Menu Click to open Menus
Home » GELIAT DESA » Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Rekomendasikan Desa Lamagute dan Waimatan Direlokasi

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Rekomendasikan Desa Lamagute dan Waimatan Direlokasi

(419 Views) October 14, 2017 5:28 pm | Published by | No comment

Tim peneliti dari Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BPVMBG) Bandung berpose bersama Wabup Thomas Ola Langoday dan Kepala BPBD Lembata, Rolly Betekeneng sebelum terjun ke lokasi terdampak gempa di Ile Ape dan Ile Ape Timur.

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BPVMBG) Bandung, akan segera mengeluarkan rekomendasi kepada Pemkab Lembata berkaitan hasil penelitian yang dilakukan bersama tim BMKG Kupang dua hari belakangan di lokasi terdampak gempa Lembata. Penelitian dilakukan sejak empat tahun silam itu menemukan tingginya kerentanan di Desa Lamagute dan Desa Waimatan terdampak Gempa. Kedua desa itu direkomendasikan untuk segera direlokasi.

Noviardi, staf BPVMBG Bandung kepada aksiterkini.com, Sabtu (14/10) menjelaskan, pemukiman Desa Lamagute dan Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata yang terdampak gempa segera direlokasi.

“Dua Desa itu berada di lembah. Di bagian kiri, kanan dan bagian atas kampung itu dipenuhi bebatuan berukuran besar yang mudah runtuh. Mengingat tingkat kerentanan yang tinggi, ketika diterpa gempa, pemukiman penduduk itu mudah dihantam longsor. Relokasi menjadi pilihan yang bijak. Saat ini belum memakan korban nyawa, lebih baik dicegah,” ujar Noviardi.

Menurutnya, pemukiman Desa Lamagute dan Desa Waimatan itu dapat dialihfungsikan sebagai kampung wisata, pertanian, peternakan atau budidaya garam, bukan untuk pemukiman. Rekomendasi relokasi kedua Desa itu akan segera diserahkan kepada pemkab Lembata.

Suasana Desa Masih Lengang

Disaksikan aksiterkini.com, Sabtu (14/10), setelah diguncang Gempa, Senin (9/10), Selasa (10/10), Rabu (11/10), Kamis (12/10), Jumad (13/10) dan Sabtu (14/10), Desa Lamawara, Desa Napasabok, Desa Lamagute dan Desa Waimatan ditinggalkan warganya.

Kepala Desa Lamawara, Moses Soge menjelaskan dari total 338 jiwa penduduk, 363 jiwa mengungsi. Hanya 25 warga yang menjaga kampung.

Suasana sunyi senyap ditemui di Desa Napasabok. Kami hanya bertemu Bapak Tunibius Hada, seorang warga yang kembali dari pengungsian untuk memberi makan ternaknya.

Hal serupa terjadi di Desa Lamagute. Jalan menuju desa itu masih tertutup material longsor berupa batu berukuran sangat besar. Di sepaanjang jalan menuju Desa tetangga, Desa Waimatan, bebatuan besar masih menutup akses jalan. Untuk melewati jalur tersebut pengendara harus ekstra hati-hati.

Di Desa Waimatan, terjadi retakan besar yang membelah jalan raya. Saya yakin, jika dihempas gempa dengan kekuatan yang sama, jalan itu akan terbelah. Sementara hanya beberapa pemuda masih menjaga kampung itu. Aktivitas wargapun masih terhenti. (Hosea)

No comment for Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Rekomendasikan Desa Lamagute dan Waimatan Direlokasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *