Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Pentas Teater Monolog: Bangkitkan Spirit Generasi Lembata Cinta Seni

Pentas Teater Monolog: Bangkitkan Spirit Generasi Lembata Cinta Seni

(1106 Views) April 22, 2016 9:51 am | Published by | No comment
IMG-20160420-WA000

Abdi Keraf, aksi panggung monolog

LEWOLEBA, aksiterkini.com—Tidak sekedar unjuk kebolehan berteater. Melalui pentas seni teater ini, mereka berharap bisa membangkitkan spirit generasi muda Lembata untuk mencintai seni. Menjadikan seni sebagai ruang untuk mengapresiasi setiap problem atau persoalan-persoalan yang terjadi dalam realita kehidupan sehari-hari.

“Seni, dapat dijadikan sebagai media pembentukan karakter jadi diri, “ujar Abdi Keraf. Malam ini, Jumat (22/5/2016), bersama kawan-kawannya akan menghibur warga Lembata dengan pementasan teater monolog dengan tema “Tubuh Yang Palsu dan Perempuan Biasa”. Pementasan ini berlangsung di aula Damian Lewoleba, tepat pukul 19.00 WITA.

Abdi yang ditemui disela-sela persiapan pementasan menjelaskan bahwa mereka  datang dalam satu komunitas bernama Coloteme Arts Movement. “Kami ada lima orang, diantaranya saya sendiri, Ragil Sukriwul, sastrawan dan pegiat teater, Lanny Koroh, pegiat teater, Linda Tagie, pemain teater dan Carmelo Daniel, pegiat seni,” jelas Dosen Psikologi pada Universitas Nusa Cendana Kupang ini.

Lebih dari itu, ujar Abdi, mereka mau membuka ruang komunikasi atau jejaring-jejaring seni dari berbagai daerah yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, membuka ruang untuk bertemu semua komunitas seni yang ada di Nusa Tenggara Timur.

“Kita mau menunjukan kepada generasi muda Lembata bahwa sesungguhnya kita ini adalah makhluk seni, oleh karena itu jadikan diri kita bermanfaat untuk masyarakat, sehingga ke depannya kita di NTT dapat membentuk sebuah komunitas seni yang besar yang mampu menggoncangkan Indonesia,” jelas Abdi.

Lebih lanjut Abdi menjelaskan, bahwa teater yang akan dipentaskan nanti  menceritakan tentang persoalan-persolan yang sering kita alami di keseharian hidup kita, hidup yang penuh dengan imitasi. Di luar baik namun di dalamnya palsu. Orang sibuk mengurus memperindah kecantikan diri secara fisik namun secara lahiriah tidak cantik. Memberikan senyum yang manis tapi dalam hati masih menyimpan benci dan dendam, ibarat buah kedondong, kulit licin dalamnya berduri, bicara di depan banyak orang dengan manis-manis mengumbar janji tapi realita kosong. Ini yang dinamakan palsu.

“Teater ini menceritakan realita, dalam kehidupan sehari-hari yang penuh dengan kepalsuan. Senyum tapi benci. Munafik. Lain di luar lain di dalam. Seperti buah kedondong, licin di kulit, tapi di dalam berduri,” ujar Abdi.

Abdi mengharapkan agar NTT menjadi peta teater di Indonesia. Kita mau menunjukan bahwa NTT juga bisa seni, mampu seni dan mampu buka ruang apresiasi khususnya terhadap seni teater.

Ragil Sukriwul, salah satu personil pegiat teater menjelaskan bahwa  pementasan teater ini  adalah murni seni, dan sudah digagas sejak  Januari 2016.

“Pementasan teater ini adalah murni seni. Kami sudah siapkan dari bulan Januari. Dan, kami sudah pentas di beberapa kota, dengan tema yang sama ini. Kita sudah pentas di Maumere, Larantuka. Dan sekarang kita  pentas di Lewoleba dalam event tour the florestaku,” jelas sutradara teater monolog Tubuh Yang Palsu.

Sutradara Teater Monolog Perempuan Biasa, Lanny Koroh, mengapresiasi teman-teman SOLMET (Sastra Comunity of Lembata dan Mentari Lomblen) yang ada di Lembata. Mereka begitu antusias dalam mempersiapkan kegiatan pentas ini walau dalam limit waktu yang singkat.

”Mereka wellcome, dan menerima kami dengan baik, dan mempersiapkan semuanya dengan mantap walau singkat waktunya, dan dari latar belakang yang berbeda dan susah untuk disatukan namun teman-teman SOLMET bisa,” jelas kandidat Doktor di Universitas Udayana Bali ini.

Linda Tangie, pemeran dalam Perempuan Biasa mengatakan bahwa dirinya merasa senang dan bangga bisa berkunjung ke Lembata. Lebih dari itu dirinya mengharapkan semoga dengan pementasan monolog malam nanti masyarakat Lembata bisa terhibur  dan menarik hikmah dari pesan monolog yang akan dipertunjukan.

“Beta bangga bisa datang ke Lembata, bisa bertemu dengan teman-teman penggila seni di Lembata. Teman-teman di Lembata  menerima dan mendukung kami dengan baik. Semoga pementasan malam ini sukses dan dapat menghibur masyarakat Lembata,” ujar mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Kupang ini. (yossy kares)

Topik:
News:

No comment for Pentas Teater Monolog: Bangkitkan Spirit Generasi Lembata Cinta Seni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.