Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Penggunaan Model Numbered Heads Together (NHT) Pada Pembelajaran IPA Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta  Didik Kelas IV SDI Kenotan Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur

Penggunaan Model Numbered Heads Together (NHT) Pada Pembelajaran IPA Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta  Didik Kelas IV SDI Kenotan Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur

(149 Views) January 2, 2019 11:03 pm | Published by | No comment

Oleh : Oktavianus Mangu, S.Pd.SD 

Pendidikan Sekolah Dasar (SD) dipelajari banyak mata pelajaran salah satunya mata pelajaran IPA. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalah suatu kumpulan teori yang sistematis, penerapannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam, lahir dan berkembang melalui metode ilmiah seperti observasi dan eksperimen serta menuntut sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, terbuka, jujur, dan sebagainya.Ilmu Pengetahuan Alammempelajari alam semesta, benda-benda yang ada di permukaan bumi, di dalam perut bumi dan di luar angkasa, baik yang dapat diamati indera maupun yang tidak dapat diamati dengan indera, Kardi dan Nur (Trianto, 2013:136).

Ilmu Pengetahuan Alam berupaya membangkitkan minat manusia agar mampu  meningkatkan kecerdasaan dan pemahamannya tentang alam seisinya yang penuh dengan rahasia yang tak habis-habisnya.Ilmu Pengetahuan Alam di SD hendaknya membuka kesempatanuntuk memupuk rasa ingin tahu peserta didik secara alamiah. Hal ini akan membantu peserta didik mengembangkan kemampuan bertanya dan mencari jawaban serta mengembangkan cara berpikir ilmiah. Fokus program pengajaraan Ilmu Pengetahuan Alam di SD hendaknya ditujukan untuk memupuk minat dan pengembangan peserta didik terhadap dunia dimana peserta didik itu hidup (Samatowa, 2011:1-2).

Dalam pembelajaran IPA tentu harus adanya motivasi, baik motivasi dari peserta didik itu sendiri maupun dari guru, motivasi dari guru itu seperti memberikan semangat atau dorongan  dalam pembelajaran dan tidak terlepas juga motivasi dari orang tua peserta didik. Menurut Donald (Yamin, 2011:157) mendefinisikan motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dengan reaksi untuk mencapai tujuan. Motivasi berasal dari dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk bertindak melakukan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan. Adapun tujuan dari motivasi yaitu memberi semangat kerja atau belajar untuk meningkatkan kemampuan kerja atau belajar serta meningkatkan efektivitas dan efesiensi pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Berhasilnya tujuan pendidikan ditentukan oleh banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pendidikan salah satunya kualitas guru yang terjun langsung di institusi pendidikan. Guru diharapkan memiliki kemampuan yang memadai dan memenuhi standar kompetensi serta membina, meningkatkan kecerdasan dan keterampilan peserta didik. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan mencapai tujuan secara maksimal peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara atau model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan mata pelajaran yang akan disampaikan.

Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah melemahnya proses pembelajaran karena peserta didik kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Masalah yang terjadi selama proses pembelajaran, peserta didik kurang memperhatikan penjelasan guru,merasa jenuh selama proses pembelajaran, tidak ada motivasi dalam diri peserta didik dan guru lebih berperan aktif dalam pembelajaran. Kenyataan ini menyebabkan peserta didik tidak memahami sepenuhnya materi yang diajarkan, dan pada akhirnya tidak ada motivasi dari peserta didik untuk mempelajarimata pelajaran IPA. Hal seperti ini yang terjadi pada peserta didik di kelas IV SDI Kenotan.

Berdasarkan hasil pengamatan peneliti terhadap guru mata pelajaran diketahui bahwa kegiatan belajar mengajar di SDI Kenotan  masih di dominasi guru, sehingga peserta didik merasa jenuh, dan bosan, serta rendahnya daya serap peserta didik terhadap materi yang disajikan hal ini tentunya memberi dampak yang negatif, dimana motivasi belajar IPA peserta didik rendah. Dengan demikian, untuk memperbaiki proses pembelajaran yang lebih baik dan dapat meningkatkan motivasi belajar, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together untuk meningkatkan motivasi belajar IPA.

Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together adalah model pembelajaran yang membagi peserta didik dalam kelompok/tim kecil yang beranggotakan empat sampai lima orang bersifat heterogen dan setiap anggota kelompok diberi nomor untuk bersama-sama mendiskusikan masalah dan dipecahkan secara bersama dalam kelompok. Adapun manfaat model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together yaitu rasa harga diri menjadi lebih tinggi, memperbaiki kehadiran, penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar, perilaku mengganggu menjadi lebih kecil, konflik antara pribadi berkurang, pemahaman yang lebih mendalam, meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi, hasil belajar lebih tinggi.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka peneliti tertarik untuk mengadakan suatu penelitian dengan mengangkat judul:“Penggunaan Model Numbered Heads Together (NHT) Pada Pembelajaran IPA Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta  Didik Kelas IV SDI Kenotan Kecamatan Adonara Tengah  Kabupaten Flores Timur”. Masalah penelitian ini dapat dirumuskan adalah; Bagaimanakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada pembelajaran IPA materi Alat Indera pada Manusia peserta didik kelas IV  SDI Kenotan Kecamatan Adonara Tengah  Kabupaten Flores Timur. Bagaimanakah motivasi belajar peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada pembelajaran IPA materi Alat Indera pada Manusia di kelas IV SDI Kenotan Kecamatan Adonara Tengah  Kabupaten Flores Timur.

Yang menjadi tujuan peneliti yang ingin dicapaidalam penelitian ini adalah untuk: Untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran tipe Numbered Heads Together pada mata pelajaran IPA peserta didik kelas IV SDI Kenotan Kecamatan Adonara Tengah  Kabupaten Flores Timur. Untuk mengetahui motivasi belajar peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran tipe Numbered Heads Together pada  pembelajaran IPA di kelas IV SDI Kenotan Kecamatan Adonara Tengah  Kabupaten Flores Timur. Dalam penulisan ini diharapkan dapat memberi manfaat yang berarti bagi pihak-pihak sebagai berikut; (1) Bagi Sekolah ;Sebagai masukan dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.(2) Bagi Guru; Sebagai bahan masukan dalam memperbaiki dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik dikelas, sehingga konsep-konsep mata pelajaran IPA dikelas IV dapat dipahami lebih baik oleh peserta didik.(3) Bagi Penulis; Untuk menambahkan wawasan akademik serta pedoman untuk memilih dan menerapkan pembelajaran IPA  yang efektif di sekolah.(4) Bagi Peserta Didik; Untuk memperbaiki prestasi belajar peserta didik dan menumbuhkan motivasi peserta didik dalam memahami pembelajaran IPA .

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah penelitian tindakan kelas atau PTK. Penelitian tindakan kelas adalah suatu kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, mengamati, dan merefleksikan tindakan melalui beberapa siklus melalui kolaboratif dan partisipatif yangbertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan proses pembelajaran di kelasnya.

Prosedur Penelitian

Siklus I

  1. Perencanaan (Planning) yaitu tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki dan membantu guru dalam menggunakan model pembelajaran tipe Numbered Heads Together. Didalam perencanaan ini peneliti menyiapkan hal-hal sebagai berikut: Menyiapkan materi pembelajaran dengan membuat silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), Format observasi pembelajaran. Dan menyiapkan media pembelajaran yang berkaitan dengan buku-buku sumber, berbagai media pembelajaran (Kartu nomor yang mendukung pembelajaran Numbered Heads Together)
  2. Tindakan (Acting) dan Pengamatan (Observasing)

Komponen tindakan dan pengamatan di jadikan satu kesatuan disebabkan adanya kenyataan bahwa antara tindakan dan pengamatan merupakan dua kegiatan yang tidak terpisahakan. Kegiatan tindakan yang dilakukan dalam tahap ini adalah melaksanakan skenario pembelajaran dengan menggunakan langka-langkah model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together sebagai berikut: menyampaikan materi pembelajaran atau pemersalahan kepada siswa sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai. Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok, setiap kelompok terdri dari 4-5 siswa, setiap anggota kelompok diberi nomor, Guru mengajukan pemersalahan untuk dipecahkan bersama, guru mengecek pemahaman siswa, guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman dan memberi tes kepada siswa secara individual. Kegiatan pengamatannya mencakup prosedur perekaman data tentang proses dan hasil ilmplementasi tindakan yang dilakukan dengan menggunakan tes untuk mengetahui hasil belajar peserta didik.

  1. Refleksi

Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi terhadap hasil pembelajaran yang dilakukan pada siklus 1. Apabila hasil belajar peserta didik belum mencapai standar KKM maka dilanjutkan pada siklus II untuk melakukan perbaikan

Siklus II

Kegiatan siklus II, sama dengan kegiatan yang dilaksanakan pada siklus I. Siklus II akan dilaksanakan apabila siklus I belum mencapai hasil yang diinginkan, yakni mencapai kriteria motivasi belajar.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

  1. Observasi

Observasi adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan yang telah mencapai sasaran. Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan. Pengamatan ini menggunakan pedoman pengamatan aktivitas guru dan aktivitas peserta didik (format daftar cek).

  1. Wawancara

Metode wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data yang umum digunakan untuk mendapatkan data berupa keterangan lisan dari suatu para subyek penelitian yaitu guru mata pelajaran dan Peserta didik kelas IV SDIKenotan dengan menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun oleh peneliti. Wawancara dilakukan sebelum tindakan dan sesudah tindakan. Wawancara dapat dilakukan berulang untuk mendapatkan kepastian jawaban.

  1. Dokumentasi

Dokumentasi digunakan untuk menggambarkan situasi dan kondisi jalannya pembelajaran yang diteliti di SDIKenotan , khususnya pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di  kelas IV.

Analisis Data

Pada penelitian tindakan ini, peneliti menganalisis data dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif . Berdasarkan metode pengumpulan data menggunakan teknik analisis data kualitatif maka hasil yang diolah menggunakan rumus (Daryanto, 2011:191) sebagai berikut:

Rumusan untuk mencari nilai rata-rata:

Keterangan :

M  : Rata-rata nilai

∑X : Jumlah semua nilai siswa

N : Jumlah siswa

Sedangkan untuk kriteria penilain motivasi belajar peserta didik sebagai berikut:

80 – 100 = Sangat termotivasi

70 – 79 = Termotivasi

60 – 69 = Kurang termotivasi

0 – 49 = Tidak termotivasi

Sedangkan untuk data observasi dianalisis dengan kriteria penilaian sebagai berikut :

5  : Sangat Baik

4  : Baik

3  : Cukup

2 : Kurang

1 : Sangat Kurang

Indikator Keberhasilan

Apabila hasil analisis motivasi menunjukankan kriteria termotivasi atau sangat termotivasi maka penelitian tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya.

Pembahasan Hasil Penelitian

1)   Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)pada pembelajaran IPA materi alat indera pada manusia Kelas IV SDI Kenotan.

Penelitian tindakan kelas di laksanakan dalam 2 siklus, siklus I pertemuan pertama dan pertemuan keduapada hari Jumat, Agustus 2017 dan siklus II pertemuan pertama dan pertemuan kedua pada hari Rabu September  2017.

  1. Data Hasil Observasi Guru

Untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru, Peneliti menggunakan hasil observasi pada siklus I dan II. Perkembangan aktivitas guru dapat dilihat pada lampiran 15 dan lampiran 17. Dari data yang di sajikan pada tabel menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas guru siklus I 53,84% dan siklus II 83,07%. Ini menunjukkan perkembangan aktivitas guru mengalami peningkatan sebesar 29,23% dari siklus I ke siklus II.

  1. Data hasil observasi Peserta didik

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilaksanakan dalam siklus I dan siklus II, kegiatan penelitian tindakan kelas diperoleh data bahwa aktivitas peserta didik mengalami peningkatan. Pada siklus I persentase keaktifan peserta didik adalah 52,30% dan sedangkan pada siklus II 84,61%. hal ini disebabkan karena pada siklus I peserta didik mengalami kesulitan dengan model pembelajaran Numbered Heads Together  ini, namun setelah diadakan perbaikan pada siklus II maka peserta didik semakin aktif dalam pembelajaran. Model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik, dalam hal ini peserta didik bekerja sama, menyatukan pendapat untuk menemukan semua jawaban.

Peningkatan aktivitas peserta didik dalam dua siklus tersebut dapat dilihat pada lampiran 16 dan lampiran 18. Data pada tabel menunjukan perkembangan aktivitas peserta didik mengalami peningkatan sebesar 32,31% dari siklus I ke siklus II.

2) Motivasi belajar peserta didik dengan Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)pada pembelajaran IPA materi alat indera pada manusia di kelas IV.

Data-data yang telah diuraikan secara terperinci di atas menunjukkan bahwa adanya peningkatan perkembangan motivasi belajar yang dialami peserta didik baik itu dari 6 aspek yang diteliti, yaitu aspek tekun menghadapi tugas, keuletan, dorongan dari dalam diri untuk belajar, rasa ingin tahu yang tinggi, senang dan rajin belajar serta dapat mempertahankan pendapati. Pemahaman peserta didik akan materi alat indera pada manusia dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) sangat efektif. Ini berarti bahwa dengan menggunakan pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan motivasi dengan materi alat indera pada manusia secara maksimal. Terbukti peningkatan motivasi belajar peserta didik dengan materi  alat indera pada manusia yang dialami dari siklus I pertemuan pertama dan pertemuan kedua yaitu untuk setiap aspek tekun menghadapai tugas, aspek keuletan, aspek dorongan dari dalam diri untuk belajar, aspek rasa ingin tahu yang tinggi, aspek senang dan rajin belajar, dan dapat mempertahankan pendapat dengan rata-rata untuk keseluruhannya sebesar 43,24%. Pada siklus II mengalami peningkatan, dimana motivasi belajar peserta didik dengan materi alat indera pada manusia yaitu, untuk aspek tekun menghadapai tugas, aspek keuletan, aspek dorongan dari dalam diri untuk belajar, aspek rasa ingin tahu yang tinggi, aspek senang dan rajin belajar, dan dapat mempertahankan pendapat, dengan rata-rata untuk keseluruhannya sebesar 81,24%. Motivasi belajar peserta didik siklus I sebesar 43,24% meningkat menjadi 81,24%atau peningkatan yang terjadi yaitu sebesar 38%.

Jadi berdasarkan hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT)dapat meningkatkan motivasi peserta didik pada pembelajaran IPA khususnya materi Alat indera pada manusia.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam dua siklus dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) materi alat indera pada manusia di kelas IV SDI Kenotan Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur  dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut.

  1. Penggunaan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas IV SDIKenotan  Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur . Hal ini terbukti dari rata-rata kenaikan motivasi belajar IPA peserta didik kelas IV siklus I 43,24% dan meningkat pada siklus II 81,24% dengan kriteria sangat termotivasi.
  2. Model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) lebih efektif untuk mengajarkan materi alat indera pada manusia. Hal ini terlihat dari aktivitas belajar peserta didik dalam berdiskusi, mengungkapkan pendapat, dan merumuskan kesimpulan, sehingga aktivitas belajar peserta didik siklus I sebesar 52,30% meningkat pada siklus II sebesar 84,61% dengan kriteria penilaian baik.

Saran

  1. Bagi Sekolah. Sebagai masukan dalam rangka meningkatkan mutu kelulusan dan mutu pendidikan di sekolah.
  2. Bagi Guru. Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dapat dipertahankan dan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam menunjang motivasi belajar peserta didik sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
  3. Bagi Penulis. Untuk menambah wawasan akademik serta pedoman untuk menerapkan pembelajaran IPA yang lebih efektif
  4. Bagi Peserta Didik. Untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik agar peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. (*)
Topik: , ,
News:

No comment for Penggunaan Model Numbered Heads Together (NHT) Pada Pembelajaran IPA Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta  Didik Kelas IV SDI Kenotan Kecamatan Adonara Tengah Kabupaten Flores Timur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.