Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Sinyalir Adanya Konspirasi, KPU Didesak Hentikan Proses dan Tahapan Pilkada Lembata

Sinyalir Adanya Konspirasi, KPU Didesak Hentikan Proses dan Tahapan Pilkada Lembata

(2029 Views) February 20, 2017 1:34 pm | Published by | No comment

Massa VIKTORI ketika kampanye rapat umum di Wulen Luo, pelataran eks puncak perayaan Harnus, kawasan pelabuhan laut Lewoleba, Lembata.

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Proses pemilihan bupati dan wakil bupati Lembata memasuki babakan yang kian menegangkan. Setelah menolak pleno di tingkat PPK, kini status pasangan calon (paslon) yang meraih suara terbanyak itu, dipersoalkan. Pasalnya, Panwaslih Lembata sempat meminta KPU Lembata membatalkan paslon tersebut, namun diabaikan KPU Lembata maupun KPU NTT.

“Pasangan calon nomor urut 2 (Viktor Mado Watun, SH, MHum dan Muhamad Nasir, S.Sos) beserta partai pengusung, para pendukung dan simpatisan menyatakan sikap: Meminta KPUD Lembata menghentikan seluruh proses dan tahapan Pilkada Lembata selanjutnya,” tandas paket VIKTORI dalam pernyataan sikap berjudul TOLAK PEMIMPIN ILEGAL yang dikeluarkan di Lewoleba, Senin (20/2/2017).

Dugaan konspirasi antara pasangan calon tertentu dan pihak penyelenggara –KPU Lembata, KPU NTT dan KPU Pusat, menurut VIKTORI, terlihat jelas pada diabaikannya rekomendasi Panwaslih Lembata. “Pasangan calon Eliaser Yentji Sunur dan Dr. Thomas Ola Langoday (Paket SUNDAY) yang harusnya dicoret dari pencalonan karena terbukti melanggar UU Nomor 10 Tahun 2016, dibiarkan ikut bertarung walau Panwaslih Lembata telah merekomendasikan pembatalan pencalonan terhadap Paket SUNDAY melalui surat nomor: 03/Kajian/Panwaslih.Kab/LBT/2016,” tandas Viktor Mado dan Nasir.

Tak cuma itu. VIKTORI juga menyebutkan bahwa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui surat nomor: 337/9447/OTDA perihal Tanggapan Terhadap Tindak Lanjut Rekomendasi Panwaslih Lembata sudah secara gamblang menyatakan bahwa Eliaser Yentji Sunur adalah petahana. Dan, “Sesuai perintah UU Nomor 10 pasal 71 ayat (5) dikenai sanksi pembatalan sebagai calon oleh KPU Propinsi atau KPU Kabupaten/Kota. Namun penerapan sanksi ini tidak ditindaklanjuti oleh KPU Propinsi dan KPU Kabupaten Lembata. Eliaser Yentji Sunur dibiarkan menjadi calon Bupati Lembata hingga pelaksanaan pemilihan pada tanggal 15 Februari 2017,” tandas mereka.

VIKTORI juga mengungkap sejumlah pelanggaran yang dilakukan Paket SUNDAY selama proses kampanye pertemuan terbatas maupun kampanye rapat umum. Namun dibiarkan oleh KPU Lembata. “KPU Kabupaten Lembata dan KPU Propinsi Nusa Tenggara Timur diduga kuat berkonspirasi dengan pasangan calon nomor urut 5 yakni Eliaser Yentji Sunur dan Dr. Thomas Ola Langoday alias paket SUNDAY,” tulis VIKTORI dalam pernyataan sikapnya.

Untuk itu, VIKTORI mengajukan tuntutan kepada KPU Lembata dan KPU NTT untuk menghentikan seluruh proses dan tahapan Pilkada Lembata. Juga, mereka menuntut agar KPU Lembata dan KPU NTT tidak menggelar pleno di tingkat kabupaten. Dan, “Tidak boleh menetapkan pasangan calon nomor urut 5 (Eliaser Yentji Sunur dan Dr. Thomas Ola Langoday) sebagai calon bupati dan calon wakil bupati terpilih karena dianggap ilegal,” tegas VIKTORI.

VIKTORI juga kembali mendesak Pawaslih Kabupaten Lembata untuk meminta KPU Lembata bersikap tegas atas rekomendasi Panwaslih nomor 03/Kajian/Panwaslih-Kab/LBT/2016.

Butir terakhir tuntutannya, VIKTORI menyatakan, “Meminta Mendagri melalui Gubernur NTT untuk mendesak KPU Lembata untuk menindaklanjuti surat Mendagri Nomor: 337/9447/OTDA, Perihal Tanggapan Terhadap Tindaklanjut Rekomendasi Panwaslih Kabupaten Lembata.”

Mengakhiri pernyataan sikapnya, Viktor Mado dan Nasir menyatakan, “Jika terus terjadi pembiaran atas tuntutan di atas maka pasangan calon nomor urut 2 (Viktor Mado Watun, SH, MHum dan Muhamad Nasir, S.Sos) beserta partai pengusung, para pendukung dan simpatisan akan mengambil tindakan sendiri.”

Pernyataan sikap itu sudah dikirim ke Panwaslih Kabupaten Lembata dan KPU Lembata. Komisioner Panwaslih sendiri menyatakan bahwa pihanya menginginkan Pilkada Lembata dijalankan sesuai koridor hukum yang ada. Mereka berharap KPU Lembata bisa menyikapi rekomendasi yang sudah disampaikan beberapa waktu lalu.(at01)

Topik:
News:

No comment for Sinyalir Adanya Konspirasi, KPU Didesak Hentikan Proses dan Tahapan Pilkada Lembata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.