Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Romo Markus Solo Kewuta, Pejabat Vatikan Pertama Dari Indonesia

Romo Markus Solo Kewuta, Pejabat Vatikan Pertama Dari Indonesia

(1895 Views) March 16, 2017 4:18 pm | Published by | No comment

Umat Katolik di Indonesia, bahkan bangsa Indonesia, patut berbangga. Bagaimana tidak? Seorang rohaniwan Katolik berkewarganegaraan Indonusia untuk pertama kalinya menjadi pejabat di Vatikan. Gerangan siapakah dia?

Dia adalah pastor yang punya nama lengkap Markus Solo Kewuta, kelahiran Lewouran, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), 4 Agustus, 1968. Kini dia menjabat Pontifical Council For Interreligious Dialogue di Vatikan.

Markus menyelesaikan SD di Lewouran Flores Timur, dan melanjutkan sekolah di SMP Lewotobi Flores. Selanjutnya, ia masuk Seminari Menengah San Dominggo (Sesado), Flores Timur. Studi filsafat dituntaskan di Sekolah Tinggi Filsafat, Ledalero, Sikka, Flores.

Dari Ledalero, Romo Markus melanjutkan studi Islamology dari Inssbruck University, Austria. Dia juga memperdalam Sejarah Budaya Arab dan Islamologi di Al Azhar University, Mesir. Tak cuma itu. Romo Markus juga mendalami Filsafat dan Teologi di Gregoriana University, Vatican.

Markus Solo Kewuta yang fasih berbahasa: Arab, Italia, Inggris, Jerman, Mandarin, dan Latin, pada bulan Juli tahun lalu, resmi diangkat menjadi anggota Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Agama. Andai ayahnya masih hidup, pastilah ia akan bangga melihat anaknya menjadi orang Indonesia pertama yang duduk dalam jabatan terhormat itu.

Markus lahir di kampung Lewouran, Flores Timur (4/8/68). Ayahnya, Nikolaus Kewuta adalah seorang petani sederhana sementara ibunya Getrurd bekerja sebagai ibu rumah tangga. Kedua orangtua ini telah meninggal dunia.

Ayahnya meninggal tahun 2005. Sedangkan ibunya tahun 1985. Markus adalah anak bungsu dari lima bersaudara.

Pulau Flores, khususnya di kampung halamannya, mayoritas penduduk beragama Katolik. Tidak banyak umat dari agama lain. Markus mulai menyadari kenyataan pluralitas Indonesia melalui buku-buku yang dibacanya. Lelaki yang selalu menjadi juara kelas ini memang rajin membaca sejak Sekolah Dasar. Mulai saat itu, ia juga tertarik mengenal agama lain khususnya Islam.

Keinginan Markus mengenal agama Islam mulai terpenuhi saat mengikuti kuliah Islamologi di Seminari Tinggi Ledalero.

Selesai studi Filsafat di Ledalero, ia meneruskan studi Teologi di Austria (1992-1997). Di Austria, ketertarikannya pada Islam tetap melekat.

Skripsi yang ia tulis juga berkaitan dengan agama Islam, judulnya: Humanisierung der Handhabung des Gesetzes im Koran (Humanisasi Penerapan Hukum Agama Islam dalam al-Qur’an).

Setelah melewati proses screening, termasuk wawancara, Januari 2007, Markus mendapat panggilan untuk bergabung dengan PCID. ”Rasanya seperti mimpi. Saya tak pernah membayangkan dapat bergabung dalam tim Penasihat Sri Paus”, tutur Markus.

Juli 2007, Markus, yang kerap disapa Padre Marco, diterima resmi bekerja di PCID. Ia menempati Desk Dialog Kristen-Islam untuk wilayah Asia, Amerika Latin dan Afrika Sub-Sahara.

Menjadi orang Indonesia pertama yang duduk dalam Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Agama merupakan kebanggaan tersendiri. Markus menyadari, tugas yang diembannya tergolong berat. Ia tak tahu apa yang akan terjadi kelak pada dirinya. Namun, ia tahu bahwa dirinya harus bekerja keras dengan semangat pengabdian total. Itulah sumbangsih yang dapat ia berikan untuk Gerejanya yang ia cintai. (*/katolikkita.blogspot.co.id)

No comment for Romo Markus Solo Kewuta, Pejabat Vatikan Pertama Dari Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.