Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu; Ternyata Corsini Raring Benar Siswa SPM Maumere

Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu; Ternyata Corsini Raring Benar Siswa SPM Maumere

(1364 Views) July 18, 2016 5:45 pm | Published by | 1 Comment
Kades Lewoeleng

Markus Corsini Raring

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Kades terpilih Lewoeleng, Markus Corsini Raring yang didakwa menggunakan ijazah palsu ternyata benar-benar siswa SMP Yapenrais Maumere, tahun ajaran 1996-1998. Pihak sekolah yang harus bertanggungjawab terhadap sah tidaknya ijazah, bukan Corsini Raring.

Sidang lanjutan kasus dugaan ijazah palsu Markus Corsini Raring kembali digelar Senin (18/7/2016). Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Yogi Dulhadi, SH, MH, didampingi Hakim Anggota Afhan R. Albone, SH dan Artha Putranto, S.H, M.Hum,  Jaksa Penuntut Ismu Armanda, SH dan Dedi Fajar Nugroho, SH. Terdakwa Markus Corsini Raring didampingi kuasa hukumnya Akhmad Bumi, SH, Juprians Lamablawa, SH, MH, dan Emanuel Belida Wahon, SH.

Sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi Yohana Geraciana Yanewolo (Bendahara Sekolah dan Yapenrais), Oscar Parera Mandalangi (kepala SMK Yapenrais Maumere) dan Moh. Arifin (Kabid SMA, Dinas PPO Kabupaten Sikka).

Kepada Majelis hakim, saksi Yohana menjelaskan bahwa pada bulan Oktober 2014 terdakwa Markus Corsini Raring bertemu dengan saksi di sekolah SMK Yapenrais Maumere untuk mengambil ijazahnya. Setelah itu, saksi sampaikan kepada kepala tata usaha SMK Yapenrais Maumere, Maria Da Silva.

Saksi sampaikan kepada terdakwa untuk penuhi syarat-syarat, yakni uang administrasi Rp 2 juta, fotocopi KTP dan pas foto. Dua hari kemudian terdakwa ditelepon saksi Yohana untuk datang mengambil ijazahnya. Saksi Yohana menjelaskan terdakwa benar siswa SPM Maumere tahun 2006 dan tamat tahun 2008. Terdakwa baru datang ambil ijazahnya tahun 2014. Saksi waktu itu sebagai panitia ujian sekolah.

Emanuel Belida Wahon, SH yang ditemui aksiterkini.com setelah sidang, menjelaskan bahwa kliennya tidak bersalah, karena saat mengambil ijazahnya, dia tidak tahu ijazah itu asli atau palsu.  “Klien kami tidak bersalah, karena saat dia mengmbil ijazah klien kami tidak mengetahui ijazah tersebut asli atau palsu. Hak klien kami untuk mengambil ijazahnya, karena sudah melengkapi semua persyaratan yang diminta untuk mengurus ijazahnya. Dan, sekolah berkewajiban memberikan. Karena klien kami adalah siswa dan alumni di sekolah tersebut. Tapi pihak sekolah kenapa memberikan ijazah tahun 2014? Itu tanggungjawab sekolah, karena klien kami tamat tahun 1998, tapi ijazahnya diterbitkan tahun 2014 sesuai tahun pembuatan, tidak berdasar tahun tamat,” katanya.

Seharusnya, sambung Wahon, “Sekolah bongkar arsip ijazah tahun 1998. Setelah ijazah diberikan baru ditarik kembali oleh sekolah dan memberikn ijazah SPM tahun 1998.”

Saksi Yohana menjelaskan Ijazah kedua tersebut didapat setelah arsip sekolah dibongkar.

Saksi Muh. Arifin, dari Dinas PPO Kabupaten Sikka, ketika ditanya oleh majelis hakim terkait kejelasannya di SPM Maumere, menjelaskan bahwa benar Markus Corsini Raring adalah siswa SPM Maumere.

“Benar Markus Corsini Raring adalah siswa SPM Maumere. Masuk tahun 1996 dan selesai tahun 1998. Dan, saudara Markus Corsini Raring pernah dipanggil Dinas PPO Sikka untuk klarifikasi. Kami sudah tegur kepala sekolah SMK Maumere tersebut,” tegas Muh. Arifin.

Sidang ditunda hari Kamis (21/7/2016), untuk mendengar keterangan saksi lanjutan dari Jaksa Penuntut Umum. (osy)

Topik:
News:

1 Comment for Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu; Ternyata Corsini Raring Benar Siswa SPM Maumere

  • Marselinus lewerang says:

    Blanko ijazah 2014 itu dapat dari mana ? Sesuai juknis biasanya cadangan blanko ijazah disimpan di kontor Dinas PPO, itu pun jumlahnya terbatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.