani.

Walau demikian, masyarakat di sekitar gunung diharapkan tetap tenang. Seluruh pihak juga diimbau tetap menjaga kondusivitas suasana di Lembata.

“Masyarakat jangan terpancing berita yang tidak jelas sumbernya atau hoaks, dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ile Lewotolok yang tidak jelas sumbernya,” kata Kasbani.(fre)

No comment for Tak Terpengaruh Status Gunung Ile Lewotolok, Warga  Lewohala Tetap Gelar Pesta Kacang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.