Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Semoga Jokowi Dilindungi Ama Lera Wulan, Ina Tanah Ekan

Semoga Jokowi Dilindungi Ama Lera Wulan, Ina Tanah Ekan

(415 Views) December 12, 2016 8:38 am | Published by | No comment

Lukisan Joko Widodo yang dilukis pelukis Lembata

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Sesuai adat kebiasaan masyarakat Lamaholot Lembata, demi kesuksesan sebuah hajatan besar seperti Hari Nusantara (Harnus) ini, para tokoh adat Lembata menggelar upacara adat di lokasi itu meminta perlindungan leluhur.

Mereka meminta perlindungan leluhur Lera Wulan Tanah Ekan-Tuhan,  agar kegiatan HARNUS2016, di Lembata digelar dengan sukses. Selain itu, ritual atau seremonial adat ini dilakukan untuk mdilinsuemohon kedatangan presiden Joko Widodo direstui dan dilindungi oleh Lera Wulan Tanah Ekan-Tuhan.

Seperti disaksikan aksiterkini.com, Jumat (9/12/2016), upacara adat itu dilaksanakan di panggung utama Harnus oleh dua tokoh adat Lembata, Nikodemus Nuho dan Markus Muri disaksikan penjabat bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk dan Ketua DPRD Lembata, Ferdinandus Koda.

Kedua tokoh adat itu melakukan seremoni adat dengan tuak, tembako dan bahan-bahan adatnya untuk arwah leluhur Lembata dengan tujuan agar meminta bantuan dan perlindungan mereka sehingga perayaan besar ini dapat berjalan dengan baik dan sukses.

“Ini budaya kita, karena itu kita memberi makan dan minum kepada leluhur Lewotanah, Lera Wulan Tanah Ekan, agar mereka menjaga dan melindungi kita semua terutama seluruh rangkaian acara Harnus yang akan dibuka sore ini dapat berlangsung dengan baik demi kehormatan dan kejayaan tanah Lembata,” jelas Nikodemus Nuho pria berkumis dan janggot panjang ini.

Niko Nuho juga menambahkan yang terpenting dari ritual adat ini adalah memohon restu dan perlindungan bagi Presiden Jokowi oleh Tuhan, Lera Wulan Tanah Ekan.

Bagi Orang Lamaholot, Lembata memiliki keyakinan bahwa beragama dapat memakai segala sesuatu yang ada di sekitarnya sebagai jembatan yang menghubungkan dia dengan Yang Suci atau Yang Ilahi.

Masyarakat Lembata pun demikian. Orang-orang Flores Timur, Alor dan Lembata (Lamaholot) memberi nama kepada wujud tertinggi: Matahari, Bulan, Bumi atau dengan ungkapan asli: Lera-Wulan, Tanah Ekan.

Matahari dipilih sebagai lambang untuk Allah, sebab memiliki kekuatan yang membawa kehidupan. Ia dinamakan Bapa, karena memberi kesuburan kepada bumi dengan cahaya dan hujan dari langit.

Bulan dipandang sebagai lambang dari yang suci, sebab dalam dia terdapat segala perubahan dalam Kosmos dan dalam hidup manusia, seperti pergantian musim, pasang dan surut, hidup dan mati.

Bumi menjadi simbol wujud tertinggi karena dia adalah ibu yang memberi nafkah kepada manusia dan menerima kembali manusia dalam haribaannya sesudah kematian.

Sebelum agama katolik tiba di Flores, masyarakat di setempat telah mengenal Tuhan yang kuasa yang disebut Lera Wulan Tanah Ekan atau Tuhan Langit dan Bumi.

Pada perayaan Harnus 2016 sebelum dimulai, ada kewajiban Orang Lembata untuk memohon restu dan perlindungan.

Bapa Lera Wulan lodo hau, Ema Tanah Ekan gere haka. Tobo Tukan, Pae bawan, Maan Hari Nusantara dan Ama belen Jokowi Sare Mela yang artinya Bapak Lera Wulan turunlah ke diantara kami, Ibu Tanah Ekan bangkitlah ditengah kami, Duduklah di tengah kami, Hadirlah di tengah kami, agar Hari Nusantara berjalan baik dan Lindungilah Bapak Presiden Jokowi). (sandrowangak)

Topik:
News:

No comment for Semoga Jokowi Dilindungi Ama Lera Wulan, Ina Tanah Ekan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *