Menu Click to open Menus
Home » EKBIS » PLN Ancam Bongkar Jaringan Listrik Ke Weilain, Pemkab Hutang Rp 170 Juta Lebih

PLN Ancam Bongkar Jaringan Listrik Ke Weilain, Pemkab Hutang Rp 170 Juta Lebih

(716 Views) March 21, 2017 12:41 pm | Published by | No comment

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Bupati terpilih periode 2017-2022, Eliazer Yentji Sunur mengungkapkan bahwa pemerintah Lembata berhutang Rp 170 juta kepada PLN. Pasalnya, penggunaan listrik sebagai pembangkit utama mengalirkan air bersih dari sumber air Weilain kepada warga di Kedang –Kecamatan Omesuri dan Buyasuri.

Berbicara dalam kesempatan rapat terbatas Bupati dan Wakil Bupati Lembata terpilih 2017-2022 bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di aula kantor Bupati Lembata, Jumad (17/3), Yentji Sunur mengatakan, untuk memasok kebutuhan air bersih warga Kedang, pihaknya akan menganggarkan kembali pembayaran rekening listrik untuk dua pembangkit di Sumber air Weilain senilai Rp 170 juta lebih, tertunggak sejak Juli 2016.

Di tempat terpisah, PT. PLN Persero Cabang Lembata Februari 2017 lalu telah mengeluarkan surat pemberitahuan pembongkaran rampung jaringan listrik yang dipasang guna memompa air bersih dari sumber air Weilain di Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata.

Langkah Pembongkaran rampung itu terpaksa ditempuh PLN setempat menyusul membengkaknya tunggakan pembayaran listrik selama 9 bulan, mencapai Rp.170.300.000.

Manager PT PLN Persero Cabang Lembata, Tarsisius Homo kepada Media Indonesia, Senin (20/3) kemarin mengaku telah mengeluarkan pemberitahuan pembongkaran rampung yang ditujukan kepada Dinas Pekerjaan Umum sejak Februari 2017.

“Pembongkaran rampung artinya semua jaringan termasuk travo dan seluruh dokumen kita cabut, sebab terhitung sejak bulan Juli 2016, pemda menunggak membayar rekening listrik. Kalau 6 bulan pertama pembayaran listrik lancar. Tetapi kami juga diminta oleh Dinas PU untuk menangguhkan pembongkaran rampung. Saya berpikir memberi kesempatan kepada pemerintah untuk membereskan tunggakan itu,” ujar Manager PT PLN Persero cabang Lembata, Tarsisius Homo.

Disebutkan, di Weilain, pihaknya memasang dua unit travo berkekuatan164 KVA untuk membantu membangkitkan 2 unit pompa. Pemkab Lembata melalui Dinas PU harus membayar 1 unit pembangkit per bulan tanpa dipakai senilai Rp. 9.600.000. Sehingga pemda harus membayar total 2 unit pembangkit senilai Rp.19.200.000 per bulan. Sejak bulan Juli 2016 hingga Bulan Maret 2017, total tunggakan selama 9 bulan mencapai Rp.170.300.000.

“Memang proyek ini dibangun oleh Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tetapi pembayaran rekening listrik ditanggung Dinas Pekerjaan Umum. Kita menanti sampai selesai bulan Maret, jika tidak dibayar kita lakukan pembongkaran rampung. Pemda bisa pasang kembali jaringan tetapi dengan perhitungan sebagai pelanggan baru, tentu lebih mahal. Saya harap ada langkah bijak mengatasi Kebutuhan warga di satu sisi tetapi tanggungjawab pemerintah di sisi lain,” ujar Tarsisius.(San Taum)

No comment for PLN Ancam Bongkar Jaringan Listrik Ke Weilain, Pemkab Hutang Rp 170 Juta Lebih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.