Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Pilkada Lembata Tanpa Quick Count

Pilkada Lembata Tanpa Quick Count

(654 Views) February 11, 2017 8:26 am | Published by | No comment

Piter Payong, Ketua KPU Lembata (Tengah) (foto:sandro)

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Pilkada Lembata yang berlangsung 15 Februari 2017, dirasa tidak menarik. Pasalnya, tidak ada satu lembaga survei pun yang melakukan perhitungan cepat atau lazim disebut dengan Quick Count.

Pilkada ini dipastikan diikuti oleh lima pasangan calon. Empat pasangan calon bertarung menggunakan kendaraan partai. Sementara satu pasangan bertarung lewat jalur independen.

Sayangnya Pilkada di Negeri Ikan Paus ini tidak menarik perhatian lembaga survei yang selama ini melakukan survey dan perhitungan cepat.

Tidak satu pun lembaga survei yang melakukan perhitungan cepat atau quick count ini, dibenarkan oleh Ketua KPU Lembata, Piter Payong, kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu, 11 Februari 2017.

“Pilkada Lembata 2017, tidak ada quick count. Memang kemarin ada satu lembaga yang bersurat ke kita, akan tetapi ketika dihubungi oleh Pak Nabas (komisioner KPU Barnabas Marak-Red), mereka bingung dan kita putuskan untuk tidak menindaklanjuti surat mereka,” jelas Payong.

Lebih jauh, Payong menegaskan, dalam aturan PKPU, bahwa apabila ada lembaga survei yang melakukan perhitungan cepat atau Quick Count, maka Lembaga tersebut harus bersurat ke KPU setempat, dengan menyertakan profil lembaga dan dokumen asli.

“Dan ternyata salah satu lembaga dari Jakarta yang bersurat ke KPU Lembata untuk melakukan perhitungan cepat, lampiran profil dan dokumen bukan asli tapi foto copi,” jelas Payong.

Disinggung apakah ada pasangan calon yang menyewa lembaga survei untuk perhitungan cepat, Payong menegaskan, apabila ada paket yang menggunakan lembaga untuk quick count lembaga tersebut harus dilaporkan ke KPU oleh tim sukses paket tersebut. Dan sampai dengan hari ini, Sabtu, 11 Februari 2017, tidak ada paket calon yang melaporkan soal itu.

Ya, “Sampai dengan hari ini, tidak ada pihak pihak atau lembaga yang melaporkan kepada KPU untuk quick count. Untuk itu, apabila tanggal 15 Februari ada yang melakukan perhitungan cepat, itu lembaga ilegal,” ungkap Payong.

Payong pun meminta kepada seluruh paket dan pendukung agar tidak boleh mengklaim kemenangan sebelum pengumuman resmi dari KPU Lembata. Sebab, bila ada yang mengklaim menang pada tanggal 15 Februari 2017, tidak akan bisa dijadikan rujukan. Rujukan pengumuman dan penetapan paket menjad kewenangan KPU Lembata.

Sekedar diketahui, paket yang maju dalam pilkada Lembata adalah Herman Wutun – Vian Burin, Paket TITEN Nomor urut 1 yang diusung Gerindra dan PKS. Viktori, Viktor –Nasir, yang diusung PDIP-PKB dinomor urut 2. Lukas Lipataman – Ferdinandus Leu, diusung Partai Demokrat – PAN di nomor urut 3 dengan tagline WINNERS. Paket dari Jalur independen, Hanny Chandra – Linus Beseng yang dikenal HALUS nomor 4. Dan Paket yang diusung Koalisi Golkar-Nasdem, Yentji Sunur – Thomas Ola, SUNDAY diurutan 5. (sandrowangak)

Topik:
News:

No comment for Pilkada Lembata Tanpa Quick Count

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.