Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Media Lidi Bagi Siswa Kelas II SDK Lewouran

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Media Lidi Bagi Siswa Kelas II SDK Lewouran

(493 Views) September 5, 2017 4:18 pm | Published by | No comment

Tentang Operasi Hitung Campuran Penjumlahan dan Pengurangan

Oleh: Lusia Ema Kewuta, S.Pd

 

Pendahuluan

Hasil belajar siswa yang rendah bisa jadi disebabkan oleh perhatian siswa terhadap pembelajaran kurang efektif dan efisien. Sehingga saat diberikan kesempatan oleh guru untuk mengajukan pertanyaan, sebagian besar siswa tidak bertanya walaupun materi pembelajaran yang dipelajarinya belum dimengerti. Hal ini berdampak pada hasil belajar yang diperoleh siswa.

Pengalaman mengajar pelajaran matematika di kelas II SDK Lewouran tentang pengerjaan hitung campuran, hasil belajar yang diperoleh siswa belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Bagaimana tidak? Dari 23 siswa kelas II SDK Lewouran hanya 8 siswa yang tuntas dalam pembelajaran. Dimana, hanya seorang siswa yang  memperoleh nilai 9, lima siswa yang memperoleh nilai 8, dan tiga siswa yang memperoleh nilai 7. Prosentase ketuntasan secara klasikal tak sampai separoh. Hanya,  34,78%.

Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar matematika yang harus dilakukan guru adalah menggunakan media pembelajaran. Media lokal dalam pembelajaran materi penjumlahan dan pengurangan bilangan pada siswa kelas II SDK Lewouran adalah lidi. Media pembelajaran lidi digunakan untuk membantu siswa dalam pembelajaran matematika tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan. Sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa dapat meningkat.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti melakukan perbaikan pembelajaran dengan judul “Peningkatan Hasil Belajar Matematika Tentang Operasi Hitung Campuran Penjumlahan Dan Pengurangan Menggunakan Media Lidi Bagi Siswa Kelas II SDK Lewouran.”

Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana penggunaan media lokal lidi dapat meningkatkan hasil belajar operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan siswa kelas II  SDK Lewouran?”

Dalam pemecahan masalah perlu dilakukan beberapa tahap untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari peneliti yang meliputi empat tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDK Lewouran pada operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan media pembelajaran lidi.

Perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan diharapkan memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi beberapa pihak. Antara lain, (1) Bagi Siswa; Siswa kelas II lebih termotivasi terhadap mata pelajaran matematika tentang operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan. Siswa kelas II lebih meningkatkan hasil belajarnya pada materi operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan.

(2) Guru ; Memberikan umpan balik dan dasar memperbaiki proses pembelajaran. Guru dapat menerapkan media pembelajaran dalam pembelajaran matematika tentang operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan di kelas II.

(3) Sekolah ; Sekolah mendapat masukan  tentang pelaksanaan perbaikan pembelajaran. Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut. Kepala sekolah dapat menghimbau kepada guru kelas dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika tentang operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

(4) Peneliti ; Sebagai bahan masukan bagi peneliti dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Sebagai bahan masukan bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan penelitian yang lebih baik dengan memperhatikan kelemahan yang ada pada penelitian ini.

 

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dianalisis secara deskriptif kualitatif yang terdiri dari empat tahapan. Yakni, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi yang dilakukan secara bersiklus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga awal April 2017 di kelas II SDK Lewouran.

Subyek penelitian adalah siswa kelas II  SDK Lewouran yang berjumlah 23 orang siswa yang terdiri dari  10 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan dengan kemampuan yang berbeda.

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan bersiklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan dalam empat tahapan yang diuraikan sebagai berikut : (1) Siklus I ; Tahapan perencanaan. Menentukan jadwal penelitian, Melakukan konsultasi dengan supervisor I perencanaan pembelajaran pada siklus I. Guru menyiapkan perangkat pembelajaran RPP dan silabus. Guru menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS) Guru menyiapkan lembaran pengamatan dan soal evaluasi. Menyiapkan skenario pembelajaran.

Tahapan pelaksanaan. Pada tahapan ini peneliti melaksanakan pembelajaran materi operasi hitung campuran dengan langkah-langkah sebagai berikut : Guru menjelaskan materi pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan guru. Siswa dibagi dalam empat kelompok. Guru membagikan LKS. Siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru dalam LKS. Guru menilai pekerjaan siswa. Guru memberikan tes siklus I.

Tahapan observasi. Kegiatan yang dilakukan dalam observasi adalah : Guru peneliti melakukan pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran dengan menggunakan lembaran observasi. Yang menjadi observasi adalah teman sejawat dan siswa. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.

Tahapan refleksi. Peneliti bersama observer mendiskusikan hasil pengamatan atau observasi terhadap keaktifan siswa dan penampilan guru. Guru merancang perbaikan pembelajaran untuk meyempurnakan tindakan pada siklus berikutnya. Siklus II. Pelaksanaan rencana tindakan kedua merujuk pada data siklus I dan sesuai dengan hasil refleksi dengan strategi sebagai berikut : Perencanaan. Melihat kekurangan yang muncul pada siklus I dan menentukan solusinya.. Guru menyiapkan rencana perbaikan pembelajaran. Guru menyiapkan LKS. Guru menyiapkan lembaran evaluasi. Guru peneliti meminta bantuan kepada supervisor II untuk mengamati proses pembelajaran.

Pelaksanaan. Kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan siklus II adalah : Guru memanfaatkan media lidi dalam menjelaskan materi pembelajaran. Siswa mendengarkan penjelasan guru. Siswa dibagi dalam lima kelompok. Guru memberikan soal kepada siswa Siswa menyelesaikan soal yang diberikan guru. Siswa melaporkan hasil pekerjaannya didepan kelas. Guru menilai pekerjaan siswa. Bersama siswa merangkum materi pembelajaran. Guru memberikan  tes siklus II. Observasi . Guru pengamat melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Guru pengamat melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa. Refleksi ; Bersama supervisor II berdiskusi tentang hasil yang diperoleh pada siklus ke dua.

Teknik pengumpulan data sebagai berikut:. teknik observasi, teknik tes dan teknik dokumentasi. Data hasil tes belajar dianalisis dengan menggunakan acuan tingkat pemahaman atau penguasaan siswa. Tingkat pemahaman siswa ditentukan dengan menggunakan kriteria penilaian sebagai berikut: 80   – 100 = Amat baik (A), 70   – 79  = Baik (B), 60  –   69  =  Cukup (C), 50  – 59  = Kurang (C). Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar apabila telah memiliki daya serap 60 % ke atas. Sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila paling sedikit 85 % siswa di kelas tersebut telah tuntas belajar.

 Pembahasan

Kegiatan siklus I dibagi atas tiga bagian yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Kegiatan awal meliputi apresepsi/ motivasi, mengisi daftar kelas, berdoa, mempersiapkan materi ajar, model, alat peraga, memperingatkan cara duduk yang baik ketika menulis, membaca dan mengumpulkan tugas/ PR.

Kegiatan inti meliputi eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Dalam kegiatan eksplorasi, siswa dapat membaca simbol +, – , dan = dalam pengerjaan hitung bilangan. Melalui penjelasan guru tentang penjumlahan siswa mampu menghitung penjumlahan dengan satu kali teknik menyimpan. Guru menjelaskan tentang penjumlahan sehingga siswa mampu menghitung penjumlahan pada bilangan tanpa teknik menyimpan. Melalui peragaan / contoh dari guru siswa mampu membacakan teks dengan bersuara lantang dan benar serta menyampaikan pesan yang didengar pada orang lain.

Kegiatan elaborasi, meliputi guru menjelaskan dan mendemontrasikan tentang penjumlahan melalui soal cerita, siswa menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan penjumlahan bilangan. Melalui pemberian contoh dan penjelasan guru yang berhubungan dengan penjumlahan dan pengurangan siswa menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan penjumlahan dengan satu kali teknik menyimpan. Guru menjelaskan dan pemberian contoh pengerjaan soal pengurangan tanpa teknik meminjam dan siswa menyelesaikan soal pengurangan tanpa teknik meminjam. Melalui pemberian contoh dan penjelasan guru, yang berhubungan dengan pengurangan, siswa menyelesaikan soal pengurangan tanpa teknik meminjam dengan cara bersusun pendek. Melalui penjelasan guru  dan pemberian contoh, tentang pengurangan, siswa mampu menghitung pengurangan dengan teknik satu kali meminjam dengan bersusun panjang. Dengan pemberian contoh dan penjelasan guru tentang penjelasan dan pengurangan, siswa menghitung/ menyelesaikan soal hitung campuran. Melalui peragaan dan penjelasan guru tentang penjumlahan dan pengurangan, siswa menyelesaikan soal hitung campuran dalam bentuk cerita.

Dalam kegiatan konfirmasi, guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa dan guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan.

Kegiatan akhir meliputi, membuat kesimpulan dari tiap materi yang disampaikan. Mengerjakan post tes dan pemberian PR / tugas.

Dalam pembelajaran siklus I jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 8 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 34,78%, siswa yang kurang aktif ada 12 orang dengan prosentase sebesar 51,17% dan siswa yang tidak aktif ada 3 orang dengan prosentase sebesar 13,15%.

Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 15,39, dengan rata-rata skor adalah 3,85. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 154,25, rata-rata kelas 6,71. Prosentase ketuntasan secara klasikal 39,13%.

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil yang diperoleh dari refleksi adalah guru belum meggunakan metode sesuai dengan materi yang diajarkan. Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan metode yang sesuai dengan materi  pembelajaran sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan dan perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Kegiatan siklus  II mencakup, kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Kegiatan awal meliputi, apersepsi/ motivasi, mengisi daftar kelas, berdoa, mempersiapkan materi ajar, model, alat peraga. Memperingatkan cara duduk yang baik ketika menulis, membaca. Mengumpulkan tugas/ PR.

Kegiatan inti dibagi atas tiga tahapan yaitu eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Kegiatan eksplorasi meliputi eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Dalam kegiatan eksplorasi, siswa dapat membaca simbol +, – , dan = dalam pengerjaan hitung bilangan. Melalui penjelasan guru tentang penjumlahan siswa mampu menghitung penjumlahan dengan satu kali teknik menyimpan. Guru menjelaskan tentang penjumlahan sehingga siswa mampu menghitung penjumlahan pada bilangan tanpa teknik menyimpan. Melalui peragaan / contoh dari guru siswa mampu membacakan teks dengan bersuara lantang dan benar serta menyampaikan pesan yang didengar pada orang lain.

Kegiatan elaborasi guru menggunakan media lidi dalam menjelaskan dan mendemontrasikan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan. Guru menjelasakan dan mendemontrasikan tentang penjumlahan melalui soal cerita, siswa menyelesaikan soal cerita yang berhubungan dengan penjumlahan bilangan dengan menggunakan media lidi. Melalui pemberian  contoh dan penjelasan guru yang berhubungan dengan penjumlahan dan pengurangan dengan menggunakan media lidi dan siswa menyelesaikan sosl cerita yang berhubungan dengan penjumlahan dengan satu kali teknik menyimpan dengan menggunakan media lidi.

Dengan penjelasan dan pemberian contoh dari guru, siswa menyelesaikan soal pengurangan tanpa teknik meminjam dengan menggunakan mendia lidi. Melalui pemberian contoh dan penjelasan guru, yang berhubungan dengan pengurangan, siswa menyelesaikan soal pengurangan tanpa teknik meminjam dengan cara bersusun pendek dengan menggunakan media lidi. Melalui penjelasan guru  dan pemberian contoh tentang pengurangan, siswa menghitung pengurangan dengan teknik satu kali meminjam dengan bersusun panjang dengan menggunakan media lidi. Dengan pemberian contoh dan penjelasan guru tentang penjelasan dan pengurangan, siswa menghitung/ menyelesaikan soal hitung campuran dengan menggunakan media lidi. Melalui peragaan dan penjelasan guru tentang penjumlahan dan pengurangan , siswa dapat menyelesaikan soal hitung campuran dalam bentuk cerita dengan menggunakan media lidi.

Dalam kegiatan konfirmasi, guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa. Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan.

Kegiatan akhir, mencakup membuat kesimpulan dari tiap materi yang disampaikan. Mengerjakan post tes dan pemberian PR / tugas.

Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa siswa yang kurang aktif ada 2 orang dengan prosentase 8,70%, sedangkan siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 21 orang dengan prosentase 91,30%.  Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 21 orang dengan prosentase 91,30%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas adalah 2 orang dengan prosentase 8,70%. Jumlah nilai siklus II adalah 165,25 dengan rata-rata kelas 7,18.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan maka disimpulkan bahwa penggunaan media lidi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDK Lewouran pada materi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan.

Saran

Berdasarkan hasil pembahasan dan simpulan, beberapa saran dapat diuraikan sebagai berikut : Kelebihan dari media lidi adalah media lidi mudah diperoleh di lingkungan sekitar sekolah dan dapat dipergunakan sebagai media yang dapat mengakifkan siswa dalam pembelajaran matematika tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan di kelas II SD. Bagi siswa yang sulit memahami permainan media lidi diharapkan media lidi dapat memberi umpan balik dalam pembelajaran matematika tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan di kelas II SD. Sebagai bahan masukan bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan penelitian yang lebih baik dengan memperhatikan kelemahan yang ada pada penelitian ini.(*)

No comment for Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Media Lidi Bagi Siswa Kelas II SDK Lewouran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *