Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Persiapkan Kontraktor Lokal; WINNERS Siapkan Program Wajib untuk Petani

Persiapkan Kontraktor Lokal; WINNERS Siapkan Program Wajib untuk Petani

(644 Views) December 17, 2016 8:56 am | Published by | No comment

Paket WINNER, Lukas Lipataman – Ferdinandus Leu

LEWOLEBA, aksiterkini.com Pengkaderan kontraktor lokal menjadi sangat penting karena kemitraan dengan pihak ketiga akan terus berlangsung sepanjang pembangunan dilakukan. Winners memandang perlu memunculkan, membimbing dan mempersiapkan orang-orang Lembata yang memiliki minat dan kemampuan untuk menjadi kontraktor.

“Kita tidak bisa membiarkan kontraktor itu tumbuh secara alamiah tetapi harus ada intervensi dari pemerintah untuk mendorong dan menumbuhkan masyarakat Lembata untuk menjadi kontraktor.”

Perencanaan juga harus satu tahun mendahului pekerjaan fisik, sehingga pembangunan fisik tidak dilakukan pada musim hujan yang mengakibatkan kualitas pekerjaan buruk. “Aspal yang dikerjakan enam bulan kemudian sudah rusak,” ujar Calon Bupati Winners, Lukas Lipataman Witak menjawab moderator Dwi Anggia soal buruknya infrastruktur jalan di Kabupaten Lembata.

Dalam debat pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Lembata yang digelar KPUD Lembata, Kamis (15/12), calon Wakil Bupati, Ferdinandus Leu juga memastikan, jika terpilih, soal HPS (Harga Pasaran Setempat) akan menjadi perhatian serius. Kontraktor, katanya, mengeluh soal HPS material lokal seperti batu, pasir dan lain-lain yang tidak mengalami perubahan selama 10 tahun terakhir.

Asal tahu saja, nilai pekerjaan di seluruh Lembata ditetapkan dengan standar biaya yang sama. Padahal, kondisi di wilayah masing-masing berbeda. Akibatnya, mutu pekerjaan pemerintah di daerah yang jauh dari kota Lewoleba dan jauh dari kuari, akan sangat berbeda.

Selain itu, kontraktor lokal sering mengeluhkan perhatian pemerintah daerah terhadap mereka. “Sehingga kita perlu memperhatikan mereka (kontraktor lokal-Red). Kontraktor itu mitra pemerintah daerah. Mereka perlu dibina agar bisa lebih profesional,” tandas Ferdinandus Leu.

Paket WINNERS mencanangkan ketahanan ekonomi rumah tangga petani Lembata secara progresif dengan sejumlah program yang wajin dilaksanakan masyarakat tani. “Ada program wajib tanam dan wajib pelihara. Petani harus tanam tanaman tertentu sesuai karakteristik tanah pada wilayahnya. Juga, mereka wajib pelihara mulai ayam, kambing, dan bagi non muslim beternak babi, dan terakhir sapi,” tegasnya.

Khusus sapi, Cabup Lukas Witak mencanangkan Lembata menjadi produsen sapi Bali murni. “APBD II kita cukup untuk membantu petani kita bangkit dan membangun ketahanan ekonomi rumah tangganya,” tandas dia.

Menjawab pertanyaan paket Viktori soal konsep program wajib, Lukas Lipataman menjelaskan bahwa mereka akan memulai dari hulu. “Selama ini kita bekerja di hilir. Kami mau dari hulu, baru bisa menopang yang lain-lain, termasuk pariwisata,” tandasnya.

Ketika cabup Viktori, Viktor Mado Watun dan wakilnya, Nasir Laode mendesak soal konsep wajib, Cawabup Winners, Ferdinandus Leu menjelaskan program wajib yang dicanangkan paketnya. “Tanaman yang kita wajibkan untuk ditanam, selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pasar, juga dipersiapkan untuk makanan ternak. Dan, untuk bisa berproduksi secara baik maka dilakukan persiapan lahan yang baik, bibit dan termasuk pendamping lapangan, baik pendamping pertanian maupun peternakan. Ini semua harus masuk dalam rencana anggaran di APBD II,” jelas Ferdinandus Leu.

Lebih jauh, dia menyatakan, pemerintah daerah juga perlu mengendalikan tata niaga komoditi pertanian agar tidak merugikan petani di desa-desa.

Ferdinandus Leu mengaku heran karena paket Viktori terus mempersoalkan “konsep”. Sehingga dia agak menyindir seolah-olah Viktori tidak memahami konsep yang sedang dijelaskan.

Khusus untuk nelayan, Ferdinandus Leu menjelaskan bahwa keluhan yang dirasakan selama ini menyangkut ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). “Pemerintah di bawah Wnners, bertekad untuk memastikan bahwa nelayan harus tetap dapat melaut setiap hari tanpa kesulitan BBM. Karena itu, kita perlu SPBU khusus untuk nelayan,” tegasnya.

Cabup WINNERS dan Cabup VIKTORI sempat bersitegang, karena Cabup Viktori, Viktor Mado Watun menyatakan tidak pernah meninggalkan ruang siang Dewan, sementara dia menohok Cabup Winners saat menjadi Asisten II Setkab Lembata pernah meninggalkan ruang siang. Kontan saja, Cabup Lukas Witak menyentak, “Saya menyelamatkan pemerintah. Saya meninggalkan ruang siang atas perintah bupati,” tandasnya.

Suasana debat berubah memanas. Ferdinandus Leu langsung menohok, “Apakah sikap berbeda yang bapak calon bupatu Viktori tunjukkan itu sama juga dalam kasus K2 (CPNS kategori dua-Red)?”

Viktor Mado malah balik menuding bahwa masalah itu lebih diketahui oleh Asisten yang membidangi masalah itu. Dia tampak menghindar dan tak mau bicara panjang lebar soal K2. Kendati sebetulnya, ketika mencuat, Wabup ditugaskan memimpin tim verifikasi dokumen, walau sudah dinyatakan lulus seleksi tertulis. (at01/at02)

Topik:
News:

No comment for Persiapkan Kontraktor Lokal; WINNERS Siapkan Program Wajib untuk Petani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.