Menu Click to open Menus
Home » HUKRIM » Pengacara Pertanyakan Pembeli Insang Ikan Pari Tidak Disentuh Polisi, Goris Masih Saksi

Pengacara Pertanyakan Pembeli Insang Ikan Pari Tidak Disentuh Polisi, Goris Masih Saksi

(1097 Views) November 25, 2016 6:10 am | Published by | No comment

Juprianus Lamabelawa, SH, MH

LEWOLEBA, aksiterkini.com — Juprianus Lamablawa, SH, MH, salah satu kuasa hukum nelayan Lamalera, Gregorius Dengekae Krova, mempertanyakan, mengapa pembeli insang ikan pari yang melakukan transaksi jual beli dengan kliennya saat penangkapan, tidak disentuh Kepolisian Resort Lembata.  Saat ini status kliennya masih sebagai saksi.

“Kenapa pembelinya sampai sekarang  tidak disentuh polisi?Bahkan diperiksa sebagai saksi saja tidak. Kecuali pembelinya itu polisi yang menyamar. Tapi, kalau orang LSM juga, ya tetap diperiksa. Mereka tidak kebal hukum,” ujar Lamablawa

Faktanya, seperti penuturan warga Lamalera kepada aksiterkini.com, pembeli yang mengaku bernama Akang Bandung pada Goris dan Indra pada beberapa warga Lamalera lainnya, sudah beberapa kali ke Lamalera dengan tujuan yang sama, membeli insang ikan pari. Akang Bandung alias Indra biasa beroperasi  membeli insang ikan pari di rumah-rumah warga.

“Saya pernah bertemu di pasar dan dia tanya. Juga, ke rumah dan lihat-lihat. Jadi, kami tahu dia. Nomor hpnya juga kami simpan. Tetapi sejak kejadian penangkapan, nomor hpnya tidak aktif  lagi,” ujar nelayan Lamalera, Yohakim Demon.

Lamablawa menegaskan, yang namanya transaksi jual beli artinya ada penjual dan ada pembeli. Tidak bisa hanya penjual saja dan pembelinya tidak ada. Apalagi dalam operasi tangkap tangan seperti yang terjadi pada penangkapan klien Goris Dengekae Krova. “Dua—duanya harus ditangkap. Tidak benar kalau  polisi kemudian  tidak berusaha mencari, mengejar dan menangkap pembelinya kalau pembelinya kabur saat penangkapan. Karena itu kepolisian, tidak boleh meniadakan pasal 480 KUHP, sekalipun penadahnya adalah LSM dibawah naungan Kementrian Perikanan dan Kelautan,” ujar Lamablawa.

Lamablawa mengingatkan, untuk penerapan tindak pidana perikanan, penyidik agar lebih berhati-hati. Sebab ada banyak aspek sebagai syarat yang harus dipenuhi sesuai UU Perikanan. Juga, perlu memperhatikan UU tentang perlindungan nelayan, sehingga tindakan yang diambil tidak merugikan nelayan secara luas.

Seperti diberitakan aksiterkini.com Goris Dengekae Krova (61) ditangkap di depan Hotel Palm Indah beberapa saat setelah tiba dari Lamalera. Beberapa jam sebelumnya, Gorys ditelpon Akang Bandung—kepada nelayan Lamalera lainnya, orang yang sama mengaku bernama Indra dari Bandung—untuk menemuinya di Lewoleba dengan membawa serta insang ikan pari. Dalam beberapa kali pembicaraan sebelumnya, Akang Bandung ini meminta Goris membawa cukup banyak. Karena tidak memiliki insang pari dalam jumlah yang banyak, Goris lalu mengumpulkan dari beberapa nelayan lain yang juga keluarganya.

Di hari naas itu, Goris diminta datang sendiri ke hotel Palm Indah dengan bawaan sekitar 25 Kg ikan pari yang disimpannya dalam 6 karung. Tak menaruh curiga, Gorys menuju hotel dengan bus yang ditumpanginya dari Lamalera. Namun, saat bertemu dan Akang Bandung  sedang menghitung harga yang harus dibayarkan itulah, polisi menangkapnya. Dua orang lain, Akang Bandung dan temannya yang menemui Goris langsung menghilang dan tidak pernah dilihatnya lagi.

Polisi ketika itu bersama seorang perempuan bernama Irma dari Wildlife Unit Crime yang mengaku konseren dengan perlindungan hewan langka seperti Pari Manta Oseanik, Hiu Paus dan hewan lainnya yang dilindungi oleh hokum internasional maupun nasional. Pihaknya bekerja sama dengan kepolisian setelah mendapat laporan dari warga. Operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari MOU bersama dengan 4 Polda termasuk Polda NTT. (fince bataona)

Topik:
News:

No comment for Pengacara Pertanyakan Pembeli Insang Ikan Pari Tidak Disentuh Polisi, Goris Masih Saksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.