Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Soal Larangan Penangkapan Pari Manta, Kapolres Lembata: “Harusnya Disosialisasi”

Soal Larangan Penangkapan Pari Manta, Kapolres Lembata: “Harusnya Disosialisasi”

(809 Views) December 2, 2016 10:49 am | Published by | No comment
arsdo-simatupang

AKBP Arsdo Ever Simatupang

LEWOLEBA, aksiterkini.com—Kapolres Lembata, AKBP Arsdo Ever Simatupang menegaskan seharusnya aturan atau Undang-Undang yang melarang penangkapan ikan Pari Manta disosialisasikan dulu pada masyarakat. “Oh ya, kata DKP (Dinas Kelautan Perikanan) belum disosialisasi ya. Harusnya  disosialisasikan dulu, biar masyarakat tahu,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (2/12/2016).

Seperti diberitakan aksiterkini.com sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten  Lembata hingga saat ini belum melakukan sosialisasi  Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4 Tahun 2014 tentang  Penetapan Status Perlindungan Penuh Pari Manta.

“Kami belum lakukan sosialisasi. Saya sudah menyampaikan ke DKP Kupang  juga  bahwa kami yang salah. Kami belum sosialisasi tentang larangan penangkapan. Ini juga baru,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, Drs. Atanasius Amuntoda, Rabu (30/11/2016) di ruang kerjanya.

Pihaknya akan menyurati Polres Lembata untuk memberitahukan bahwa DKP belum melakukan sosialisasi Kepmen nomor 4 tahun 2014 tersebut.

Penjelasan Kadis DKP Lembata ini menguatkan penuturan masyarakat Lamalera yang dengan tegas mengatakan mereka belum pernah didatangi pemerintah untuk mensosialisaikan adanya larangan tangkap ikan pari. “Sampai saat ini kami belum pernah dapat sosialisasi tentang perlindungan dan larangan menangkap pari,” ujar Yohakim Demon dibenarkan nelayan Lamalera dan sejumlah ibu dari Lamalera, di Lewoleba beberapa waktu lalu.

Kapolres menjelaskan, hingga saat ini, masalah penangkapan nelayan Goris Dengekae Krova masih dalam tahap penyelidikan. Karena itu prosesnya masih berjalan. “Hari ini kita gelar lagi perkara. Melihat mana yang kurang dan  perlu dilengkapi lagi. Kita perbaiki yang mana. Ya, kita tetap menerima semua masukan,” ujar Kapolres

Diakuinya beberapa saksi ahli sudah diambil keterangan. Saksi ahli dibutuhkan untuk memastikan apakah ada perlindungan dan larangan penangkapan ikan pari manta. Dan, apakah jenis yang dimiliki nelayan Lamalera adalah Pari Manta yang dilindungi tersebut. Polres katanya, juga berkoordinasi dengan Polda NTT untuk melakukan uji laboratorium atas barang bukti tersebut.

Kapolres juga membantah ditekan LSM WCU (Wildlife Crime Unit) yang berada dibalik penangkapan nelayan Lamalera Goris Dengekae Krova. “Ah tidak benar itu. Tidak seperti itu,” ujarnya. Dia enggan menjawab ketika ditanya jika bukan karena desakan LSM tersebut, mengapa tidak melakukan penangkapan sejak lama, karena kenyataannya masyarakat Lamalera memang menangkap pari sejak jaman nenek moyang. Seperti juga hewan langka lainnya yakni ikan paus.

Mengenai budaya, Kapolres mengatakan harus tetap dihormati. Namun masyarakat juga perlu mengetahui bahwa ada Undang-Undang yang mengatur perlindungan hewan laut yang  langka termasuk ikan pari manta tersebut.

“Kita hormati budaya. Tetapi masyarakat juga perlu tahu bahwa ada hewan laut yang harus dilindungi menurut Undang-undang,” ujarnya. (fince bataona)

baca juga: http://www.aksiterkini.com/dkp-belum-lakukan-sosialisasi-kepmen-perlindungan-pari-manta/

Topik:
News:

No comment for Soal Larangan Penangkapan Pari Manta, Kapolres Lembata: “Harusnya Disosialisasi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.