Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Pilkada Lembata, Pleno KPU Nyaris Ricuh

Pilkada Lembata, Pleno KPU Nyaris Ricuh

(1473 Views) February 22, 2017 8:25 am | Published by | 1 Comment

Suasana rapat pleno di tingkat KPU Lembata, Rabu (22/2/2017). (foto: fincebataona)

LEWOLEBA, aksiterkini.com Rapat Pleno Rekapitulasi, penetapan dan pengumuman hasil penghitungan suara Pilkada Lembata tingkat kabupaten, Rabu(22/2) nyaris ricuh. Ini terjadi saat Ketua KPUD, Petrus Payong Paty setelah membacakan Tatib langsung melanjutkan rapat. Sementara saksi Titen dan Viktori menginginkan Tatib harus ditawari kepada peserta rapat dulu untuk disepakati bersama terlebih dahulu.

“Kalau seperti ini semakin membuat kami curiga, ada apa ini?” tanya saksi Titen, Bernadus Sesa Manuk.

“Kami juga mempersoalkan hak bicara saksi yang dibatasi hanya dua orang. Kalian (KPUD) undang kami empat orang. Kalau itu aturan hanya dua orang artinya KPU sendiri juga melanggar aturan,”  ujar Sebastianus Muri saksi paket Viktori.

Belum sempat ditanggapi dari meja pimpinan, saksi Viktori Servas Ladoangin mengingatkan KPUD agar menciptakan suasana yng nyaman dan menyenangkan agar proses Pleno berlangsung terhormat. “Kemenangan itu sudah ada. Tetapi kita juga harus saling menghormati. Kami tidak datang dengan struktur juru bicara siapa karena itu mestinya tidak boleh dibatasi hak bicara. Kalau begini caranya, kami patut mencurigai Pilkada Lembata tidak bersih,” ujar Ladoangin.

Saksi Titen, Silvester Wutun bahkan memukul meja dan meminta Tatib di foto copy dan dibagi kepada saksi.

Dalam suasana debat kusir, salah seorang anggota PPK Kecamatan Ile Ape yang duduk di kursi undangan dalam ruangan minta bicara. Permintaan itu langsug mendapat tanggapan dari saksi lainnya yang meminta pimpinan agar yang tidak memberi kesempatan bicara pada orang yang tidak berkepentingan.

Ketua DPRD Lembata, Ferdy Koda mendadak mendekati anggota PPK dan marah-marah. “Kau ada hak apa?” tanya Ferdy Koda yang juga mempertanyakan mengapa hanya soal foto cooy Tatib saja tidak dilayani.

“Memang tidak ada uang kah? Jangan bikin susah masyarakat Lembata dengan hal-hal begini,” ujarnya dengan suara tinggi sambil mengacungkan taangan ke arah meja pimpinan yang ditempati Komisioner .

Ferdy lalu diamankan Kapolres Arsdo Simatupang dan beberapa anggota yang duduk berdekatan dengannya. Aparat keamanan yang berada di luar ruangan langsung menyerbu masuk dalam ruangan.

Setelah suasana mulai mereda dan ruangan diminta disterilkan. Ketua KPUD Petrus Payong Pati menegaskan sesuai PKPU nomor 15 thn 2016, saksi hanya dua orang. Dan, Tatib hanya untuk KPU, Panwaslih. Saksi hanya diminta hadir dan mengikuti Tatib.

“Jika kami melanggar, silahkan adukan kami ke DKPP. Saksi hanya mempersoalkan hasil hasil rekapitulasi jika ada perbedaan angka. Jadi tidak ada kesepakatan dalam hal Tatib, ” ujar Pati

Meski sempat memanas, dan Ketua KPUD sempat membacakan Tatib yang menyebutkan jika saksi sudah ditegur tiga kali maka harus tinggalkan ruangan namun pleno akhirnya dilanjutkan. Hingga berita ini ditulis pkl 16.00 Wita, Rapat Pleno masih berlangsung. (fince bataona)

Topik:
News:

1 Comment for Pilkada Lembata, Pleno KPU Nyaris Ricuh

  • syathir.sahar says:

    semoga daeah lembata melahirkan pemimpin pilihan hati nurani rakyat…….rakyat sdh dewasa dalam berpolitik……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.