Menu Click to open Menus
Home » BUDAYA » Penjabat Minta Rujab DPRD Jangan Dihuni; Lebu Raya: Harus Kompak Persiapkan Harnus

Penjabat Minta Rujab DPRD Jangan Dihuni; Lebu Raya: Harus Kompak Persiapkan Harnus

(808 Views) November 16, 2016 9:07 am | Published by | No comment

Gubernur Frans Lebu Raya didampingi Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk

LEWOLEBA, aksiterkini.com – Gubernur NTT, Frans Lebu Raya berpesan semua pihak harus kompak mempersiapkan Harnus di Lembata. Jangan merasa sendirian mengurus semuanya, ada hirarki. “Harnus harus memberi kesan baik,” pesan Lebu Raya pada Rapat Harnus bersama Forkopimda, Kepala SKPD, Para Kabag serta Panitia Harnus di Aula Kantor Bupati, Rabu (16/11).

Sementara Penjabat Bupati, Drs Sinun Petrus Manuk, ketika melaporkan persiapan Harnus meminta Ketua DPRD Lembata, Ferdinandus Koda agar tidak menempati rumah jabatan Ketua dan Wakil Ketua DPRD sebelum Harnus, Desember mendatang. Meski belum mengajukan surat permohonan resmi, Manuk mengatakan permohonan di hadapan Gubernur dan seluruh Kepala SKPD, sebagai permintaan resmi dalam forum terhormat. “Setelah Harnus saja baru tinggal, Pak Ketua,” ujar  Manuk.

Penjabat mengakui kendala terbesar  ada pada sarana akomodasi dan mobilitas. Namun dengan bantuan 10 unit Damri dari Kupang, berarti sudah 20 bus yang disiapkan. Sedangkan akomodasi, lanjut Manuk, sudah terdata 1.500 tempat tidur di rumah-rumah penduduk dalam kota Lewoleba. “Saya mohon Pak Gubernur berkenan membantu dijadikannya KM Umsini sebagai hotel terapung, karena Umsini memiliki kapasitas 1.800 tempat tidur.”

Tentang lokasi puncak Harnus, Manuk mengatakan mulanya  dianggarkan dari pusat, Rp 10 M lalu turun menjadi Rp 5 M lalu turun lagi Rp3 M dan terakhir Rp 373 juta. “Dengan angka yang sangat kecil itu, kami lalu menganggarkan dari APBD Rp 3 M. Dan dengan mekanisme PL, bisa dapat Rp 1,2 M. Sedang dalam proses pengerjaan.”

Manuk megharapkan adanya adanya dampak Harnus yang dirasakan oleh masyarakat. Gubernur agar bisa mengintervensi Jakarta, sebab kurang lebih Rp 500 M proposal pembangunan sudah dibawa ke Jakarta. “Tidak untuk tahun 2017 tetapi tahun 2018. Meskipun saya sudah pulang Kupang dan menjadi tanggungjawab Bupati yang baru nanti,” ujar Manuk.

Menanggapi hal itu, Lebu Raya mengatakan, momentum Harnus dimanfaatkan masyarakat Lembata, menunjukan keramahtamahan sebagai orang Lamaholot sehingga mereka yang datang ke Lembata berkeinginan untuk datang lagi. NTT, Lembata, sedang jadi perhatian pemerintah pusat. Mereka akan lihat dan dengar sendiri kesulitan-kesulitan yang ada di Lembata. Karena itu Harnus akan menjadi pintu masuk bagi percepatan pembangunan di Lembata.

Itulah mengapa Lembata yang menjadi tuan rumah Harnus, ujar Lebu Raya sambil menjelaskan keputusan itu terjadi Maret 2015. “Waktu itu pikiran saya sederhana saja, jika Harnus itu terjadi di Lembata, konsekwensinya adalah dermaga diperluas, bandara juga diperluas,” ujar Lebu Raya sambil mengisahkan lobi perluasan bandara Komodo dilakukan saat makan bersama Presiden Jokowi dan segala sesuatu untuk pembangunan Lembata bisa dibicarakan secara infromal. (at02)

Topik:
News:

No comment for Penjabat Minta Rujab DPRD Jangan Dihuni; Lebu Raya: Harus Kompak Persiapkan Harnus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.