Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Sempat Memanas, Rekomendasi Angket Menjadi Sikap DPRD

Sempat Memanas, Rekomendasi Angket Menjadi Sikap DPRD

(1542 Views) April 26, 2016 5:21 pm | Published by | No comment
tanda tangan angket

Penandatanganan Keputusan Pansus dan Keputusan DPRD atas Laporan Pansus dilakukan di meja pimpinan DPRD Lembata dalam ruang sidang utama DPRD Lembata.

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Kerja panjang dan melelahkan Pansus DPRD Lembata berakhir sudah, Selasa (26/4/2016). Sempat memanas saat paripurna pengambilan keputusan DPRD terhadap Laporan Pansus. Bahkan Wakil Ketua Paulus Dolu dari meja pimpinan memukul meja sambil mengancam Walk Out. Namun, teriakan hura dari masyarakat yang menonton jalannya paripurna menghentikan langkahnya dan Anggota DPRD dari Partai Gerindra kembali menempati kursinya. 

Seperti apakah kesimpulan dan rekomendasi Pansus yang dibentuk sejak Pebruari 2016 tersebut?

Dalam laporannya yang dibacakan Sekretaris , Laurens Karangora, Pansus menyimpulkan  berdasarkan fakta dan data yang diperoleh dari hasil investigasi dan konfirmasi, Eliaser Yentji Sunur sesungguhnya tidak berhak mendapatkan gelar akademik jenjang strata satu (S1) yakni Sarjana Teknik. Karena itu sesuai kewenangannya, Pansus menyatakan Eliaser Yentji Sunur diduga kuat telah menggunakan ijasah yang tidak diakui Negara.

“Lampiran foto copy ijazah menunjukan bahwa ijasah yang bersangkutan dikeluarkan oleh Dekan Fakultas Teknik diketahui Rektor tanpa cap universitas. Padahal, yang berwenang mengeluarkan ijazah adalah universitas dalam hal ini Rektor diketahui Kopertis sebagai lembaga Negara yang member legitimasi atas gelar akademik yang dimiliki,” ujar Karangora yang disambut tepuk tangan masyarakat yang menyaksikan jalannya sidang paripurna tersebut.

Pansus yang diketuai Pieter Bala Wukak itu, juga menegaskan, Universitas Krisnadwipayana Jakarta boleh menyatakan Eliaser Yentji Sunur adalah alumnus kampus tersebut dan telah lulus sarjana teknik (ST), namun dari data yang ada dan bersumber dari kampus tersebut menunjukan yang bersangkutan tidak menempuh tuntutan akademiknya secara tuntas.

Dari kesimpulan itulah, Pansus merekomendasikan agar Lembaga DPRD menggunakan hak angket terkait dugaan penggunaan ijazah palsu dalam proses pencalonan menjadi bupati dan dalam jabatan sebagai bupati.

Pansus yang beranggotakan Petrus Bala Wukak (Ketua), Yakobus Liwa (wakil ketua), Lorensius K. Koli (Sekretaris), Fransiskus Yoseph Wuhan, Leaj Lasarus, Servasius Suban dan Palmasius Gokok menyatakan mendukung proses hukum yang sedang ditangani pihak kepolisian saat ini.

 

Panitia Angket

Meski sudah menyatakan menerima hasil kerja Pansus tersebut dan palu sudah diketuk, namun terhadap rekomendasi Pansus  agar DPRD menggunakan hak angket terkait dugaan penggunaan ijasah palsu dalam pencalonan sebagai bupati dan dalam jabatannya sebagai bupati, terjadi perbedaan pendapat.

Suleman syarif dan Sony Laga, mempersoalkan mekanisme bahkan mengusulkan penyelesaian secara hukum. Namun sebagian besar anggota secara tegas mengatakan DPRD Lembata harus punya sikap. Ketua Pansus Pieter Bala Wukak dan anggota Servas Ladoangin bahkan secara tegas mengatakan siap menerima konsekwensi apapun dari sikap mereka.

“Kami bekerja maksimal, apakah kita semua punya kemauan baik untuk menyelesaikan persoalan ini?” ujarnya. Pieter Bala Wukak juga mengungkap adanya ancaman dirinya dilaporkan ke polisi karena kesimpulan Pansus tersebut. “Saya katakan bahwa saya siap berhadapan dengan proses hukum jika ada yang merasa terusik dan melaporkan saya,” ujar Pieter disambut tepuk tangan.

Dukungan penuh juga disampaikan Haji Muhamad Mahmud dari PKS. Dia menegaskan jika DPRD sudah sepakat menerima hasil kerja Pansus, mengapa mesti mempersoalkan rekomendasi Pansus? “Kita harus hargai kerja Pansus,” tegasnya juga mendapat aplaus dari masyarakat yang mengikuti jalannya paripurna.

Tarik ulur dan rapat sempat diskors. Dan, akhirnya Lembaga DPRD membentuk Panitia Angket yang diketuai Pieter Bala Wukak (merangkap anggota) dan beranggotakan 6 anggota Pansus lainnya. Leaj Lasarus menggantikan Yakobus Liwa sebagai wakil ketua, dan keanggotaan Yakobus Liwa digantikan oleh Fransiskus Limawai. (ona)

Topik:
News:

No comment for Sempat Memanas, Rekomendasi Angket Menjadi Sikap DPRD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.