Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Rumah Sakita Bukit Lewoleba Butuh Dokter Anestesi dan Bedah

Rumah Sakita Bukit Lewoleba Butuh Dokter Anestesi dan Bedah

(599 Views) September 10, 2017 3:39 am | Published by | No comment

Romo Kristo Soge, PR bersama para karyawan RSB Lewoleba.

LEWOLEBA, aksiterkini.com Ketua Yayasan Papa Miskin Keuskupan Larantuka, Rm Kristo Soge, Pr mengatakan Rumah Sakit Bukit membutuhkan dokter anestesi dan bedah juga pembangunan Instalasi Pengolah Air Bersih (IPAL) sebagai syarat pelaksanaan Jaminan Kesegaraahatan Nasional.

“Di era yang semakin maju ini, tuntutan sebuah rumah sakit swasta juga harus mengikuti arah perkembangan dan pembangunan serta kebijakan negara. Tantangan pelaksanaan jaminan kesehatan nasional yang mengharuskan sebuah rumah sakit harus memiliki dokter anestesi dan bedah juga pembangunan IPAL adalah tantangan terberat buat kami di Rumah Sakit Bukit,” ujar Rm Kristo

Dikatakan kado terindah di usia emasnya adalah RSB telah melewati tahapan survey akreditasi dasar sesi 2012. Namun dengan perayaan 50 tahun,  keberadaan RS Bukit di Kabupaten Lembata mendapat perhatian seluruh masyarakat, pemerintah dan DPRD dalam membangun dan mengembangkan Rumah Sakit Bukit.

“Kami siap menciptakan komunitas RS Bukit sebagai sebuah rumah yang aman, damai dan unggul serta bersih dan melayani dengan kasih sehingga RSB tetap.menjadi pilihan utama masyaraakat,” ujarnya

Anggota DPRD, Philipus Bediona dalam sambutannya mengatakan pemerintah dan DPRD perlu memikirkan untuk melakukan sesuatu berupa bantuan sarana kesehatan  bagi RSB. Mewakili seluruh masyarakat Lembata kami menyampaikan terima kasih untuk pelayanan RSB selama ini. Juga permohonan maaf jika selama ini tidak diperhatikan. Kepada pendahulu, suster-suster CB yang meninggalkan rumah sakit ini karena sesuatu alasan kiranya dimaafkan.

Permohonan maaf kepada suster-suster CB juga disampaikan Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung dalam sambutannya. Uskup berterima.kasih karena para suster CB tidak meninggalkan Keuskupan Larantuka namun tetap bersama dan berkarya di bidang lainnya.

Asisten 1 Setda Lembata, Nikolaus Padji mewakili Bupati Lembata dalam sambutannya mengatakan pemerintah tetap memiliki perhatian kepada RSB. Salah satu wujudnya adalah tahun ini, sudah dilakukan pengukuran jalan ke RSB juga pemasangan lampu di jalan menuju RSB. “Pemerintah akan perhatikan rumah sakit pertama di Kabupaten Lembata ini.”

Sementara itu, Ketua Panitia Rosmawati Sura Gawen mengatakan, di usianya yang ke-50 tahun, telah banyak dilakukan perubahan fisik gesung dan penambahan fasilitas serta penandatanganan kerjasama dengan dokter spesialis kandungan dan spesialis anak serta pelayanan BPJS. Tak hanya itu, keberadaannya sebagai rumah sakit Katolik tetap dipertahankan dengan pelayanan kerohanian.

Dalam rangka merayakan HUTnya yang ke 50 tahun, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan dan yang paling istimewa adalah survey akreditasi yang berlangsung tanggal 4-5 September 2017.

Acara resepsi ukang tahu  ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun dan juga dimeriahkan paduan suara karyawan/karyawati RSB. (ona)

No comment for Rumah Sakita Bukit Lewoleba Butuh Dokter Anestesi dan Bedah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.