Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Semifinal Poral Ricuh,  Keputusan ASKAB PSSI Lembata Dinilai Cacat Hukum

Semifinal Poral Ricuh,  Keputusan ASKAB PSSI Lembata Dinilai Cacat Hukum

(1213 Views) November 4, 2016 6:08 pm | Published by | No comment

sepakbolaLEWOLEBA, aksiterkini.com — Semifinal pertandingan sepak bola dalam rangka Pekan Olahraga Lembata (Poral) tahun 2017 yang mempertemukan kesebelasan Persatuan Sepakbola Kecamatan Ile Ape Timur (Persiltim) dan kesebelasan Nagawutun, ricuh. Pertandingan yang sedianya dilaksanakan pada Jumad (4/11) sore, akhirnya dibatalkan.

Penonton pun akhirnya pulang dengan wajah yang kecewa. Pasalnya keputusan Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Kabupaten Lembata nomor 03/PSSI-ASKAB LBT/XI/2016, yang mendiskualifikasikan Persiltim dinilai cacat hukum. Hal ini disampaikan oleh official Persiltim, Matheus Lamak.

“Keputusan Askab tentang penyelesaian surat protes dari tim kecamatan Nubatukan, yang mana menyatakan bahwa kami menggunakan pemain yang tidak sah atas nama Zinedine Zidane itu dalah cacat hukum dan sangat kami tidak terima. Dan, karenanya kami didiskualifikasi, dengan kemenangan kami sebelumnya 3-2 atas Nubatukan dihapus dan dan dinyatakan kalah 0-3 dari Nubatukan. Kenapa dari awal pertandingan kamu tidak protes dan panitia buat rekomendasi? Dan, untuk Zidane ini,  kami sudah buat surat permohonan rekomendasi untuk bermain di Ile Ape Timur tanggal 8 Oktober 2016, yang mana surat itu diterima oleh Firdaus (Pelatiah Nubatukan). Namun satu minggu kami cek katanya surat tidak ada. Kami layangkan lagi surat permohonan, mau ditandatangani oleh Sekcam Nubatukan, namun katanya harus koordinasi dulu dengan Firdaus. Dan, Zidane ini kan tidak dipanggil oleh Nubatukan. Salahkah kami panggil? Dia kan anak Lembata juga. Panitia juga sama cacatnya. Merekomendasikan surat ke Askab tanpa mempertimbangan apa yang kami sampaikan,’ kesal Mateus Lamak.

Pengamat sepak bola yang juga mantan pemain Persebata, Gomes Cartolo Luon, yang juga ada pada saat itu sangat menyayangkan kejadian itu. Menurutnya, Nubatukan tidak sportif menerima kekalahan ini.

“ Ya… tidak gentleman Nubatukan menerima kekalahan ini. Kalah ya kalah. Sudah kalah baru protes lagi, itu salah, kenapa dari awal-awal tidak protes, ketika kalah baru mau ajukan protes. Ini pesta rakyat Lembata. Jangan bikin rakyat Lembata kecewalah. Penonton yang hadir ini juga ada saudara/saudari kita dari kampung-kampung datang mau menonton, apalagi semifinal. Jangan hanya karena satu orang, mengorbankan penonton yang membludak ini. Harusnya berjiwa besar terima kekalahan,” tegas Gomes.

Gomes juga menjelaskan bahwa Zidane itu pemain dari Nubatukan,  namun tidak dipanggil, kecuali dia dipanggil dan namanya ada dalam album tim tetapi tidak bermain untuk Nubatukan. Nah, ini bisa dipersoalkan. Ini kan tidak. Zidane juga anak Lembata, bibit-bibit pemain Lembata ke depan. Ini ajang seleksi juga, jangan sampai ketika ada pertandingan keluar yang direkrut keluarga-keluarga semua. (at04)

Topik:
News:

No comment for Semifinal Poral Ricuh,  Keputusan ASKAB PSSI Lembata Dinilai Cacat Hukum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *