Menu Click to open Menus
Home » DESTINASI » Rumah Warga Roboh Diguncang Gempa, Rujab Bupati Lembata Jadi Kamp Pengungsi

Rumah Warga Roboh Diguncang Gempa, Rujab Bupati Lembata Jadi Kamp Pengungsi

(1168 Views) October 11, 2017 2:58 am | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Gempa yang mengguncang Pulau Lembata beberapa hari terakhir mulai memakan korban. Sejumlah rumah warga di Ile Ape dan Ile Ape Timur roboh diterjang bebatuan yang terguling dari lereng gunung Ile Lewotolok. Tak ayal lagi, warga pun mengambil langkah mencari lokasi yang lebih aman.

Mulanya, warga Ile Ape dari kawasan Desa Napasabok (Mawa), Desa Desa Bungamuda dan Desa Lamawara mengungsi ke kantor camat Ile Ape di Waipukang, Desa Laranwutun. Sedangkan, di Ile Ape Timur ada juga yang mengungsi ke kantor camat Ile Ape Timur di Lemau. Tapi, mereka kemudian dievakuasi ke kamp pengungsi yang didirikan di rumah jabatan (Rujab) Bupati Lembata di Lewoleba. Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur sejak dilantik, sudah tidak menempati rumah jabatan. Ia memilih tinggal di rumah pribadinya di Kuma Resort, Desa Waijarang, Lewoleba.

Kabid Jambansos Nelson Ndapamerang sedang memberi penjelasan keadaan pengungsi kepada para kadis dan Danramil Lewoleba.

Kabid Jambansos Dinas Sosial dan PMD Lembata, Nelson Ndapamerang, S.Sos menjelaskan bahwa pihaknya sudah menangani pengungsi sejak tanggal 9 Oktober 2017 lalu. “Posisi sekarang di kamp ini (maksudnya Rujab Bupati-Red) sudah ada 530-an jiwa. Mobil masih menjemput dari desa-desa yang minta dievakuasi ke sini. Jumlah pengungsi terus bertambah, sehingga perlu diupdate per jam,” ujarnya, kepada aksiterkini.com, Rabu (11/10).

Dikatakan, pihaknya melayani pengungsi dengan bantuan relawan TAGANA Lembata, aparat TNI dari Koramil Lewoleba serta aparat Satuan Pol PP Lembata. Mobil sampah digunakan untuk melakukan evakuasi pengungsi dari desa-desa di Ile Ape dan Ile Ape Timur, karena keterbatasan kendaraan. Warga Desa Aulesa, Desa Lamagute dan sekitarnya yang semula hendak bertahan di kampung halamannya kini minta dievakuasi. Pasalnya, guncangan gempa beberapa hari terakhir dengan kekuatan hingga 4,9 SR, menyebabkan bebatuan terguling ke badan jalan. Ada juga rumah warga yang roboh diterjang bebatuan. Sedikitnya, sudah ada enam rumah warga yang hancur dihembas batu akibat gempa.

Menurut Ndapamerang, pihaknya mengandalkan stok pangan pada Dinas Sosial PMD untuk memenuhi kebutuhan makan minum pengungsi. “Ada yang datang dengan pakaian di badan. Ini tidak bisa kami layani. Syukurnya, mereka punya keluarga di Lewoleba, sehingga bisa membantu. Mudah-mudahan bisa mendapat respon dari propinsi dan pusat,” ucapnya.

Dinas Sosial PMP membuka dapur umum untuk para pengungsi. Yang menarik, tenaga masak di dapur umum selain relawan TAGANA, juga ibu-ibu pengungsi. “Ibu-ibu pengungsi membantu kami memyiapkan makan minum bagi pengungsi semua,” jelas Ndapamerang.(fre)

 

No comment for Rumah Warga Roboh Diguncang Gempa, Rujab Bupati Lembata Jadi Kamp Pengungsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.