Menu Click to open Menus
Home » EKBIS » Tak Mampu Bertarung Di Laut, PT Eisido Rumahkan 90 Karyawan di Lembata

Tak Mampu Bertarung Di Laut, PT Eisido Rumahkan 90 Karyawan di Lembata

(533 Views) October 2, 2017 2:15 pm | Published by | 1 Comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – PT Eisindo yang baru berkiprah di Lembata setahun silam, kini merumahkan 90 karyawannya. Perusahaan yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan itu, kehilangan bahan baku berupa ikan. Pihak perusahaan mengeluh, para nelayan enggan menjual ikan kepada pabrik pengalengan dan tepung ikan itu.

“Pabrik tepung ikan dan pengalengan ikan berhenti beroperasi karena kekurangan bahan baku. Ikan hanya mampu diterima 1 ton, sementara produksi di pabrik ini harus 10 ton. 90 karyawan kami rumahkan sejak 1 Agustus 2017 dengan memberikan kompensasi 25 persen dari gaji pokok sesuai UMR. Karyawan akan dipanggil kembali sesuai kebutuhan setelah bahan baku ikan tersedia,” ujar Eko, staf bagian produksi PT Eisindo, kepada aksiterkini.com, Selasa (12/9).

Bupati Kabupaten Lembata, Eliazer Yentji Sunur, Senin (11/9) mengancam akan mengambil alih Pabrik es dan pabrik tepung ikan yang dikelola PT. Eisindo. Pasalnya kedua pabrik yang meggunakan gedung yang dibangun Pemda Lembata itu kini tak lagi produktif lagi. Tak hanya itu, menurut Bupati, pabrik es hanya memproduksi es untuk kebutuhan Pabrik dan mengabaikan kebutuhan Nelayan setempat. Sementara pabrik tepung ikan sudah berhenti beroperasi bahkan telah merumahkan 90 karyawannya sejak 1 Agustus lalu.

Padahal, pemerintahan Yentji Sunur dan Thomas Ola Langoday menargetkan Lembata menjadi daerah industri pada tahun 2025 guna membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Dalam sidak yang dilakukan Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur dan Wakil Bupati Thomas Ola Langoday, Senin (11/9) di Hukum, Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Eko, staf operasional PT. Eisindo menjelaskan ikhwal kesulitan mendapatkan es yang dikeluhkan nelayan kepada Bupati.

“Produksi es disini dua kali dalam seminggu. Kami juga melayani kebutuhan pabrik. Sekarang produksi dikurangi karena hanya satu mesin yang baik. Kalau berjalan baik, produksi es bisa 17×12 set. Kalau Pabrik tepung ikan berhenti beroperasi karena kekurangan bahan baku ikan. Ikan hanya mampu diterima 1 ton, sementara produksi di pabrik ini harus 10 ton. 90 karyawan kami rumahkan sejak 1 Agustus 2017 dengan memberikan kompensasi 25 persen dari gaji pokok sesuai UMR. Karyawan akan dipanggil kembali sesuai kebutuhan setelah bahan baku ikan tersedia,” ujar Eko.

Bupati Lembata mengatakan, dalam nota kesepakatan bersama pemerintah, pihak perusahaan diminta untuk meningkatkan produksi, kalau perlu menambah kapasitas pabrik. Namun permintaan yang diutarakan selama 3 tahun itu tidak mendapatkan respon perusahaan. Alih-alih membantu nelayan, perusahaan ini justru merumahkan karyawannya.

“Saya minta Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk keluarkan teguran agar meningkatkan produksi. Kalau mau mendapatkan bahan baku, bikin koperasi nelayan agar nelayan terikat dengan perusahaan. Pasok kebutuhan sembako keluarga nelayan, agar para nelayan berproduksi. Harus berani bermain di laut. Kalau teguran tidak jalan, kita cari perusahaan lain. Ini komitmen bersama Menteri Kelautan dan perikanan saat datang ke Lembata,” ujar Bupati Sunur.(Hosea)

1 Comment for Tak Mampu Bertarung Di Laut, PT Eisido Rumahkan 90 Karyawan di Lembata

  • Pius paji blolok says:

    Jangan dipaksa kalau tak mampu. Ciptakan ide atau gagasan sesuai dengan kemampuan. Berikan peluang untuk memberdayakan masyarakat itu hal yang baik tapi harapan palsu atau tidak sesuai apa mau dikata. ..?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *