Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Semarak HUT IKA Lembata: Aku Dalam Pusaran Budaya Lamaholot

Semarak HUT IKA Lembata: Aku Dalam Pusaran Budaya Lamaholot

(149 Views) May 22, 2018 1:11 pm | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Aneka kegiatan mewarnai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Ikatan Keluarga Adonara (IKA) di Kabupaten Lembata yang melibatkan 16 peguyuban. Aneka Lomba digelar. Puncaknya, digelar seminar bertajuk: Aku Dalam Pusaran Budaya Lamaholot.

Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Ikatan Keluarga Adonara (IKA) Lembata jatuh pada tanggal 11 Mei 2018. Panitia HUT IKA menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan antara lain, karnaval budaya pada 27 April 2018 yang diikuti 16 paguyuban dalam Kota Lewoleba, pertandingan bola voli antar paguyuban (28 April – 12 Mei 2018) diikuti 16 klub.

Pertandingan bola voli antar paguyuban dimenangkan klub dari paguyuban Ende, yang di final menumbangkan perlawanan paguyuban Sikka sebagai runner up. Juara lll disabet klub dari paguyuban IKA, dan juara lV klub paguyuban lereng Labalekan Lembata.

Rangkaian kegiatan terakhir semarak HUT IKA adalah seminar budaya yang dilaksanakan pada 19 Mei 2018. Seminar bertajuk, Aku Dalam Pusaran Budaya Lamaholot menghadirkan akademisi Felks Sanga, Wara Sabon Dominikus dan Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur.

Menurut Ketua Panitia HUT IKA, Anselmus Asan Ola, dalam sapaan pembukaan seminar bahwa tema yang diangkat adalah hasil sebuah diskusi anak muda IKA mengenai realitas budaya Lamaholot yang berada di pusaran peradaban modern. Menurutnya, diskusi budaya sebenarnya adalah bicara tentang rumah kita, tentang bingkai hidup kita.

Membangun budaya, kata sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata ini, berarti kita mencintai rumah kita, kita menaburkan bingkai hidup kita untuk menjadi suatu pusaran kehidupan yang bermartabat dan beradab sebagai anak Lamaholot dalam membangun Lembata yang kita cintai bersama.

Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa kegiatan seminar budaya ini adalah sebuah episode awal. Karena kedepan akan hadir topik-topik seminar menarik lainnya.

Feliks Sanga menyajikan topik, Revitalisasi Adat dan Peradaban Budaya Lamaholot, dan Wara Sabon Dominikus dengan materi Literasi Matematika Dalam Budaya Lamaholot. Sedangkan Bupati Sunur menyampaikan pokok-pokok pikiran mengenai Kebijakan Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya di Kabupaten Lembata. Seminar dipandu Freddy Tokan selaku moderator.

Dalam pemaparannya, Wara Sabon berpendapat bahwa sesungguhnya matematika telah ada dalam realitas kehidupan budaya Lamaholot. Menurut alumnus magister matematika dari Universitas Adelade Australia ini, realitas tersebut dapat dilihat pada aktivitas orang Lamaholot.

“Mulai dari aktivitas seorang ibu rumah tangga ketika mengatur soal menu makan sebuah keluarga, pemberian mas kawin atau belis orang Lamaholot, aktivitas pertanian, aktivitas tenun ikat, kerajinan tangan dan begitu banyak aktivitas lainnya yang menggunakan hitungan matematika. Hitungan dalam keseharian aktivitas orang Lamaholot tersebutlah sehingga melahirkan bilangan-bilangan matematika dalam budaya Lamaholot.”

Feliks Sanga menyinggung soal adat dan peradaban sekarang lebih menjauhkan manusia Lamoholot dari kebeardaan adat dan peradaban yang telah diturunkan oleh leluhur nenek moyang orang Lamaholot.

“Karena itu perlu menggali dan menghidupkan aktivitas-aktivitas adat yang produktif sehingga tetap memberikan kontribusi yang baik bagi peradaban orang Lamaholot.”

Dalam kesempatan itu, Bupati Sunur memaparkan bahwa pembangunan pariwisata di Lembata tetap memberikan ruang pada perlindungan adat dan budaya Lamaholot. Pemerintah hadir untuk melindungi masyarakatnya termasuk adat dan budayanya. Adanya pariwisata, kata Sunur, hanya sebagai sarana untuk memperkenalkan adat dan budaya Lamaholot kepada publik. Ada begitu banyak tempat wisata baik wisata alam maupun wisata budaya yang belum dikemas secara profesional sebagai destinasi pariwisata di Lembata.

Seperti penangkapan ikan paus di Lamalera, pesona semburan api Gunung Batu Tara, pemandangan mempesona dari Bukit Cinta, batu karang bergambar, pesta kacang, atraksi tinju tradisional, tarian beku dan beberapa temuan peninggalan arkeologis yang perlu dikaji untuk pengembangan pariwisata budaya di Lembata. “Sebagai contoh, seperti wisata penangkapan ikan paus Lamalera, kalau kita mengikuti alur penangkapan ikan paus, maka wisata kita yang ada hanya wisata musiman.”

Pemerintah, kata dia, lagi berpikir bagaimana wisata penangkapan ikan paus Lamalera tidak hanya dijadikan wisata musiman, karena itu jedah waktu menuju pengkapan ikan paus Lamalera harus dikemas sedemikian rupa dengan atraksi-atraksi budaya, sehingga para pengunjung atau wisatawan bisa berkunjung tiap hari ke Lamalera. Begitu pun objek wisata alam lain, seperti bukit cinta, semburan api Gunung Batutara di malam hari yang tiap 20 menit, kalau dikemas dengan atraksi seni dan budaya yang ada sambil menanti datangnya malam akan menjadi sebuah perpaduan yang manis untuk menjadi daerah tujuan wisata.

Terkait peninggalan arkeologis yang ada di Lembata, lanjut Bupati Sunur, Pemerintah Kabupaten Lembata lagi berupaya menggandeng pihak-pihak yang kompeten untuk mengkaji peninggalan arkeologis agar dapat membuka tabir sejarah masa lalu. Hal ini dapat menjadi sebuah literasi sejarah masa lalu masyarakat Lembata yang kelak bisa dijadikan objek wisata purbakala.

Kegiatan seminar budaya ini dilaksanakan di aula Diklat Koperasi Ankara, Sabtu (19/5/2018). Peserta yang mengikuti seminar budaya ini terdiri dari para ketua dan anggota paguyuban yang berada di Kota Lewoleba, para kepala sekolah dan guru, tokoh masyarakat, pemerhati budaya, Kapolres Lembata, anggota legislatif, para pejabat dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Lembata, dan aktivis partai politik.

Setelah dilakukan seminar budaya, dilanjutkan dengan acara penutupan kegiatan HUT IKA ke-21 oleh Bupati Lembata pada tanggal 19 Mei 2018 dan dimeriahkan oleh berbagai acara dan atraksi dari berbagai paguyuban antara lain puisi, fashion show anak-anak, pantomim, tarian dari paguyuban Alor, paguyuban Timor Leste dan tarian gawi dari paguyuban Ende.(Freddy Tokan/Dinas Kominfo Lembata)

No comment for Semarak HUT IKA Lembata: Aku Dalam Pusaran Budaya Lamaholot

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.