Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » RSUD Kehabisan Kantung Darah, Nyawa Pasien HB Rendah Teracam

RSUD Kehabisan Kantung Darah, Nyawa Pasien HB Rendah Teracam

(236 Views) May 8, 2018 12:42 pm | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Keberangkatan Direktur RSUD Lewoleba, Kabupaten Lembata,  NTT, bersama rombongan 42 Kadis,  23 Anggota DPRD,  ASN dan Masyarakat serta sejumlah jurnalis melaunching festival tiga gunung di Jakarta, masih berbuntut panjang.

Rumah Sakit Umum Daerah Lembata,  sebagai satu-satunya bank darah di Kabupaten Lembata, setelah pengalihan peran bank darah dari PMI,   kini kehabisan kantung darah.  Akibatnya,  keluarga pasien HB rendah yang hendak mendonorkan darah, mengamuk.

Keluarga pasien menuding,  kehabisan stok kantung darah disebabkan Direktur RSUD Lembata, kurang mengontrol stok kantung darah di UTD RSUD tersebut.  Kejadian Senin (7/5) dan Selasa (8/5), Keluarga empat orang  pasien terpaksa batal untuk mendonorkan darah karena UTD tidak mempunyai stok kantung darah.

Keluarga pasien bahkan mengancam akan menggugat Pidana  pihak RSUD Lewoleba jika pasien yang hendak dibantu itu meninggal karena tidak melakukan transfusi darah, menyusul alasan kehabisan kantung darah yang dialami UTD RSUD Lembata.

Yosep Making,  keluarga pasien penderita HB rendah,  kepada aksiterkini.com,  Selasa (8/5) mengatakan,  Pamannya saat ini sedang dirawat inap di RS Bukit Lewoleba karena menderita berbagai penyakit yang diperparah HB rendah, 2,4.

Ketika sudah membawa 10 relawan pendonor yang bergolongan darah B, petugas di Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Lewoleba mengaku tidak bisa melayani donor darah karena kantung darah habis.

“Kemarin, Senin 7 mei, saya bersama 10 pendonor yang disiapkan keluarga,  bersama empat orang keluarga pasien lain dengan suka rela mau mendonorkan darah.  Tetapi saya diberitahu petugas Unit Transfusi Darah, bahwa kantung darah habis.  Ini alasan yang sangat fatal. Saya heran kenapa Direktur RSUD tidak bisa buat pengadaan ketika tahu stok kantung darah mulai menipis. Kami sudah siapkan pendonor tetapi batal hanya karena kantong darah habis kan fatal.  Kalau Paman saya meninggal karena tidak bisa ditransfusi darah,  saya pasti gugat RSUD Lewoleba. Karena teledor,” ujar Yosep Making.  

Making menandaskan, dirinya dijanjikan untuk kembali mendonorkan darahnya pada Selasa (8/5) pukul 09.00 wita karena kantung darah tiba dalam penerbangan dari Kupang. Namun tidak juga tiba. Hingga pukul 12.00,dirinya menunggu di UTD RSUD, namun kantung darah yang dijanjikan petugas belum juga tiba. Yosep Pun kembali ke rumahnya dengan geram.  Ia khawatir pamannya akan meninggal jika tidak segera ditransfusi darah.

Direktur RSUD Lewoleba, Dr Bernard yang dihubungi ihwal kasus kehabisan kantung darah,  mengatakan,  pihaknya sudah melakukan pengadaan kantung darah, namun karena melalui jalur impor, sehingga terlambat sampai ke Lembata.

“Kantung darah sudah tiba di Lembata tadi siang jam 12. Sekarang kantung darah sudah bisa dipakai.  Pelayanan donor darah tetap jalan. Proses pengadaan lama karena kantung darah harus diimpor dari luar negeri,” ujar Direktur RSUD Lewoleba,  Dr Bernard dari Jakarta. 

Ia tidak merinci impor kantung darah dari negara apa. DR Bernard  mengaku usai mengikuti launching tiga gunung, dirinya masih mengikuti kegiatan DEK di Kementerian Kesehatan RI.

Sementara itu, Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Lembata terus melakukan pelayanan e-KTP ke sejumlah wilayah kecamatan meski tanpa Kepala Dinasnya.

“Kemarin pelayanan dokumen kependudukan di Atadei dan hari ini istirahat. Besok tanggal 9 lanjut di kecamatan Lebatukan dan tanggal 11 Mei di Omesuari dan 12 Mei di Buyasuri dan terakhir di Nubatukan. Hari ini juga full sekali masyarakat urus dokumen di kantor,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Wenseslaus Ose Pukan melalui WA dari Jakarta. (san taum)

No comment for RSUD Kehabisan Kantung Darah, Nyawa Pasien HB Rendah Teracam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.