Menu Click to open Menus
Home » NASIONAL » Penting, Informasi Tentang Migrasi Aman, Bahaya Trafficking dan Perbudakan Modern

Penting, Informasi Tentang Migrasi Aman, Bahaya Trafficking dan Perbudakan Modern

(810 Views) June 16, 2016 7:16 am | Published by | No comment

seminarLEWOLEBA, aksiterkini.com – Seminar dengan tema “Pentingnya Informasi Migrasi Aman, Bahaya Trafficking dan Perbudakan Modern” yang digelar di halaman sekolah SMA PGRI Lewoleba, Senin siang (14/6) oleh Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS), Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kepemimpinan (MAMPU), dan Migrant Care.

Seminar ini menghadirkan Direktur Execitif Migrant Care, Anis Hidayah, Korvandus Sakeng (Koordinator Program), Elisabeth Elson (Team Leader Program MAMPU), Dian Wisnu (Komisi HAM ASEAN), Melani Subono (Artis/Duta Anti Perbudakan) sebagai nara sumber. Seminar dibuka oleh Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Watuh, SH.

Dalam materi yang dipaparkannya, Anis Hidaya mengungkapkan beberapa modus human trafficing yang sering digunakan untuk perekrutan. Diantara beberapa modus itu yang lebih sering digunakan adalah tawaran beasiswa untuk pelajar. Untuk itu, kaum muda diharapkan untuk lebih giat menggali informasi apabila ada tawaran beasiswa.

Selain tawaran beasiswa, modus lain yang juga sering digunakan adalah tawaran pekerjaan dengan gaji yang tinggi dan tawaran magang di perusahaan. Dian Wisnu sebagai Komisi HAM ASEAN juga menekankan hal yang sama. “Kita sudah tidak lagi sulit untuk mengakses internet. Oleh karena itu, harusnya kita lebih sering mengakses atau mencari tahu sesuatu terlebih dahulu lewat internet sebelum mengambil keputusan. Perlu diketahui bahwa ada beberapa negara yang tidak menandatangni Konvensi soal ketenagakerjaan,” tandasnya.

Dian mengambil contoh Singapura. “Di Singapura gaji tenaga kerja ditentukan oleh pihak Singapura, tidak ada kontrak kerjasama soal upah, sehingga apabila bekerja di Singapura dan mendapatkan upah yang kecil maka itu sudah demikian, tidak bisa diganggu lagi, karena kewenangan sepenuhnya ada pada mereka dan tidak bisa diintervensi oleh ASEAN,” ujar Dina Wisnu seraya menjelaskan bahwa korban yang paling banyak adalah dari kaum permpuan dan anak-anak.

Sementara itu, Elisabeth Elson perwakilan Team Leader Program MAMPU, menjelaskan bahwa sebagai perempuan harusnya kita tidak kalah bersaing dengan kaum laki-laki, kita sebagai perempuan juga bisa menjadi pemimpin di berbagai organisasi. “Jangan pernah minder atau malu untuk memimpin, walaupun kita sebagai perempuan,” pesan Elisabet Elson.

Korvandus Sakeng sebagai satu-satunya pemateri asal Lembata, menginformasikan kalau di Lembata sudah ada Perda soal buruh Migran, yang mana isi perda ini sangat diparesiasi oleh pihak kementrian karena di rasa sangat komplit dan sejalan dengan apa yang diharapkan. “Hanya saja, belum ada perbupnya dan kami sedang upayakan itu,” terang Kor di hadapan Wakil Bupati Lembata dan hadirin yang ada.

Seminar ini dihadiri oleh perwakilan dari tiap SMA yang ada di seputaran Lewoleba, masing-masing sekolah diutus 30 siswa dengan 1 guru pendamping pendamping.

Sebagai duta perbudakan, Melani Subondo mengingatkan kepada semua yang hadir bahwa yang menetukan kemana kita melangkah adalah diri kita sendiri. kita jagan sampai diperbudak karena pilihan kita sendiri. Melani juga berkali kali mengingatkan untuk menggali informasi baik itu soal tawaran pekerjaan ataupun tawaran lain yang menggiurkan sehingga kita tidak salah menentukan pilihan.

Di akhir seminar, peserta yang berasal dari SMA di seputaran Kota Lewoleba mengharapkan agar kegiatan ini bisa dilakukan di tempat lain di lembata yang masih sulit mengakses informasi dari internet, sehingga pesan yang disampaikan ini bisa mereka terima.(ade)

Topik:
News:

No comment for Penting, Informasi Tentang Migrasi Aman, Bahaya Trafficking dan Perbudakan Modern

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *