Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Perkenalkan Leva Nua, Perempuan Biasa Gelar Diskusi dan Pemutaran Film Leva

Perkenalkan Leva Nua, Perempuan Biasa Gelar Diskusi dan Pemutaran Film Leva

(272 Views) June 25, 2018 8:31 am | Published by | No comment

Ny. Maria N. Sadipun menyerahkan novel Lamafa kepada salah satu peserta diskusi. (foto: dok perempuan biasa)

KUPANG, aksiterkini.com – Leva Nua merupakan tradisi penangkapan ikan paus di kalangan masyarakat Desa Lamalera A dan Desa Lamalera B, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, sejak abad ke-14. Kini, leva nua jadi kontroversi gara-gara adanya larangan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkaitan dengan konservasi laut Sawu. Tapi, Komunitas Teater Perempuan Biasa justeru mengkampanyekan tradisi Leva Nua. Ini dilakukan agar tidak terjadi salah kaprah terhadap tradisi leva nua.

Komunitas Teater Perempuan Biasa besutan Doktor Lanny Isabella Koroh, MHum menggelar pemutaran film dan diskusi bertajuk: “Ina Leva”, yang berarti Ibu Laut, di Komodo Ballroom, Kantor DPD Perwakilan NTT, Kupang, Sabtu (23/6/2018). Kegiatan ini dihadiri pula istri Dr. Thomas Ola Langoday, Wakil Bupati Lembata, Ny. Maria N. Sadipun.

Pater Charles Beraf, SVD memberikan Novel Lamafa kepada seorang peserta diskusi. (Foto: Dok Perempuan Biasa)

Tampil sebagai narasumber, Pater Charles Bheraf, SVD, rohaniwan Katolik kelahiran Lamalera yang kini menjadi pastor Paroki Detukeli, Keuskupan Agung Ende. Charles Beraf dikenal sebagai rohaniwan yang aktif menulis tentang sastra dan budaya Lamalera.

Sebelum pemutaran film, sekitar pukul 17.15 Wita, Lanny Koroh, doktor budaya asal Pulau Sabu, membacakan puisinya Pater Bruno Dasion yang kini bertugas di Jepang, “Kembalikan Lamaleraku”.

Dua film tentang :Lamalera berjudul “Lamalera Tua” dan “Ina Lefa” disaksikan secara serius oleh 46 peserta diskusi. Seusai menonton, peserta terlibat dalam diskusi yang dipandu langsung oleh ketua panitia kegiatan, Katarina Kewa Sabon Lamablawa. Diskusi ini semakin menarik dan meriah dengan dihadiahkannya lima buah novel Lamafa karya Fince Bataona kepada kelima peserta diskusi yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan moderator.

Doktor Lanny Koroh ketika ditanya mengenai alasannya menginisiasi kegiatan ini, mengaku ingin mengangkat dan memperkenalkan tradisi Leva dari Lamalera kepada kalangan masyarakat yang lebih luas.

Doktor Lanny Koroh sedang membacakan puisi “Kembalikan Lamaleraku. (Foto: Dok Perempuan Biasa)

Secara khusus Teater Perempuan Biasa menyoroti filosofi Ina Leva, dimana masyarakat Lamalera melihat laut sebagai ibu dan sumber kehidupan. Laut tidak sebatas menjadi sumber mata pencaharian, tetapi juga menjadi suatu sumber sistem jaminan sosial bagi masyarakat, khususnya para janda dan yatim piatu.

Reno Matrecano, salah seorang peserta kegiatan, mengapresiasi inisiatif Perempuan Biasa untuk memperkenalkan budaya ini, sehingga tidak akan luntur dari ingatan generasi muda masa kini. Reno mengaku senang dan terus mendukung langkah Perempuan Biasa kedepan.

Rencananya, Perempuan Biasa masih akan menggelar beberapa rangkaian kegiatan menjelang malam Puncak Panggung Teater Perempuan Biasa III pada 17 Juli mendatang, antara lain Seminar Internasional dan Bakti Sosial.(*/fre)

No comment for Perkenalkan Leva Nua, Perempuan Biasa Gelar Diskusi dan Pemutaran Film Leva

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.