Menu Click to open Menus
Home » OPINI » Peningkatan Kemampuan Guru SDI Ratulodong Dalam Menyusun RPP Melalui Supervisi Klinis

Peningkatan Kemampuan Guru SDI Ratulodong Dalam Menyusun RPP Melalui Supervisi Klinis

(78 Views) May 3, 2018 10:28 pm | Published by | No comment

Oleh: Fransiskus Lino Tukan,S.Pd

NIP: 19611126 198607 1 002

 

PENDAHULUAN

Guru-guru di kelas rata-rata belum memberdayakan strategi gaya dan seni mengajar yang maju. Berdasarkan hasil supervisi rutin peneliti sebagai Kepala Sekolah ternyata sebagian besar guru masih melaksanakan pembelajaran yang tradisional, di mana guru dalam melaksanakan pembelajaran tanpa menggunakan RPP yang dibuat sendiri, mereka cenderung menggunakan RPP cetakan yang ada dan belum melaksanakan pembelajaran berpusat kooperatif. Guru masih melaksanakan pembelajaran dengan metode ceramah murni belum rutin bervariasi, maupun belum menggunakan alat peraga, dan tampaknya guru masih sebagai penyampai materi bentuk klasikal, belum banyak melakukan pembelajaran yang kreatif model kooperatif, yang dapat melatih mandiri dan tanggungjawab para peserta didik.

Hal ini dapat dilihat dari hasil supervisi yang telah dilaksanakan oleh peneliti pada guru yang ada di SD Inpres Ratulodong Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur sebanyak 13 orang yang tersebar dalam guru kelas dan guru mata pelajaran, ternyata rata-rata guru belum mampu melaksanakan pembelajaran secara maksimal. Dari hasil supervisi rutin permasalahan yang sering ditemukan di sekolah adalah kurangnya persiapan Guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang masih monoton. Dan dari data yang ada, hanya sekitar 3 guru yang memiliki perangkat pembelajaran yang lengkap, dengan prosentase 23,08%, sementara yang lain masih belum memiliki perangkat pembelajaran dengan prosentase 76,92%. Jikapun ada, perangkat yang digunakan belum maksimal, bahkan kebanyakan perangkat yang ada bukan buatan sendiri. Sehingga dampak dari kegiatan proses belajar mengajar di kelas menjadi tidak  menarik dan tidak memotivasi siswa.

Supervisi yang dilakukan masih terkesan melaksanakan pemantauan saja, seolah-olah hanya melihat dokumen dan hanya memotret keadaan saat terjadi di sekolah tanpa ada tindakan yang nyata menuju perbaikan pembelajaran selanjutnya. .

Kemampuan guru dalam melaksanakan model pembelajaran melalui supervisi klinis oleh Kepala sekolah, dengan bimbingan, arahan kesadaran tinggi diharapkan para guru dapat melakukan pembelajaran bermutu, sehingga mempengaruhi positif terhadap perilaku peserta didik dan menambah kemajuan prestasi belajar mereka. Kemampuan dan keterampilan para guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang baik, sehingga proses pembelajaran akan dapat tepat sasaran, dan target materi dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dapat dicapai. Selain itu juga kreatif membentuk kelompok-kelompok kecil dalam pembelajaran yang dapat menumbuhkan motivasi dan semangat belajar anak. Untuk selanjutnya mampu menumbuhkan kreatifitas siswa serta pembelajaran dapat bermakna. Hal ini akan mewarnai kegiatan belajar dalam meningkatkan prestasinya sehari-hari. Dengan demikian kemampuan dan keterampilan guru perlu dibimbing yaitu mewujudkan model pembelajaran kooperatif yang sesuai dengan visi, misi sekolah yang telah dirumuskan.

Pelaksanaan supervisi yang dilakukan peneliti berupaya mengubah kegiatan mengajar guru yang lebih baik dengan menggunakan instrumen khusus tentang pembelajaran di kelasnya. Maka sasaran supervisi mampu mengubah perilaku guru untuk lebih berkreatif dalam melaksanaan tugas mengajar yang menarik disukai peserta didik. Oleh karena itu proses pembelajaran diharapkan selalu terlaksana dengan menyenangkan, para siswa dapat memusatkan perhatiannya untuk belajar bersama teman-temannya.

Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : ”Apakah melalui supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru SDI Ratulodong dalam menyusun RPP” Tujuan penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun RPP melalui kegiatan supervisi klinis. Adapun manfaat penelitian adalah (1) manfaat bagi guru ; dapat meningkatkan kemampuannya untuk mrnyusun RPP. (2) Manfaat bagi peneliti  ; Untuk mengetahui faktor penyebab yang mempengaruhi kemampuan guru dalam menyusun RPP melalui kegiatan supervisi klinis. 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah yang dianalisis secara deskriptif kualitatif yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Lokasi penelitian ini adalah SDI ratulodong Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur. Waktu penelitian adalah bulan Februari 2018. Yang menjadi subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah guru-guru di SDI Ratulodong- Kecamatan Tanjung Bunga-Kabupaten Flores Timur, berjumlah 13 orang guru. Prosedur penelitian : Siklus 1 terdiri atas beberapa tahap, yaitu : (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan dan Evaluasi, dan (4) Refleksi.

Kegiatan yang dilakukan peneliti dalam perencanaan adalah menyiapkan guru-guru untuk disupervisi. Menghubungi pembimbing untuk melaksanakan penelitian tindakan sekolah. Menyiapkan materi dalam melaksanakan penelitian. Mengidentifikasi pihak-pihak terkait lainnya yang terlibat dalam melakukan penelitian tindakan. Mengidentifikasi metode pengumpulan data yang akan digunakan. Penyusunan instrumen pengamatan dan evaluasi. Mengidentifikasi fasilitas yang diperlukan.

Pelaksanaan penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan melalui beberapa kegiatan, antara lain : Memaparkan materi (khususnya RPP) yang akan disupervisi. Membagi guru dalam delapan kelompok masing-masing kelompok terdiri dari guru kelas dan  guru mata pelajaran. Menjelaskan tentang cara menyusun RPP. Guru diberi tugas menyusun RPP berdasarkan silabus yang disiapkan. Mempresentasekan hasil kerja masing-masing mata pelajaran dalam kelompok. Kepala sekolah mengevasluasi hasil kerja guru.

Pengamatan oleh peneliti meliputi : Kemampuan merumuskan indikator untuk tiap mata pelajaran.. Kemampuan merumuskan tujuan pembelajaran untuk tiap mata pelajaran. Kemampuan merumuskan langkah-langkah pembelajaran untuk tiap mata pelajaran. Kemampuan untuk  menentukan media pembelajran sesuai dengan materi yang diajarkan masing-msing mata pelajaran. Setelah selesai satu siklus maka diadakan refleksi mengenai kelemahan atau kekurangan dari pelaksanaan tindakan pada siklus pertama. Refleksi dilaksanakan bersama pembimbing untuk menentukan tindakan perbaikan pada siklus berikutnya.

Pelaksanaan pembelajaran siklus II meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Kegiatan yang dilakukan peneliti dalam perencanaan adalah menyiapkan  materi yang akan disupervisi. Menghubungi pembimbing untuk melaksanakan penelitian tindakan sekolah. Mengidentifikasi pihak-pihak terkait lainnya yang terlibat dalam melakukan penelitian tindakan.  Mengidentifikasi metode pengumpulan data yang akan digunakan. Penyusunan instrumen pengamatan dan evaluasi. Mengidentifikasi fasilitas yang diperlukan.  

Pelaksanaan penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan melalui beberapa kegiatan, antara lain membagi guru dalam delapan kelompok masing-masing kelompok terdiri dari guru kelas dan guru mata pelajaran. Menjelaskan tentang cara merumuskan indikator, tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran serta menentukan media atau saran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Guru diberi tugas merumuskan indikator masing-masing mata pelajaran. Guru diberi tugas merumuskan tujuan pembelajaran untuk masing-masing mata pelajaran. Guru diberi tugas merumuskan langkah-langkah pembelajaran untuk satu materi ajar untuk masing-masing mata pelajaran. Guru diberi tugas menentukan sumber atau media yang sesuai dengan materi yang diajarkan untuk masing-masing mata pelajaran. Mempresentasekan hasil pekerjaan masing-msing mata pelajaran dalam kelompok. Mengevaluasi hasil pekerjaan guru.

Pengamatan atau observasi dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan lembar observasi selama satu minggu (satu siklus), untuk semua guru yang berjumlah 13 orang. Selama pengamatan peneliti dibantu oleh guru pembimbing atau pemateri. Setelah selesai pelaksanaan tindakan pada siklus kedua maka diadakan refleksi mengenai kelemahan atau kekurangan dari pelaksanaan tindakan pada siklus kedua tersebut.

Teknik pengumpulan data dari penelitian tindakan sekolah ini adalah melalui data kualitatif yang diperoleh dari observasi, pengamatan, maupun wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan sekolah ini antara lain adalah  skala penilaian dan lembar pengamatan. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data kualitatif yang  bersumber dari data primer maupun empiris. Melalui analisa data ini, dapat diketahui ada tidaknya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang merupakan fokus dari penelitian tindakan sekolah ini. Indikator keberhasilan penerapan tindakan ini peneliti tetapkan sebesar 85%, artinya tindakan ini dinyatakan berhasil bila 85% guru mampu merumuskan dan menulis rencana pelaksanaan pembelajaran masing-masing mata pelajaran.

PEMBAHASAN

Kegiatan supervisi dan menyusun RPP terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan. Keempat tahapan tersebut adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

Hasil observasi guru siklus I dalam menulis dan merumuskan RPP masing-masing mata pelajaran di SDI Ratulodong Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur menunjukkan bahwa jumlah guru yang mampu merumuskan indikator untuk tiap mata pelajaran ada 3 orang guru dengan prosentase 23,08%. Jumlah guru yang mampu  mampu merumuskan tujuan pembelajaran untuk tiap mata pelajaran ada 3 orang dengan prosentase 23,080%. Jumlah guru yang mampu merumuskan langkah-langkah pembelajaran untuk tiap mata pelajaran ada 3 orang dengan prosentase 23.08% sedangkan guru yang untuk menentukan sumber dan media pembelajaran masing-msing mata pelajaran ada 5 orang dengan prosentase 38,46%.

Melihat hasil yang diperoleh pada siklus I belum menunjukan hasil yang memuaskan. Indikator keberhasilan penerapan tindakan ini peneliti tetapkan sebesar 85% dalam menyusun penelitian tindakan kelas. keempat aspek penilaian belum menunjukkan hasil yang signifikan. Artinya berdasarkan indikator jika guru sudah mencapai 85% maka guru dikatakan mampu dalam menulis dan merumuskan RPP. Prosentase dari keempat aspek yang belum mencapai indikator tersebut adalah guru yang belum mampu merumuskan indicator untuk tiap mata pelajaran ada 10 orang guru dengan prosentase 76,92%. Jumlah guru yang belum mampu  mampu merumuskan tujuan pembelajaran untuk tiap mata pelajaran ada 10 orang dengan prosentase 76,92%. Jumlah guru yang belum mampu merumuskan langkah-langkah pembelajaran untuk tiap mata pelajaran ada 10 orang dengan prosentase 76,92% sedangkan guru yang untuk menentukan media dan sumber pembelajaran masing-msing mata pelajaran ada 8 orang dengan prosentase 61,54%. Setelah melalui refleksi maka perlu adanya perbaikan di siklus II.

Hasil observasi guru siklus II dalam menrumuskan dan menulis RPP tiap-tiap mata pelajaran bagi guru di SDI Ratulodong Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur menunjukkan bahwa jumlah guru yang mampu merumuskan indicator untuk tiap mata pelajaran ada 13 orang guru dengan prosentase 100%. Jumlah guru yang mampu  mampu merumuskan tujuan pembelajaran untuk tiap mata pelajaran ada 13 orang dengan prosentase 100%. Jumlah guru yang mampu merumuskan langkah-langkah pembelajaran untuk tiap mata pelajaran ada 13 orang dengan prosentase 100% sedangkan guru yang untuk menentukan sumber dan media pembelajaran masing-msing mata pelajaran ada 13 orang dengan prosentase 100%.

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis data, dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan supervise klinis efektif untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merumuskan dan menuliskan rencana pelaksanaan pembelajaran tiap-tiap mata pelajaran di SDI Ratulodong Kecamatan Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur.

SARAN

Adanya pengaruh peningkatan kemampuan merumuskan dan menulis rencana pelaksanaan pembelajaran tiap-tiap mata pelajaran melalui kegiatan supervise klinis kepala sekolah, maka melalui kesempatan ini peneliti mengajukan beberapa saran sebaiknya Kepala Sekolah disarankan melakukan supervisi kepada guru dalam merumuskan dan menulis RPP tiap-tiap mata pelajaran di sekolah.

Kepada semua guru dalam melaksanakan tugas untuk dapat meningkatkan kemampuan guru dalam merumuskan dan menulis RPP tiap-tiap mata pelajaran sebagai bentuk peningkatan profesi guru.(*)

No comment for Peningkatan Kemampuan Guru SDI Ratulodong Dalam Menyusun RPP Melalui Supervisi Klinis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.