Menu Click to open Menus
Home » PENDIDIKAN » Penggunaan Media Gambar Untuk Tingkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Alat Pernapasan Manusia

Penggunaan Media Gambar Untuk Tingkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Alat Pernapasan Manusia

(686 Views) September 4, 2017 4:04 pm | Published by | No comment

Pada Mata Pelajaran IPA Bagi Siswa Kelas V SDK Lebao Tengah I, Larantuka, Flores Timur

Oleh: Lusia Loen Kelen, S.Pd

 

Pendahuluan

Upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah perlu didukung kemampuan dan kreaktivitas guru. Kemampuan merencanakan yang tepat akan berdampak pada pelaksanaan pembelajaran yang efektif dan efisien. Pembelajaran yang berhasil ditunjukkan dengan dikuasainya materi pelajaran oleh siswa. Tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran biasanya dinyatakan dengan nilai.

Dalam proses kegiatan belajar mengajar siswa di kelas V SDK Lebao Tengah I, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur , yang dilaksanakan dalam bentuk ulangan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tentang alat pernapasan menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi  pelajaran. Dari 24 siswa, hanya 9 siswa yang tuntas. Sisanya, 15 siswa dinyatakan tidak tuntas karena nilai yang diperoleh di bawah standar KKM.

Beberapa penyebab rendahnya hasil belajar siswa pada materi alat pernapasan manusia adalah guru tidak menggunakan media pembelajaran yang tepat pada saat memaparkan materi pelajaran. Guru kurang kreatif dalam memberikan contoh pada siswa yang berhubungan dengan materi yang diajarkan. Pun, guru kurang memiliki kemampuan dalam menggunakan model pembelajaran yang tepat pada materi alat pernapasan manusia.

Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan media pembelajaran. Salah satu media yang digunakan adalah media gambar. Penggunaan media gambar diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar. Sehingga proses mengajar tidak didominasi oleh guru. Dengan begitu, siswa akan terlibat secara fisik, emosional dan intelektual. Pada gilirannya, diharapkan apa yang diajarkan oleh guru dapat dipahami oleh siswa.

Berdasarkan uraian tersebut di atas maka dalam penelitian ini diberi judul: “Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Alat Pernapasan Manusia Pada Mata Pelajaran IPA Bagi Siswa Kelas V SDK Lebao Tengah I, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur”.

Masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana penggunaan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar tentang alat pernapasan manusia bagi siswa kelas V SDK Lebao Tengah I dapat meningkat?”

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDK Lebao Tengah I, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur tentang alat pernapasan manusia dengan menggunakan media gambar.

Ada beberapa manfaat penelitian ini. Yakni, (1) bagi siswa; meningkatkan taraf penguasaan terhadap materi, dan meningkatkan pemahaman siswa khususnya pada materi alat pernapasan manusia. (2) bagi guru; membantu guru dalam memperbaiki proses pembelajaran, membantu guru berkembang secara profesional, dan membantu guru aktif dalam mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan. (3) bagi sekolah; hasil penelitian ini akan memberikan sumbangan yang baik pada sekolah karena dapat memacu tumbuhnya semangat kolaborasi antara komponen pendidik.

Metode Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDK Lebao Tengah I, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur dengan jumlah 24 siswa, laki-laki 10 orang dan perempuan 14 orang. Tempat penelitian adalah di SDK Lebao Tengah I, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Penelitian dilaksanakan dari awal bulan Februari sampai dengan awal bulan April 2017. Penelitian siklus I dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan reflkeksi.

Tahapan perencanaan meliputi; menyiapkan RPP, membuat instrumen yang digunakan dalam siklus 1 serta alat bantu yang dibutuhkan, merencanakan jumlah kelompok diskusi, menyusun skenario pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran, menyiapkan butir soal dan evaluasi, menyiapkan bahan ajar dengan materi yang telah dipilih, menyusun LKS dan membuat rencana pembelajaran dan lembaran observasi.

Tahapan pelaksanaan meliputi; membagi siswa dalam 2 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 8 orang, melaksanakan kegiatan inti yang ada dalam RPP, membagikan LKS yang disiapkan kepada setiap kelompok, guru memberikan penjelasan tentang pengisian LKS, siswa mulai aktif bekerja dalam kelompok, pelaporan hasil kegiatan kelompok, guru memberikan rangkuman, membuat tes akhir siklus I dan menganalisa hasil belajar siswa.

Tahapan observasi mencakup pengamatan proses pembelajaran secara kolaborator dengan menggunakan lembaran observasi dan menilai hasil kerja siswa. Tahapan refleksi mencakup melihat kembali proses pembelajaran pada siklus I dan melihat hasil yang diperoleh siklus I dan menentukan jalan keluarnya.

Siklus II mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Tahapan perencanaan meliputi menyusun RPP-2, melihat masalah apa saja yang muncul pada Siklus I dan mulai merancang model pembelajaran, menyusun skenario pembelajaran, merencanakan pembagian kelompok, membagi LKS yang telah disiapkan, menyusun butir-butir soal sebagai bahan evaluasi, mengadakan konsultasi dengan pembimbing dan mengembangkan program tindakan dalam proses pembelajaran pada Siklus II.

Tahapan pelaksanaan meliputi membuka pertemuan dengan kegiatan awal, menyampaikan materi yang akan dibahas, melaksanakan kegiatan inti, membagi siswa dalam  kelompok diskusi dengan tiap kelompok terdiri dari 4 orang, membagi LKS yang telah disiapkan, membimbing kelompok diskusi yang mengalami kesulitan, mempresentasekan hasil diskusi di depan kelas dan memberi evaluasi akhir setelah pertemuan.

Tahapan observasi meliputi mengamati perilaku siswa selama proses pelaksanaan tindakan berlangsung dengan menggunakan lembaran observasi, di mana siswa sudah bebas menyampaikan pendapatnya antar teman kelompok dan memeriksa dan menilai LKS baik kelompok maupun perorangan dalam lembaran observasi.

Tahapan refleksi; peneliti menyadari bahwa pembelajaran dapat berhasil baik karena menggunakan media dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan datanya antara lain : observasi tes dan dokumentasi, Analisis terhadap semua temuan dalam penelitian dilakukan sesuai dengan fokus dan rumusan masalah dan tujuan tindakan yang telah dirumuskan oleh peneliti. Data yang dianalisis adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif adalah data observasi dan evaluasi. Sedangkan data kuantitatif adalah dokumen siswa. Keaktifan siswa dapat dihitung dengan rumus:

NA= (skor perolehan/skor maksimal) x 100 (Keterangan : NA= Nilai Akhir)

Kriteria yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dan kegagalan pembelajaran dapat dicermati mulai dari keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan evaluasi kegiatan dalam bentuk nilai. Adapun indikator kerja untuk mengukur prestasi atau keberhasilan belajar siswa adalah hasil belajar siswa dalam pembelajaran deng dinyatakan berhasil bila 85% dari jumlah siswa tuntas belajar. Siswa dinyatakan tuntas belajar bila hasil belajarn menggunakan media gambar siswa dalam pembelajaran mencapai 85% atau lebih siswa memperoleh nilai minimal 65 (enam puluh lima).

Pembahasan

Pada pembelajaran siklus I Guru menjelaskan materi pembelajaran. Guru membagi LKS kepada siswa. Siswa mengerjakan tugas dalam LKS. Guru mendampingi siswa dalam mengerjakan tugas sesuai dengan LKS yang dibagi. Guru merangkum materi pembelajaran dan melaksanakan post test.

Jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 8 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 33,33%, siswa yang kurang aktif ada 10 orang dengan prosentase sebesar 41,67% dan siswa yang tidak aktif ada 6 orang dengan prosentase sebesar 25%. Sedangkan Jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 15,39, dengan rata-rata skor adalah 3,85. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Pembelajaran siklus I diakhiri dengan pemberian post tes. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 161,25, rata-rata kelas 6,72. Prosentase ketuntasan secara klasikal 41,67%.

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil yang diperoleh dari refleksi adalah guru belum menyediakan media pembelajaran sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran. Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan media pembelajaran, siswa kurang aktif dalam pembalajaran. Hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Pada pertemuan siklus II guru pengamat melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Guru pengamat melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa. Hasil observasi siswa menunjukkan siswa yang kurang aktif ada 2 orang dengan prosentase 8,33%, sedangkan siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 22 orang dengan prosentase 91,67%.  Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa Jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,98. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 23 orang dengan prosentase 95,83%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas adalah 1 orang dengan prosentase 4,17%. Jumlah nilai siklus II adalah 172,25 dengan rata-rata kelas 7,18.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan maka disimpulkan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDK Lebao Tengah I pada mata pelajaran IPA tentang alat pernapasan manusia.

Saran

Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut; sebaiknya guru menggunakan media gambar dalam pembelajaran IPA tentang alat pernapasan manusia. Penggunaan media pembelajaran sangat membantu siswa dalam melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Merekomendasikan bahwa media gambar sebagai media yang mampu mengoptimalkan pembelajaran di sekolah dasar pada mata pelajaran IPA tentang alat pernapasan manusia.(*)

No comment for Penggunaan Media Gambar Untuk Tingkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Alat Pernapasan Manusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.