Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Pleno Hari Kedua Tanpa Aksi Massa Menolak Hasil Pilkada Lembata

Pleno Hari Kedua Tanpa Aksi Massa Menolak Hasil Pilkada Lembata

(776 Views) February 23, 2017 5:13 am | Published by | No comment

Suasana dalam ruang rapat pleno KPU Lembata. Para saksi dan wartawan serta undangan yang masuk harus menunjukkan tanda pengenal. Bahkan, panwaslih maupun anggota PPK yang masuk harus menunjuk tanda pengenal.

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lembata terus melanjutkan rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil perhitungan perolehan suara Pilkada 2017. Jika pleno hari pertama, kemarin, diwarnai aksi massa paket TITEN, hari ini, pleno berlangsung tanpa aksi massa. Akan tetapi, penjagaan di jalan masuk kantor KPU Lembata tetap dijaga ketat aparat keamanan.

Pantauan aksiterkini.com, Kamis (23/2/2017), ratusan aparat kepolisian berseragam anti huru hara tetap berjaga-jaga di sekitar kawasan kantor KPU Lembata. Bahkan, di satu-satunya jalan masuk ke kantor KPU Lembata, berjubel aparat kepolisian. Mereka sudah bersiaga sejak pagi, kendati rapat pleno KPU baru dimulai pukul 10.00 Wita.

Reaksi masyarakat Lembata, khususnya di Lewoeba, beragam terhadap aksi massa pendukung paket TITEN dan VIKTORI. Ada yang mendukung dan berharap agar KPU bisa memperhatikan aspirasi yang disampaikan massa yang beraksi, tapi ada pula yang bersikap beda. Mereka yang berseberangan dengan aksi massa, sebagian mengharapkan agar semua pihak menerima hasil Pilkada 15 Februari 2017. Ada juga yang mengharapkan agar digugat melalui jalur hukum jika ditemukan adanya bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan paket SUNDAY, yang sudah memenangi perolehan suara rakyat.

Beredar kabar kalau paket TITEN dan VIKTORI akan menempuh langkah hukum, baik ke Bawaslu Pusat, Dewan Kehormatan Penyeleggara Pemilu (DKPP), serta mengadu ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Gubernur NTT. Salah satu kasus yang dipersoalkan adalah surat Kemendagri tentang pelanggaran yang dilakukan Eliaser Yentji Sunur dan surat rekomendasi Panwaslih Lembata tentang pembatalan calon atas nama Eliaser Yentji Sunur, yang tidak dieksekusi oleh KPU Lembata maupun KPU NTT.

Materi yang dipersoalkan terakhir ini disikapi berbeda-beda di kalangan masyarakat. Ada yang memandang paket TITEN dan VIKTORI sudah terlambat mempersoalkan masalah, tapi ada juga yang berharap agar masalah ini dimunculkan agar bisa memperoleh kepastian hukum. Yang pasti, menurut sumber aksiterkini.com, ada paket yang sudah mendaftarkan pengaduannya ke DKPP. Ya, “Kami sudah mendaftarkan laporan atas masalah itu ke DKPP di Jakarta,” ucap sumber yang tak mau namanya diberitakan.

Sejumlah kalangan berharap agar rekapitulasi dan penetapan pasangan calon terpilih tidak menimbulkan gejolak yang bersifat anarkhis. “Kami mau jualan bagaimana kalau situasinya ribut rusuh,” ujar Siti, seorang pedagang ikan keliling.(at01/fincebataona)

Topik:
News:

No comment for Pleno Hari Kedua Tanpa Aksi Massa Menolak Hasil Pilkada Lembata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.