Menu Click to open Menus
Home » DESTINASI » Selmi, Guru Hebat Yang Gemar Promosikan Destinasi Wisata Flores Timur

Selmi, Guru Hebat Yang Gemar Promosikan Destinasi Wisata Flores Timur

(695 Views) April 24, 2018 2:57 pm | Published by | No comment

Selmi Koten, Guru Hebat

Siapa yang menyangka kalau guru SD Inpres Weri, Larantuka, Kabupaten Flores Timur ini pernah bercita-cita jadi wartawan? Tapi, kegemarannya mempromosikan destinasi wisata alam di kabupaten paling timur Pulau Flores itulah yang menampakkan nalurinya sebagai juru warta yang potensial. Kendati tak terwujud impiannya menjadi kuli tinta, toh ia terus mempublikasikan foto-foto karyanya untuk mempromosikan destinasi wisata Flotim.

Nama lengkapnya Anselmia Sabu Koten. Di tengah kesibukan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dia terus menyisikan waktu untuk mengujungi destinasi wisata alam di beberapa daerah di Flotim. Sebut saja, Danau Asmara di Tanjung Bunga, Air panas di Kawalilu, Pantai Ina Burak, Pantai Wato Tena, Air Terjun Dai Edun di Adonara atau Tanjung di Solor, sudah didatangi.

Bakat seni Selmi –begitulah wanita berkulit terang ini akrab disapa, sudah mempertunjukkannya sejak tahun 2009 silam. Ketika itu, ia menyabet juara 1 lomba peragaan busana daerah se-Kabupaten Flores Timur, yang diadakan di Paroki San Juan Lebao. Selmi, waktu itu, mewakili Kecamatan Lewolema, kampung halamannya.

Kisah pendidikan dilewatinya penuh lika liku. Setelah menamatkan pendidikan dasar di Blawuk, Nebe, Kabupaten Sikka, Selmi memilih pulang ke kampung halamannya, dan menamatkan pendidikan SMP dii SMP Santu Isidorus, Lewotala. Kemudian, dia melanjutnya pendidikan ke SMAK Frateran Podor, Larantuka, hingga tamat.

Selmi pernah mengeyam perkuliahan di Falkultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) program studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Karena alasan kesehatan, dia memilih melanjutkan pendidikan di PGSD di Universitas Terbuka UPBJ Kupang, dan menamatkan strata satu pada Agustus 2013 lalu.

Sebulan kemudian, tepatnya September 2013, Selmi mengikuti test penerimaan CPNSD di Sumba Barat Daya, dan dinyatakan lulus. Selmi ditempatkan pertama di SD Inpres Poma, Sumba Barat Daya. Tahun 2017, dia minta pindah ke Flotim, dan ditempatkan di SD Inpres Weri, sampai sekarang.

Selmi berfoto dilatari pemandangan air terjun.

Selmi mengaku sangat menyukai musik instrumental dan lagu-lagu slow rock. Pun, ia suka menari. Tak cuma itu. Selmi juga menyukai dan berbakat di dunia photography dan travelling guide. Tak heran kalau dia sangat menyukai alam dan segala kesunyiaannya.

Berkunjung ke alam bebas, menurut Selmi, bisa menemukan banyak inspirasi dan ketenangan di sela-sela kesibukan. Setiap kali berkunjung ke tempat-tempat wisata, kata pertama yang meluncur dari bibirnya adalah “Wah indahnya”. Dia berharap bahwa dengan memperkenalkan wisata Flores Timur, banyak orang tergerak untuk semakin mencintai alam dan memandang alam sebagai karya dari Tuhan yang mendesain alam raya.

“Flores Timur itu indah. Karena  itu, jelajahi dulu alamnya sebelum berpelesir ke wilayah lain,” tandas Selmi penuh semangat.

Guru yang senang akan karya-karya imajinatif seperti puisi dan cerpen ini, menandaskan bahwa menjadi guru berarti melatih banyak kepekaan untuk melakukan banyak hal.

Karena itu, menjadi guru terasa gampang-gampang sulit. Motivasi menjadi guru itu tumbuh ketika dia  dipanggil  “ibu” oleh salah seorang siswa, yang lewat di hadapannya. Kata  “Ibu” itu, pelan-pelan tertanam betul dalam benak serta memantik semangat  pengabdiannya. Antara mengajar dan mendidik, baginya dua hal yang sulit, walaupun porsinya terasa amat berbeda.

“Ketika berhadapan dengan pola pikir, serta latar belakang anak dari keluarga yang berbeda-beda, maka saya  juga berusaha menggunakan metode pendekatan yang berbeda-beda sesuai dengan pola pikir, pola tindak anak-anak tersebut berdasarkan latar belakang mereka yang berbeda-beda pula,” jelas Selmi.

Pengalamannya ketika bertugas di Sumba turut memberi andil dan motivasi yang berarti bagi karirnya sebagai guru. Sebagai guru, ia merasa terpanggil mendekatkan diri dengan anak-anak sekolah. Dan salah satu hal yang pernah dilakukannya adalah membujuk kembali seorang anak di Sumba, yang tidak mau meneruskan sekolahnya karena malu melihat ibunya tidak waras (Gila).

Atas desakan dan inisiatif pribadi, sosok guru yang ulet ini mendatangi rumah anak tersebut. Selmi bahkan sempat dilabrak sang ibu anak didiknya yang sedang tidak waras. Dia dikejar dan dikata-katai. Namun Selmi pantang mundur. Dia terus berusaha menemui anak dan ibunya. Dan, ia sukses. Anak itu telah berhasil menamatkan pendidikan dasarnya.

Sepuluh tahun menjadi guru adalah bekal paling berharga, dimana mental dan daya juang diuji berhadapan dengan anak-anak yang nakal, lucu serta pintar. Apalagi cerita-cerita kocak semisal siswa menulis surat cinta untuk guru. Ini pengalaman-pengalaman menarik.

Selmi menikmati alam dan kesunyiannya.

Dalam mengajar, Selmi yang bercita-cita membangun studio (radio) di Larantuka ini, kerap menggunakan media pembelajaran dengan mengkombinasikan teknologi agar memperkuat daya ingat siswa dengan metode diskusi.

Menjadi guru adalah suatu pekerjaan yang mulia. Karena itu, Selmi berharap agar ilmu yang pernah diberikan kepada anak didiknya dapat menjadi kompas yang membantu mereka untuk berlayar menuju cita-cita masa depan yang mereka impikan. Ah… Selmi. Sunggguh mulia karyanya. Guru memang pahlawan tanpa tanda jasa.(YUP)

No comment for Selmi, Guru Hebat Yang Gemar Promosikan Destinasi Wisata Flores Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.