Menu Click to open Menus
Home » OPINI » Penggunaan Alat Peraga Jam Dinding Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II SDK Larantuka III Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Pengukuran Waktu

Penggunaan Alat Peraga Jam Dinding Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II SDK Larantuka III Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Pengukuran Waktu

(1293 Views) June 29, 2017 7:16 am | Published by | No comment

Oleh: Yulina Ose Betan, S.Pd

 PEMBELAJARAN matematika di kelas II SDK Larantuka III untuk Materi Pengukuran Waktu diketahui bahwa Kriteria Ketuntasan Minimal adalah 5.0. Namun hasil belajar yang diperoleh siswa kelas II SDK Larantuka III dengan rincian perolehan nilai, siswa yang memperoleh nilai 8 ada 2 orang, siswa yang memperoleh nilai 7 ada 3 orang, siswa yang memperoleh nilai 6 ada 2 orang. Jumlah siswa yang tuntas dalam pembelajaran hanya 7 orang. Jadi ketuntasan secara klasikal baru mencapai 36,84%.

Sedangkan siswa yang tidak tuntas sebanyak 12 orang. Dimana, terdapat 7 siswa yang memperoleh nilai 4, 3 siswa yang memperoleh nilai 3, dan 2 siswa yang memperoleh nilai 2. Sehingga prosentase ketidaktuntasan secara klasikal sebesar 63,16%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran matematika, khususnya materi Pengukuran Waktu.

Hasil belajar tersebut juga memperlihatkan bahwa pemilihan media pengajaran kegiatan belajar mengajar materi pengukuran waktu kurang sesuai dan tidak tepat. Guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Dan, butuh upaya untuk mengatasinya.

Salah satu usaha untuk mengatasi berbagai kesulitan pembelajaran materi pengukuran waktu adalah dengan menggunakan alat peraga jam dinding. Penggunaan alat peraga jam dinding diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDK Larantuka III.

Penggunaan alat peraga jam dinding dirasakan sangat tepat dalam pembelajaran matematika materi pengukuran waktu. Alat peraga jam dinding adalah alat yang digunakan untuk memperagakan atau membantu proses  pembelajaran untuk lebih memperjelas fakta, konsep, dan prinsip agar tampak lebih nyata. Siswa dapat memahami materi yang diajarkan.

Melalui penggunaan alat peraga jam dinding, siswa dapat melakukan percobaan sendiri. Siswa dapat  mengetahui nilai-nilai menit, detik dan jam. Juga, siswa dapat membaca jam secara benar.

Berdasarkan uraian diatas, penulis mengadakan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan alat peraga jam dinding. Oleh karena itu judul yang diangkat dan dikaji dalam laporan ini adalah “Penggunaan Alat Peraga Jam Dinding Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II SDK Larantuka III Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Pengukuran Waktu”.

Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan alat peraga jam dinding dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDK Larantuka III ?

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDK Larantuka III pada mata pelajaran matematika materi pengukuran waktu.

Ada beberapa manfaat yang diperoleh dari perbaikan pembelajaran ini. Yakni, pertama, bagi siswa: terjadi peningkatan prestasi belajar siswa kelas II pada materi pelajaran pengukuran waktu. Siswa dapat mengikuti pembelajaran secara aktif dan menarik. Kedua, bagi guru: Sebagai bahan perbaikan pembelajaran di kelas, sehingga proses dan hasil pembelajaran mengalami peningkatan. Sebagai wahana dalam peningkatan profesionalitas guru karena mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya. Ketiga, bagi sekolah: Memiliki guru yang profesional dalam mengelola pembelajaran di kelas. Sekolah dapat berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.

Subyek penelitian adalah siswa kelas II SDK Larantuka III, yang berjumlah 19 orang, yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan.

Waktu penelitian dilaksanakan pada semester II (dua), tahun ajaran 2016/2017, bulan April – Mei 2017.

Tempat penelitian pada SDK Larantuka III, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus dengan tahapan sebagai berikut:

Siklus I. (1) Perencanaan : guru menyiapkan rencana pembelajaran. Guru menyiapkan LKS. Guru menyiapkan lembaran evaluasi. Guru peneliti meminta bantuan kepada guru pengamat untuk mengamati proses pembelajaran.

(2) Pelaksanaan : Guru memberikan pra tes. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari. Siswa dibagi dalam 4 kelompok dan menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru. Guru membagikan LKS kepada anggota kelompok. Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru. Siswa mempresentasekan hasil kerja kelompok.

(3) Observasi : Guru pengamat melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Guru pengamat melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.

(4) Refleksi : Berdasarkan hasil pengamatan guru pengamat dan guru peneliti membahas kekurangan dan kelemahan tindakan pada pertemuan kedua. Guru merefleksi penyebab terjadinya kelemahan dan kekurangan tersebut. Guru merancang kegiatan untuk meyempurnakan tindakan pada siklus dua.

Siklus II.

(1) Perencanaan : Guru menyiapkan rencana pembelajaran. Guru menyiapkan alat peraga jam dinding. Guru menyiapkan LKS. Guru menyiapkan lembaran evaluasi. Guru peneliti meminta bantuan kepada guru pengamat untuk mengamati proses pembelajaran.

(2) Pelaksanaan : Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari. Siswa dibagi dalam 5 kelompok. Guru menjelaskan materi pembelajaran dengan menggunakan alat peraga jam dinding. Guru menunjukkan letak waktu berdasarkan alat peraga jam dinding. Guru membagikan LKS kepada anggota kelompok. Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru. Siswa berdiskusi dalam kelompok. Siswa mempresentasekan hasil kerja kelompok.

(3) Observasi : Guru pengamat melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Guru pengamat melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi siswa.

(4) Refleksi : Bersama guru pengamat melaksanakan pembahasan tentang hasil yang diperoleh pada siklus ke dua.

Pembahasan

Data hasil penelitian siklus I diperoleh dari observasi siswa, observasi guru dan hasil post tes siklus I. Siswa yang aktif dalam pembelajaran sebanyak 7 orang, dengan prosentase 36,84%. Siswa yang cukup aktif sebanyak 11 orang, dengan prosentase 57,89%. Siswa yang tidak aktif sebanyak 1 orang dengan prosentase 5,26%.

Rata-rata kelas siklus I adalah 6,16 dengan jumlah nilai 117. Siswa yang tuntas pada siklus I adalah 7 orang dengan jumlah siswa 19 orang. Prosentase ketuntasan kelas adalah 36,84%.

Melihat hasil yang diperoleh pada siklus I, hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru pengamat terhadap guru peneliti dikatakan bahwa pembelajaran siklus I perlu diadakan perbaikan pada siklus II. Penerapan media jam dinding menjadi acuan guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDK Larantuka III.

Penggunaan alat peraga jam dinding pada siklus II dengan hasil adalah siswa yang aktif dalam pembelajaran sebanyak 18 orang dengan prosentase 94,74% , tidak ada siswa yang kurang aktif, siswa yang tidak aktif ada 1 orang dengan prosentase 5,26%.

Rata-rata kelas siklus II adalah 7,89 dengan jumlah nilai 150. Semua siswa tuntas dalam pembelajaran. Prosentase ketuntasan kelas adalah 100%..

Berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus II dan perbandingan keaktifan siswa dan pada siklus I dan siklus II disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga jam dinding dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDK Larantuka III, mata pelajaran maemaika materi pengukuran waktu.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil perbaikan dan pembahasan siklus I dan siklus II di atas maka dapat  disimpulkan bahwa :siswa lebih cepat mengerti dan memahami isi dari pembelajaran dengan menggunakan alat peraga jam dinding. Alat peraga jam dinding dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran matematika pada materi pengukuran waktu siswa kelas II SDK Larantuka III.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti maka disimpulkan bahwa alat peraga jam dinding dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDK Larantuka III, maka penulis menyampaikan saran: Sebaiknya sekolah menggunakan alat peraga pembelajaran untuk memperlancar pembelajaran di Sekolah Dasar. Menghimbau hasil penelitian dikembangkan lagi dengan cara melakukan penelitian ulang pada subyek  dan pokok bahasan yang berbeda dengan mengatasi segala kekurangan dan kelemahan pada penelitian ini untuk memperoleh hasil yang lebih baik. (*)

Topik: ,
News: ,

No comment for Penggunaan Alat Peraga Jam Dinding Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II SDK Larantuka III Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Pengukuran Waktu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.