Menu Click to open Menus
Home » GELIAT DESA » Replikasi Desbumi, Menaker Luncurkan Program DESMIGRATIF

Replikasi Desbumi, Menaker Luncurkan Program DESMIGRATIF

(1354 Views) October 27, 2016 12:01 pm | Published by | 1 Comment

Suasana Audensi Migrant Care, Para Kades Desbumi dengan Menaker di Kantor Kementrian Tenaga Kerja (26/10/2016) Foto MC

JAKARTA, aksiterkini.com – Migrant Care dan mitra kerja sama program Maju Perempuan untuk Mengurangi Kemiskinan (MAMPU) telah menggulirkan Program Desa Peduli Buruh Migran yang disingkat DESBUMI. Sedikitnya 40-an desa di Indonesia dalam skema DESBUMI telah diremikan oleh Menaker Muhamad Hanif Dhakiri, termasuk enam (6) desa di Lembata, yakni desa Tagawiti, Dulitukan, Beutaran, Lamawolo, Lamatokan dan Baolaliduli yang diresmikan Menaker, tanggal  30 Agustus silam.

Bagian Litbang dan Hubungan Kelembagaan Migrant Care Wahyu Susilo, belum lama ini mengungkapkan bahwa sekembalinya dari Lembata dan dalam waktu tidak terlalu lama, Menaker langsung menggulirkan program Desa Migran Produktif yang disingkat DESMIGRATIF. Ibarat gayung bersambut, DESBUMI dan DESMIGRATIF kini menjadi gerakan sinergis untuk memulai perlindungan dan penguatan buruh migran dan keluarganya yang dimulai dari desa. Tentunya ada integrasi perspektif ini dalam tata kelola pemerintahan desa.

Alhasil, Pemerintah Indonesia melalui Mentri Tenaga Kerja Indonesia Muhamad Hanif Dhakiri menyampaikan secara resmi di Jakarta, Senin (24/10) untuk  mereplikasi DESBUMI dengan nama DESMIGRATIF. Tahap pertama DESMIGRATIF akan dikembangkan di 50 Kabupaten/Kota dengan target 100 desa, dimana tiap kabupaten sasar program akan memilih 2 desa sebagai DESMIGRATIF. Desmigratif mengusung konsep pelatihan berbasis masyarakat. Program Desmigratif meliputi pelatihan, produksi, dan pemasaran.

“Program disesuaikan dengan Kemendes one village one product. kita sudah kerjasama dengan Kemendes (Kemendes dan PDT RI) bantuan sarana produksi, KUR (Kredit Usaha Rakyat) juga dengan koperasi,” kata Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri sehabis acara Press Briefing “2 Tahun Kerja Nyata Jokowi-JK” di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Melalui kerja sama yang dijalin dengan sejumlah kementerian/lembaga, Menaker Hanif ingin desa yang banyak menyumbang TKI bekerja di luar negeri dapat diberdayakan. Tidak hanya bagi TKI yang bekerja di luar negeri saja, tetapi pemberdayaan tersebut juga diperuntukan bagi keluarga TKI. Sehingga, masyarakat yang selama ini memiliki ketergantungan terhadap bekerja di luar negeri, memiliki bekal kemampuan dan modal untuk mengembangkan wirausaha di daerahnya. “Jadi Desmigratif merupakan penanganan TKI secara terintegrasi. Ada kerjasama lintas sektor,” lanjut Menteri Hanif.

Selain sebagai upaya pemberdayaan masyarakat desa kantong-kantong TKI, program Desmigratif juga ditujukan untuk melengkapi program perlindungan TKI, Desa Buruh Migran (Desbumi). Dengan konsep ini, pemerintah desa sabagai unit terkecil struktur pemerintahan akan dilibatkan lebih aktif dalam persoalan penempatan TKI. Desa akan menjadi pusat informasi, komunikasi, bagian integral penempatan, hingga koordinasi terhadap perlindungan TKI sejak pra penempatan, hingga purna penempatan. Hal ini juga untuk menunjukkan bahwa negara hadir dalam setiap proses penempatan TKI hingga purna menjadi TKI.

“Balai desa dijadikan sebagai pusat layanan dan perlindungan pertama untuk TKI. Intinya desa harus jadi pusat informasi. Jadi orang kalau mau ke luar negeri harus ke balai desa dulu,” urai Menaker.

Pada pelaksanaanya, dari 50 kabupaten yang menjadi kantong-kantong TKI akan diambil 2 desa. Sehingga, ada 100 desa yang akan menjadi Desmigratif. 100 desa yang menjadi program Desmigratif tersebar di 9 provinsi, yakni Sumatera Urara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Dengan adanya progam ini, diharapkan desa-desa yang selama ini menjadi kantong TKI dapat diberdayakan, sehingga mengurangi ketergantungan untuk bekerja menjadi TKI di luar negeri. Selain itu, program ini diharapkan mampu menekan tindak pidana perdagangan manusia (human trafficking) yang kerap melibatkan masyarakat desa sebagai korbannya.

“Kita akan membawa program desmigratif khusus ke NTT. Rekrutmen itu kan di desa-desa. Ini salah satu upaya mencegah (human) trafficking,” papar Hanif Dhakiri.

 

Kepmen DESBUMI

Direktur Migrant Care Anis Hidayah, Rabu (26/10) malam, mengabarkan melalui telepon selulernya bahwa Menaker Hanif Dhakiri sangat mengapresiasi para Kepala Desa yang memelopori Desbumi sebagai inisiatif baru dan bentuk kontrol desa terhadap mobilisasi warganya. Apresiasi Menaker ini, demikian Anis Hidayah, disampaikan Hanif Dhakiri saat gelar audensi Migrant Care dan sejumlah Kepala Desa dengan Kemenaker di Kantor Kementrian Tenaga Kerja, Rabu (26/10) sekitar pukul 17.20 WIB.

Untuk mempertegas dan menguatkan inisiatif Desbumi itu, Pemerintah melalui Menaker Hanif Dhakiri akan mengeluarkan Keputusan Menteri (Kepmen) tentang Penyelenggaraan Desbumi dan Desmigratif yang meliputi pengasuhan anak, pengelolaan remitansi, training-training enterprenership yang terintegrasi dalam skema Desbumi sebagai suporting systim. “Sementara khusus untuk desa-desa di wilayah NTT, akan dipertegas dengan Kepmen khusus larangan trafficking,” tutur Hanis Hidayah.

Para Kepala Desa yang dilibatkan dalam audensi dengan Menaker Hanif Dhakiri adalah Kades Wonosari Jember Sugeng Pryadi, Kades Dukuhdempok Jember Miftahul Munir, Kades Kuripan Wonoshobo Wahyu, Kades Mergosari Wonoshobo, Kades Krandengan Kebumen Muhrojin Ragil Saputra, Kades Tegalsawah Kerawang, Kades dan Sekdes Indramayu dan pendamping masing-masing dari mitra dan Migrant care.

“Enam Kades di Lembata tidak bisa terlibat dalam audensi ini karena informasi permintaan audensi dari Menaker sangat mendadak (H-1) sehingga Lembata terpaksa absen mengingat jadwal penerbangan,” sesal Anis Hidayah.(Sakeng)

1 Comment for Replikasi Desbumi, Menaker Luncurkan Program DESMIGRATIF

  • KennithChief says:

    I have checked your blog and i’ve found some duplicate content, that’s why you don’t rank high in google, but there is a tool that can help you to create 100% unique content, search for: boorfe’s
    tips unlimited content

Leave a Reply to KennithChief Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.