Menu Click to open Menus
Home » OPINI » Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Prestasi IPA Tentang Bagian-Bagian Anggota Tubuh Paada Siswa Kelas I SDK Lamawalang

Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Prestasi IPA Tentang Bagian-Bagian Anggota Tubuh Paada Siswa Kelas I SDK Lamawalang

(108 Views) May 10, 2019 12:14 am | Published by | No comment

Oleh: Maria Barek Tukan, S.Pd.SD

 

PENDAHULUAN

Menurut Pitadjeng (2006), umumnya anak Sekolah Dasar (SD) berumur 7 – 12 tahun berada pada perode operasi konkret. Periode ini disebut operasi konkret sebab berpikir logiknya didasarkan pada manipulasi fisik objek-objek konkret. Anak yang masih berada pada periode ini untuk berpikir abstrak masih membutuhkan bantuan memanipulasi objek-objek konkret atau pengalaman-pengalaman yang dialaminya. Pembelajaran akan bermakna bagi siswa apabila guru mengetahui tentang objek yang akan diajarkannya sehingga dapat mengajarkan materi tersebut dengan penuh dinamika dan inovasi. Demikian halnya dengan pembelajaran IPA di Sekolah Dasar, seorang guru harus mempunyai daya kreasi dan imajinasi agar siswa yang mendengar, melihat dan melakukan kegiatan pembelajaran menjadi paham dan dimengerti.

Pengalaman peneliti mengajar IPA di kelas I SDK Lamawalang menunjukkan hasil yang belum memuaskan. Jumlah siswa kelas I SDK Lamawalang adalah 20 orang siswa. Siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 7 orang dengan rincian siswa yang memperoleh nilai 8 ada 3 orang siswa, siswa yang memperoleh nilai 7 ada 4 orang. Prosentase ketuntasan secara klasikal adalah 35%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas dalam pembelajaran ada 13 orang dengan rincian siswa yang memperoleh nilai 6 ada 4 orang, siswa yang memperoleh nilai 5 ada 6 orang, siswa yang memperoleh nilai 4 ada 2 orang dan siswa yang memperoleh nilai 3 ada 1 orang. Prosentase ketidaktuntasan secara klasikal adalah 65%.

Ada beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa kelas I SDK Lamawalang belum memuaskan. Masalah-masalah tersebut adalah dalam pembelajaran guru belum menggunakan media pembelajaran sehingga pembelajaran tersebut terkesan pasif. Siswa sulit mengerti pembelajaran karena materi pembelajaran IPA dianggap sulit dan membosankan. Akibatnya siswa lebih suka bermain dengan teman sebangkunya daripada memperhatikan penjelasan guru. Dalam Pembelajaran IPA materi bagian-bagian anggota tubuh, siswa tidak mengerti pembelajaran karena guru tidak menggunakan media dalam pembelajaran.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar IPA di kelas I SDK Lamawalang pada materi bagian-bagian anggota tubuh. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan media gambar. Media gambar diharapkan  membantu kelancaran pembelajaran IPA. Media gambar berfungsi untuk memberikan pengalaman bermakna, mengaktifkan dan menyenangkan siswa.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti melakukan perbaikan pembelajaran dengan judul“Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Tentang Bagian-Bagian Anggota Tubuh Pada siswa Kelas I SDK Lamawalang.”

Yang menjadi masalah dalam perbaikan pembelajaran ini adalah “Bagaimana upaya meningkatkan prestasi belajar siswa kelas I SDK Lamawalang tentang bagian-bagian anggota tubuh melalui penggunaan media gambar?” Pemecahan masalah dalam penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari peneliti yang meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun tujuan perbaikan pembelajaran adalah mendeskripsikan efektifitas penggunaan media gambar untuk meningkatkan prestasi belajar kelas I SDK Lamawalang tentang bagian-bagian anggota tubuh. Manfaat penelitian perbaikan pembelajaran adalah :

  1. Bagi Peneliti

Penelitian ini akan memberikan manfaat berupa pengalaman praktis dalam bidang penelitan.

  1. Bagi guru

Sebagai referensi bagi guru dalam penggunaan media gambar dalam pembelajaran IPA tentang bagian-bagian anggota tubuh sehingga menambah wawasan bagi guru dalam penggunaannya.

  1. Bagi Siswa

Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas I SDK Lamawalang dalam pembelajaran IPA tentang bagian-bagian anggota tubuh.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dianalisis secara deskriptif kualitatif yang terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada semester satu, tahun ajaran 2016/2017 tepatnya pada bulan September 2016. Tempat penelitian pada SDK Lamawalang – Kecamatan Larantuka-Kabupaten   Flores Timur. Subyek penelitian adalah  siswa kelas I  SDK Lamawalang yang berjumlah 28 orang siswa yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus dilaksanakan dalam empat tahapan yang diuraikan sebagai berikut :

  1. Siklus I

Pelaksanaan  siklus ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Perencanaan

Perencanaan siklus I pembelajaran adalah sebagai berikut :

  • Guru menyiapkan rencana pembelajaran.
  • Guru menyiapkan LKS.
  • Guru menyiapkan lembaran evaluasi.
  • Guru berkonsultasi dengan pembimbing, dan meminta bantuan kepada pembimbing untuk mengamati proses pembelajaran.
    1. Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan siklus I mencakup kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan awal  apresepsi/ motivasi meliputi berdoa, mengisi daftar kelas dan memperingatkan cara duduk yang baik ketika menulis, membaca. Pelaksanaan kegiatan inti mencakup eksplorasi, dan elaborasi yang diuraikan sebagai berikut :

  • Kegiatan eksplorasi :
  1. Guru dan siswa menyanyikan lagu “ dua mata saya “
  2. Guru menyebutkan nama-nama anggota tubuh
  3. Guru menjelaskan kegunaan dari tiap-tiap anggota tubuh yang diamati.
  4. Guru meletakkan kartu yang bergambar bagian anggota tubuh untuk meletakkan pada kartu yang bertuliskan kegunaanya.
  5. Siswa dapat membaca huruf yang sudah ditulis.
  6. Guru menceritakan nama ayah, ibu, kakak, adik dan kerabat yang ada di rumah.
  7. Guru menjelaskan hubungan kekerabatan antara anggota keluarga yang ada di rumah.
    • Kegiatan elaborasi :
  8. Menyebutkan anggota tubuh
  9. Menyebutkan fungsi masing-masing anggota tubuh
  10. Menyebutkan kerugian bila tidak merawat anggota tubuh.
  11. Menjelaskan tentang membiasakan diri untuk merawat anggota tubuh.
  12. Menuliskan contoh nama orangtua, teman dan diri sendiri.
  13. Siswa menyebutkan tugas orang tua.
  14. Siswa menyebutkan tugas diri.
  15. Siswa menuliskan tugas diri
  16. Guru memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
  17. Guru memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
  18. Guru memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
  19. Guru memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok.

Sedangkan dalam kegiatan penutup adalah guru membuat kesimpulan dari tiap materi yang disampaikan, siswa mengerjakan post tes dan guru memberikan PR/tugas kepada siswa.

  1. Observasi

Kegiatan yang dilaksanakan dalam kegiatan observasi adalah :

  • Guru peneliti melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
  • Pembimbing melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung.
  • Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.
    1. Refleksi

Kegiatan yang dilakukan adalah :

  1. Pembimbing dan guru peneliti membahas kekurangan dan kelemahan pada siklus pertama untuk melakukan tindakan pada siklus kedua.
  2. Guru peneliti merefleksi penyebab terjadinya kelemahan yang ada pada siklus I.
  3. Guru merancang kegiatan untuk meyempurnakan tindakan pada siklus dua.

Siklus II

Penelitian pada siklus ini dilakukan, dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Perencanaan

Kegiatan yang dilaksanakan dalam siklus II adalah :

  • Guru menyiapkan rencana pembelajaran.
  • Guru menyiapkan LKS.
  • Guru berkonsultasi dengan pembimbing.
  • Guru menyiapkan lembaran evaluasi.
  • Guru peneliti meminta bantuan kepada guru pengamat untuk mengamati proses pembelajaran.
    1. Pelaksanaan

Pelaksanaan siklus II dibagi dalam tiga bagian yakni kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan awal mencakup doa, mengisi daftar kelas, mempersiapkan materi ajar, model, alat peraga. Pelaksanaan. Kegiatan inti  meliputi eksplorasi dan  elaborasi,  yang diuraikan sebagai berikut :

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

  • Siswa dapat mengamati model/ gambar anggota tubuh.
  • Menyanyikan lagu “ dua mata saya “
  • Menunjukkan gambar dan menyebutkan nama-nama anggota tubuh
  • Menjelaskan kegunaan dari tiap-tiap anggota tubuh yang diamati.
  • Meletakkan kartu yang bergambar bagian anggota tubuh untuk meletakkan di depan papan tulis
  • Pada kartu yang bertuliskan kegunaanya.
  • Siswa dapat membaca huruf yang sudah ditulis.
  • Menceritakan nama ayah, ibu, kakak, adik dan kerabat yang ada di rumah.
  • Menjelaskan hubungan kekerabatan antara anggota keluarga yang ada di rumah.

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

  • Menyebutkan anggota tubuh
  • Menyebutkan fungsi masing-masing anggota tubuh
  • Menyebutkan kerugian bila tidak merawat anggota tubuh.
  • Membiasakan diri untuk merawat anggota tubuh
  • Menjiplak bentuk huruf lepas e, o, m, n, b, d dengan posisi duduk dan memegang alat tulis dengan baik sesuai gambar anggota tubuh
  • Menuliskan nama orangtua, teman dan diri sendiri
  • Menyebutkan tugas orang tua
  • Menyebutkan tugas diri
  • Menuliskan tugas orangtua
  • Menuliskan tugas diri
  • Memberikan contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh laki-laki dan perempuan.
  • Menuliskan contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh laki-laki dan perempuan.
  • Memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
  • Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
  • Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
  • Memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
  • Memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok

Dalam kegiatan penutup, guru:

  • Membuat kesimpulan dari tiap materi yang disampaikan.
  • Mengerjakan post tes
  • Pemberian PR / tugas
  1. Observasi

Kegiatan yang dilakukan adalah :

  • Guru peneliti melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
  • Pembimbing melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung.
  • Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.
    1. Refleksi

Bersama Pembimbing melakukan pembahasan tentang hasil yang siklus ke dua. Instrumen yan yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

  1. Tes

Adapun tes yang dilakukan oleh peneliti ada dua cara yaitu :

  1. Pretes: diberikan pada siswa sebelum mendapat pelajaran dengan penugasan yang bervariasi dan dilakukan dengan melibatkan siswa secara langsung.
  2. Postes: diberikan kepada siswa setelah mendapat pembelajaran dengan media gambar dan dilakukan dengan melibatkan siswa secara langsung.
    1. Observasi

Pelaksanaan observasi di bagi dalam dua bagian yaitu observasi guru dan observasi siswa.

Untuk mengetahui hasil dari rata-rata kelas dan ketuntasan nilai secara klasikal dapat diketahui  dengan rumus dibawah ini.

Nilai rata-rata kelas diperoleh dari :

Keterangan:

M = Rata – rata kelas

Ex = jumlah nilai yang diperoleh siswa

N   = Jumlah siswa

 

Nilai ketuntasan dapat diperoleh dari :

Keterangan :

P    = Prosentasi ketuntasan belajar

En = Jumlah siswa yang memperoleh ketuntasan

N   =  Jumlah siswa (Arikunto, 2002)

 

Data hasil tes belajar dianalisis dengan menggunakan acuan tingkat pemahaman atau penguasaan siswa. Tingkat pemahaman siswa ditentukan dengan menggunakan kriteria penilaian sebagai berikut:

  • 80 – 100 = Amat baik (A)
  • 70 – 79   = Baik (B)
  • 60 –   69                =  Cukup (C)
  • 50  – 59    = Kurang (C)

Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar apabila telah memiliki daya serap 60 % ke atas. Sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila paling sedikit 85 % siswa di kelas tersebut telah tuntas belajar.

PEMBAHASAN

Pelaksanaan kegiatan siklus I mencakup kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan awal  apresepsi/ motivasi meliputi berdoa, mengisi daftar kelas dan memperingatkan cara duduk yang baik ketika menulis, membaca.

Pelaksanaan kegiatan inti mencakup eksplorasi, dan elaborasi. Kegiatan yang dilaksanakan dalam eksplorasi adalah guru dan siswa menyanyikan lagu “ dua mata saya.” Guru menyebutkan  nama-nama anggota tubuh. Guru menjelaskan kegunaan dari tiap-tiap anggota tubuh yang diamati. Guru meletakkan kartu yang bergambar bagian anggota tubuh untuk meletakkan pada kartu yang bertuliskan kegunaanya. Siswa dapat membaca huruf yang sudah ditulis. Guru menceritakan nama ayah, ibu, kakak, adik dan kerabat yang ada di rumah. Guru menjelaskan hubungan kekerabatan antara anggota keluarga yang ada di rumah. Kegiatan yang dilaksanakan dalam elaborasi adalah menyebutkan anggota tubuh. Menyebutkan fungsi masing-masing anggota tubuh. Menyebutkan kerugian bila tidak merawat anggota tubuh. Menjelaskan tentang membiasakan diri untuk merawat anggota tubuh. Menuliskan contoh nama orangtua, teman dan diri sendiri. Siswa menyebutkan tugas orang tua. Siswa menyebutkan tugas diri. Siswa menuliskan tugas orangtua. Siswa menuliskan tugas diri. Guru memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis; Guru memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut; Guru memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif; Guru memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok. Sedangkan dalam kegiatan penutup adalah guru membuat kesimpulan dari tiap materi yang disampaikan, siswa mengerjakan post tes dan guru memberikan PR / tugas kepada siswa.

Dalam pembelajaran siklus I jumlah siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 13 orang dengan prosentase keaktifan sebesar 46,43%, siswa yang kurang aktif ada 12 orang dengan prosentase sebesar 42,88% dan siswa yang tidak aktif ada 3 orang dengan prosentase sebesar 10,71%. Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai siswa siklus I adalah 148 rata-rata kelas 4,93. Prosentase ketuntasan secara klasikal 33,33%.  Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Jumlah nilai siswa siklus I adalah 1350, rata-rata kelas  67,5. Prosentase ketuntasan secara klasikal 45%.

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil yang diperoleh dari refleksi adalah guru belum menyediakan media pembelajaran sehingga siswa kurang mengerti tentang materi yang disampaikan dalam pembelajaran. Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan media pembelajaran siswa kurang aktif dalam pembalajaran. Hasil yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Pelaksanaan kegiatan siklus II dibagi dalam tiga tahapan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Kegiatan awal mencakup doa, apresepsi/ motivasi :  mengisi daftar kelas, mempersiapkan materi ajar, model, alat peraga. Memperingatkan cara duduk yang baik ketika menulis, membaca.

Kegiatan inti dibagi dalam tiga tahapan yaitu eksplorasi dan elaborasi. Dalam kegiatan eksplorasi, siswa mengamati model/gambar anggota tubuh. Menyanyikan lagu “dua mata saya.“ Menunjukkan gambar dan menyebutkan  nama-nama anggota tubuh. Menjelaskan kegunaan dari tiap-tiap anggota tubuh yang diamati. Meletakkan kartu yang bergambar bagian anggota tubuh untuk meletakkan pada kartu yang bertuliskan kegunaanya.  Siswa dapat membaca huruf yang sudah ditulis. Menceritakan nama ayah, ibu, kakak, adik dan kerabat yang ada di rumah. Menjelaskan hubungan kekerabatan antara anggota keluarga yang ada di rumah.

Dalam kegiatan elaborasi, guru: Menyebutkan anggota tubuh. Menyebutkan fungsi masing-masing anggota tubuh. Menyebutkan kerugian bila tidak merawat anggota tubuh. Membiasakan diri untuk merawat anggota tubuh. Menjiplak bentuk huruf lepas e, o, m, n, b, d  dengan posisi duduk dan memegang alat tulis dengan baik sesuai gambar anggota tubuh. Menuliskan nama orangtua, teman dan diri sendiri. Menyebutkan tugas orang tua. Menyebutkan tugas diri. Menuliskan tugas orangtua. Memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis; Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut; Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif; Memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar; Memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok. Dalam kegiatan penutup, guru: Membuat kesimpulan dari tiap materi yang disampaikan. Siswa mengerjakan post tes dan pemberian PR / tugas.

Hasil observasi siswa menunjukkan bahwa siswa yang kurang aktif ada satu orang dengan prosentase 3,57%, sedangkan siswa yang aktif dalam pembelajaran ada 27 orang dengan prosentase 96,43%. Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Hasil post menunjukkan bahwa satu orang tidak tuntas dalam pembelajaran, dengan prosentase 3,57%. Siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 27  orang dengan prosentase 96,43%. Jumlah nilai siklus II adalah 1640 dengan rata-rata kelas 82.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil observasi siswa, observasi guru serta hasil evaluasi yang diperoleh pada siklus I dan siklus II  dikatakan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas I SDK Lamawalang tentang bagian-bagian anggota tubuh.

 

SARAN

Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut :

  1. Bagi Guru

Sebaiknya guru menggunakan media gambar dalam pembelajaran IPA  tentang bagian-bagian anggota tubuh.

  1. Bagi Siswa

Penggunaan media gambar pembelajaran sangat membantu siswa dalam melibatkan siswa dalam proses pembelajaran.

  1. Bagi Sekolah

Merekomodasikan bahwa media gambar sebagai media yang mampu mengoptimalkan pembelajaran di sekolah dasar pada mata pelajaran IPA tentang bagian-bagian anggota tubuh.

 

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.

Ali, Muhamad, 1997. Guru Dalam Proses Mengajar. Bandung. Sinar Baru Algensindo

Djamasiya,1997. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka

Hamalik, Oemar. 2001. Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara

Kasiani, Kasbolah, 1998. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Nurdin, 2007. Dasar– Dasar Penulisan. Malang: UPT Penerbit Universitas Muhamadiyah

Suryosubroto.2002. Proses Belajar Mengajar Di Sekolah. Jakarta. Rineka Cipta

Sudjana, Nana dan Ibrahim. 2004. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algensinda.

Sumantri, Mulyani Dan Johar Permana. 1998. Strategi Belajar Mengajar, Surabaya: Unesa University Press

Rachman. 1997.Manajemen  Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan kebudayaan

Uzer, Usman. Menjadi Guru Profesional. 1995. Bandung: PT Remaja Rosdakary.

 

No comment for Penggunaan Media Gambar Untuk Meningkatkan Prestasi IPA Tentang Bagian-Bagian Anggota Tubuh Paada Siswa Kelas I SDK Lamawalang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.