Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Romo Yansen Raring Kritik Pejabat Katolik Takut Kutip Injil Dalam Pidato

Romo Yansen Raring Kritik Pejabat Katolik Takut Kutip Injil Dalam Pidato

(381 Views) November 25, 2018 4:48 pm | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Inilah kritik pedas yang dilontarkan Romo Yansen Raring, Pr terhadap para pejabat pemerintahan yang beragama Katolik. “Sambutan pejabat Katolik, kenapa tidak mengutip injil? Padahal ajaran Yesus memiliki kekayaan metodologi. Apakah karena takut atau karena yang bersangkutan tidak pernah baca injil?” ujarnya.

Dikatakan, hal tersebut berbeda dengan pejabat beragama lain. Mereka selalu mengutip ajaran agamanya ketika berpidato.

Dalam acara talkshow 10 tahun perjalanan Paroki Kristus Raja Wangatoa (PKRW), Rm Yansen  membawakan materi Ajaran Sosial Gereja (ASG). Pemateri lainnya adalah pastor paroki, Rm Wenseslaus Herin, Pr dan Ketua DPP, Karel Kumbala. Acara tersebut dihadiri para tokoh umat, para pengurus lingkungan, OMK dan pengurus paguyuban di lingkup PKRW.

Gereja, kata Rm Yansen, tidak hanya urusan misa. Sebagai bagian dari masyarakat, gereja harus terlibat dalam  berbagai persoalan dalam hidup kemasyarakatan yang majemuk dan berbeda.

Rm Yansen menyebutkan, ada lima prinsip dalam ASG yakni, pertama: penghormatan terhadap martabat manusia. Setiap orang adalah pribadi yang berharga karena diciptakan menurut citra Allah.

Kedua, mengutamakan kepentingan bersama. Ketiga, subsidare. Keempat, solidaritas. Kelima, berpihak pada yang lemah.

Dalam penerapannya, hal yang perlu diperhatikan adalah mengamati, memahami secara mendalam, situasi yang ada dalam masyarakat. Berikutnya, menilai dengan alat ukur nilai. Jadi, bukan menilai dari tampilan lahiriah semata.

Setelah mengevaluasi situasi yang ada, dalam kerangka lima prinsip ASG, lalu perlu ada aksi atau tindakan nyata.

Rm Yansen mengingatkan,  substansi dari 10 tahun PKRW bukan sekedar euforia.  Sembari menjelaskan relevansi ASG dalam kehidupan gereja saat ini, Rm Yansen berujar, “Adakah referensi yang valid, perpustakaan paroki,  agar umat diperkaya dengan berbagai pengetahuan.”

Gereja lanjutnya juga harus memastikan nilai-nilai Lamaholot menjadi landasan hidup bersama. “Dan  desain program pastoral dengan landasan ASG, ” ujarnya

Talk show, Jumat (23/11) tersebut dipandu Ketua Panitia perayaan terpadu, pesta pelindung, HUT PKRW serta natal dan tahun baru, Freddy Wahon dan anggota OMK, Arni Bunganaen.

Acara talkshow ini diselingi hiburan musik akustik dari HipHop Lembata Foundation dan Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Raja Wangatoa. (fince bataona)

No comment for Romo Yansen Raring Kritik Pejabat Katolik Takut Kutip Injil Dalam Pidato

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.