Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Pernakah Ketua Panwaslih Lembata Ketemu Yentji ?

Pernakah Ketua Panwaslih Lembata Ketemu Yentji ?

(1136 Views) November 7, 2016 5:36 am | Published by | No comment
ali-kedang

Ali Kedang, orator dari FP2L

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Ketua Panwaslih Kabupaten Lembata, Rafael Boli Lewa, dicurigai bertemu dengan salah satu Calon Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur.

Pertemuan itu tercium dan diungkap oleh aktivis Forum Penyelamat Lewotana Lembata (FP2L), saat melakukan aksi damai di depan Kantor Panwaslih Lembata di bilangan Wangatoa, Senin (7/11/2016).

Ali Kedang, salah satu orator FP2L dalam orasinya membeberkan informasi bahwa Ketua Panwaslih Kabupaten Lembata, Rafael Boli Lewa, disinyalir bertemu dengan Yentji Sunur di rumah Benediktus Lelaona alias Ben Tenti.

Kedang menegaskan informasi yang disadap oleh FP2L ini bisa benar, bisa juga salah.

“Dan karena informasi ini bisa benar, bisa juga tidak benar maka saya minta Ketua Panwaslih untuk naik ke atas pick up untuk melakukan klarifikasi soal informasi itu,” tegas Ali Kedang.

Menunggu klarifikasi dari Ketua Panwaslih Lembata, yang berdiri bersama dua komisioner lainnya berdiri tidak bergeming.

Pantauan media ini, beberapa saat setelah penyampaian orasi Ali Kedang, Ketua Panwaslih Lembata, tidak naik ke ke atas Pick Up yang dipakai sebagai panggung orasi.

Orator lain, Alex Murin, lalu menggantikan Ali Kedang untuk melakukan orasi.

Permintaan Alex Murin juga sama meminta Ketua Panwaslih untuk melakukan klarifikasi.

Murin menjelaskan, Panwaslih Lembata ketika melakukan rekomendasi kepada KPUD tidak secara tegas dan terbuka soal hasil konsultasi ke Bawaslu RI.

Menurut Murin, Panwaslih Lembata adalah lembaga pengawas maka mesti secara terbuka memberitahukan hasil konsultasi.

Bagi Murin, paket SUNDAY, Eliazer Yentji Sunur – DR. Thomas Ola Langoday, jelas melanggar pasal 71 ayat (2) Undang Undang Nomor 10 Tahun 2016.

Karena itu, Murin meminta agar panwaslih memberikan keputusan untuk membatalkan paket SUNDAY karena Yentji Sunur melanggar pasal 71 Undang Undang 10 Tahun 2016.

“Dan bila panwaslih memutuskan bahwa Yentji Sunur, tidak melanggar pasal 71 undang undang 10, maka harus juga memberitahukan rujukannya dengan jelas,” tegas Murin.

Setelah melakukan orasi, perwakilan FP2L sebanyak 10 orang diminta masuk ke dalam ruangan untuk berdialog dengan ketua dan komisioner Pamwaslih Lembata.

Utusan FP2L itu adalah Ali Kedang, Asten Kares, Alex Murin dan Pater Vande Raring, SVD. (sandrowangak)

Topik:
News:

No comment for Pernakah Ketua Panwaslih Lembata Ketemu Yentji ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.