Menu Click to open Menus
Home » OPINI » Puisi Asis Wayongnaen: Lembata, Cahaya dalam Gelap

Puisi Asis Wayongnaen: Lembata, Cahaya dalam Gelap

(396 Views) July 10, 2018 6:44 am | Published by | No comment

Setiba terang,

Kicauan burung menari-nari

Yang tua mengadu nasib

Tengah lautan, di tengah terik mentari berjuang

Keringat melepuh bagai lahar

Duka tak terelakkan, dia racun

 

Ramah alam, ramah budaya katanya

Buram dalam luka

Samar kemerahan

Terseok darah sendiri, dan nadi pun tak bernyawa

 

Benih yang dulu

Tumbuh dalam benalu

Gersang, gundul tak dijama

Rapuh dalam satu senyuman,

Dia racun

 

Pejuang hilang dalam masa

Racun dan kegelapan terus berkeliaran bebas tanpa batas

Kau, pudar dalam sayatan

Cahaya pergi dan tanpa bekas

 

Hati Pribumi membatu

Racun terus berkeliaran

Kelak akan mati dan pergi, Dulu dipuja, disanjung, diagungkan

Sudahi senyum petuah

Hilang tak bernyawa

 

Para pejuangnya luntur dan mundur

Berkobar dalam perapian

Hanya untuk manisan sesaat

Penuh asa, bercampur amarah

Damaikah hati, damaikah Jiwa ?

 

Petuah menangis, amanah dalam tangan kehancuran

Dan akan mati bersama Kegelapan bersama seribu tangisan

***

No comment for Puisi Asis Wayongnaen: Lembata, Cahaya dalam Gelap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.