Menu Click to open Menus
Home » POLKAM » Penerapan Metode Demonstrasi Menempel Angka Untuk Meningkatkan Ketepatan Mengurutkan Angka Pada Anak Kelompok B1 TK Nurul Hidayah Postoh

Penerapan Metode Demonstrasi Menempel Angka Untuk Meningkatkan Ketepatan Mengurutkan Angka Pada Anak Kelompok B1 TK Nurul Hidayah Postoh

(119 Views) January 2, 2019 11:06 pm | Published by | No comment

Oleh : Sesilia Hunga Huler,S.Pd

Proses pembelajaran di kelas harus berguna bagi anak maupun pendidik. Guru atau pendidik harus pandai menerapkan cara atau metode, media belajar serta menciptakan situasi-situasi yang menyenangkan sehingga anak atau peserta didik merasa betah atau kerasan selama proses pembelajaran berlangsung. Pengalaman peneliti mengajar anak kelompok B1 TK Nurul Hidayah belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Jumlah anak TKK Nurul Hidayah ada 17 orang. Anak yang sudah bisa mengurutkan angka ada 6 orang dengan prosentase 35,29%. Sedangkan anak yang belum bisa mengurutkan angka ada 11 orang dengan prosentase ketidaktuntasan 64,71%.

Kegiatan menempel angka atau bermain peran dan lainnya tidak serta merta dilaksanakan tetapi harus melalui situasi proses yang mengarah pada pemahaman anak. Anak-anak terkhusus anak Usia Dini memiliki rasa ingin tahu yang besar dan luar biasa dan kemampuan menyerap informasi sangat tinggi. Untuk meningkatkan kreativitas anak melalui pemberian stimulus. Untuk itu guru seyogyanya dapat mensiasati pembelajaran yang dapat memotivasi minat belajar anak melalui media-media.

Berdasarkan latar belakang diatas maka Penelitian Tindakan Kelas ini merupakan bentuk penelitian untuk memperbaiki dan menyempurnakan mutu pelaksanaan tugas sehari-hari di TK Nurul Hidayah Postoh kelompok B1 Judul Penelitian Tindakan adalah: “Penerapan Metode Demonstrasi Menempel Angka Untuk Meningkatkan Ketepatan Mengurutkan Angka Pada Anak Kelompok B1 TK Nurul Hidayah Postoh”.

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana menggunakan metode demonstrasi menempel angka dalam mengajar ketepatan mengurutkan angka 1 – 10 pada  kelompok B1 TK. Nurul Hidayah?” Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan anak dalam mengurutkan angka 1 – 10 dengan menggunakan metode demontrasi.

Adapun manfaat  penelitian ini adalah :(1) Bagi Guru; Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini bagi guru adalah (a) Sebagai masukan  bagi guru agar selalu menggunakan metode yang tepat dan bervariatif dalam proses pembelajaran. (b) Guru termotivasi mencari alternatif tindakan pemecahan masalah. (c) Guru termotivasi untuk berkreasi dalam pembuatan alat peraga. (2) Anak Didik; (a) Untuk meningkatkan kemampuan anak kelompok B1 TK Nurul Hidayah dalam bermain dan belajar mengenal angka 1 – 10. (b) Peserta didik termotivasi untuk lebih banyak belajar dengan menggunakan berbagai alat peraga seperti kartu angka/bilangan, loto angka, puzzle angka. (3) Bagi Sekolah; (a) Memberikan masukan kepada kepala sekolah dan teman sejawat untuk selalu menggunakan metode yang tepat dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan kemampuan mengurutkan huruf anak. (b) Menyiapkan yang sesuai dengan materi yang diajarkan di sekolah  dalam meningkatkan semangat belajar anak yang pada gilirannya untuk meningkatkan prestasi belajar.

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat, lebih kreatif dan memuaskan. Tempat penelitian ini adalah TK Nurul Hidayah Kelurahan Postoh Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur Propinsi Nusa Tenggara Timur. Waktu penelitian adalah selama dua bulan yaitu bulan Maret-April tahun ajaran 2016/2017. Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelompok B1 TK Nurul Hidayah yang berjumlah 17 orang anak. Jumlah siswa perempuan ada 10 dan jumlah siswa laki-laki 7 orang.

Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus dijabarkan sebagai berikut :

  1. Siklus I

Pelaksanaan  siklus ini dilakukan dengan materi mengenal angka, dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Kegiatan yang dilakukan adalah : Guru menyiapkan rencana pembelajaran. Guru menyiapkan LKS. Guru menyiapkan lembaran evaluasi. Guru berkonsultasi dengan pembimbing, dan meminta bantuan kepada pembimbing untuk mengamati proses pembelajaran.
  2. Kegiatan yang dilakukan adalah : Guru memberikan pra tes. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari. Guru membagikan LKS kepada anak. Anak  menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru. Anak melaporkan hasil kerja.
  3. Kegiatan yang dilakukan adalah : Guru peneliti melakukan pengamatan kepada anak selama proses pembelajaran berlangsung. pembimbing melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi anak.
  4. Kegiatan yang dilakukan adalah : pembimbing dan guru peneliti membahas kekurangan dan kelemahan pada siklus pertama untuk melakukan tindakan pada siklus kedua. Guru peneliti merefleksi penyebab terjadinya kelemahan yang ada pada siklus I. Guru merancang kegiatan untuk meyempurnakan tindakan pada siklus dua.
  5. Siklus II

Penelitian pada siklus ini dilakukan dengan materi mengenal angka, dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Kegiatan yang dilakukan adalah : Guru menyiapkan rencana pembelajaran. Guru menyiapkan LKS. Guru berkonsultasi dengan pembimbing. Guru menyiapkan lembaran evaluasi. Guru peneliti meminta bantuan kepada guru pengamat untuk mengamati proses pembelajaran.
  2. Kegiatan yang dilakukan adalah : Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari. Guru membagikan LKS kepada anggota kelompok. Anak menyelesaikan tugas yang diberikan guru dengan cara melakukan demontrasi terhadap bilangan 1-10. Anak  melapor hasil kerja di depan kelas.
  3. Kegiatan yang dilakukan adalah : Guru peneliti melakukan pengamatan kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung. pembimbing melakukan pengamatan kepada guru peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Guru peneliti menganalisis hasil evaluasi anak.
  4. Bersama pembimbing melakukan pembahasan tentang hasil yang diperoleh pada siklus ke dua.

Tujuan penelitian tindakan ini untuk mengetahui penggunaan metode demontrasi dalam meningkatkan kemampuan anak dalam mengurutkan bilangan. Maka peneliti memilih metode pengumpulan data sebagai berikut: Metode Tes  dan Metode Observasi.

Untuk mengetahui hasil dari rata-rata kelas dan ketuntasan nilai secara klasikal dapat diketahui  dengan rumus dibawah ini.

Nilai rata-rata kelas diperoleh dari :

 

 

Keterangan:

M = Rata – rata kelas

N   = Jumlah siswa

Nilai ketuntasan dapat diperoleh dari :

 

 

Keterangan :

P    = Prosentasi ketuntasan belajar

N   =  Jumlah siswa

Data hasil tes belajar dianalisis dengan menggunakan acuan tingkat pemahaman atau penguasaan siswa. Tingkat pemahaman siswa ditentukan dengan menggunakan kriteria penilaian sebagai berikut:

  1. * * * *       = Amat baik (A)
  2. * * *          = Baik (B)
  3. * *             = Cukup (C)
  4.  *              = Kurang (C)

Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar apabila telah memiliki daya serap 60 % ke atas. Sedangkan ketuntasan klasikal tercapai apabila paling sedikit 85 % siswa di kelas tersebut telah tuntas belajar.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Kegiatan siklus I dibagi atas tiga bagian yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Kegiatan awal meliputi : berdoa, absensi, tanya jawab tentang nama hari dan bulan, mengucapkan tata tertib kelas. Praktek langsung meloncat dari atas meja. Kegiatan inti mencakup : pemberian tugas menempel angka 1-10 dengan tepat. Membentuk buah-buahan dengan bahan platisin (buah tomat, buah pisang dan lain-lain). Menarik garis misalnya : tomat dengan buah tomat dan manggis dengan buah manggis dan apel dengan buah apel. Kegiatan akhir meliputi : tanya jawab tentang kegiatan hari ini, menyampaikan pesan dan berdoa serta memberi salam.

Dalam pembelajaran siklus I aspek yang dinilai dalam pembelajaran yaitu kerapihan, ketepatan dan ketelitian. Anak yang rapih dalam pembelajaran ada 8 orang dengan prosentase 47,06%. Anak yang belum rapih dalam pembelajaran ada 9 orang dengan prosentase 52,94%. Anak yang tepat dalam menghubungkan menggambar ada 12 orang dengan prosentase 70,59%, dan anak yang tidak tepat dalam menghubungkan gambar ada 5 orang dengan prosentase 29,41%. Jumlah anak yang teliti  dalam menghubungkan angka dengan gambar ada 9 orang dengan prosentase 52,94%, sedangkan jumlah anak yang belum teliti dalam menghubungkan angka dengan gambar ada 8 orang anak dengan prosentase 47,06%.

Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 15,39, dengan rata-rata skor adalah 3,85. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus I. Pembelajaran siklus I diakhiri dengan pemberian tes. Aspek penilaian dibagi dalam tiga bagian yaitu kerapihan, ketepatan dan ketelitian. Jumlah nilai siklus I pada aspek kerapihan adalah 870, rata-rata kelas 51,17. Prosentase klasikal pada aspek kerapihan adalah 64,71%. Jumlah nilai anak pada aspek kerapihan dalam menyusun gambar adalah 870. Rata-rata kelas pada aspek ketepatan adalah 51,17, dengan prosentase 64,71%. Sedangkan pada aspek ketelitian jumlah nilai anak adalah 870. Rata-rata aspek ketelitian dalam aspek ketelitian adalah 51,17. Prosentase anak yang teliti dalam pembelajaran adalah 64,71%.

Melihat hasil yang ada pada siklus I maka peneliti dan guru pengamat melakukan refleksi. Hasil yang diperoleh dari refleksi adalah guru belum meggunakan metode sesuai dengan materi yang diajarkan. Akibat dari pembelajaran yang tidak menggunakan metode yang sesuai dengan materi  pembelajaran sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa dalam pembelajaran siklus I belum menunjukkan hasil yang memuaskan dan perlu diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II.

Kegiatan siklus  II mencakup, kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Kegiatan awal meliputi : berdoa, absensi, tanya jawab tentang nama hari dan bulan, mengucapkan tata tertib kelas. Praktek langsung meloncat dari atas meja. Kegiatan inti mencakup : pemberian tugas menempel angka 1-10 dengan tepat. Membentuk buah-buahan dengan bahan platisin (buah tomat, buah pisang dan lain-lain). Menarik garis misalnya : tomat dengan buah tomat dan manggis dengan buah manggis dan apel dengan buah apel. Kegiatan akhir meliputi : tanya jawab tentang kegiatan hari ini, menyampaikan pesan dan berdoa serta memberi salam.

Aspek yang dinilai dalam observasi anak yaitu kerapihan, ketepatan dan ketelitian. Anak yang rapih dalam pembelajaran ada 13 orang anak dengan prosentase 76,47%. Anak yang belum rapih dalam pembelajaran ada 4 orang dengan prosentase 23,53%. Anak yang tepat dalam menghubungkan gambar dengan angka ada 14 orang anak dengan prosentase 82,35%, dan anak yang tidak tepat dalam menghubungkan gambar ada 3 orang dengan prosentase65 17,%. Jumlah anak yang teliti dalam pembelajaran ada 13 orang  dengan prosentase 76,47%, sedangkan anak yang belum tekun dalam pembelajaran ada 4 orang anak dengan prosentase 23,53%.  Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Dengan melihat hasil yang diperoleh guru maka guru dikatakan baik dalam melaksanakan pembelajaran siklus II.

Pembelajaran siklus II diakhiri dengan pemberian post tes. Aspek penilaian dibagi dalam tiga bagian yaitu kerapihan, ketepatan dan ketelitian. Jumlah nilai siklus II pada aspek kerapihan adalah 1340, rata-rata kelas 78,82, dengan prosentase secara klasikal 100%. Jumlah nilai anak pada aspek ketepatan adalah 1340 dengan rata-rata 78,82. Prosentase anak pada aspek ketepatan adalah 100%. Sedangkan pada aspek ketelitian jumlah nilai anak adalah 1340. Rata-rata aspek ketekunan dalam aspek ketelitian adalah 78,82. Prosentase anak yang teliti dalam pembelajaran adalah 100.

Berdasarkan hasil observasi siswa, observasi guru serta hasil evaluasi yang diperoleh pada siklus I dan siklus II  dikatakan bahwa penggunaan metode demontrasi menempel angka dapat meningkatkan hasil belajar anak kelas B1 TK Nurul Hidayah Kelurahan Postoh Kecamatan Larantuka – Kabupaten Flores Timur tahun ajaran 2017/2018.

Kesimpulan

Hasil observasi yang diperoleh siklus I, aspek yang dinilai dalam pembelajaran yaitu kerapihan, ketepatan dan ketelitian. Anak yang rapih dalam pembelajaran ada 8 orang dengan prosentase 47,06%. Anak yang belum rapih dalam pembelajaran ada 9 orang dengan prosentase 52,94%. Anak yang tepat dalam menghubungkan menggambar ada 12 orang dengan prosentase 70,59%, dan anak yang tidak tepat dalam menghubungkan gambar ada 5 orang dengan prosentase 29,41%. Jumlah anak yang teliti  dalam menghubungkan angka dengan gambar ada 9 orang dengan prosentase 52,94%, sedangkan jumlah anak yang belum teliti dalam menghubungkan angka dengan gambar ada 8 orang anak dengan prosentase 47,06%. Sedangkan hasil observasi guru siklus I menunjukkan jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus I adalah 15,39, dengan rata-rata skor adalah 3,85. Pembelajaran siklus I diakhiri dengan pemberian tes. Aspek penilaian dibagi dalam tiga bagian yaitu kerapihan, ketepatan dan ketelitian. Jumlah nilai siklus I pada aspek kerapihan adalah 870, rata-rata kelas 51,17. Prosentase klasikal pada aspek kerapihan adalah 64,71%. Jumlah nilai anak pada aspek kerapihan dalam menyusun gambar adalah 870. Rata-rata kelas pada aspek ketepatan adalah 51,17, dengan prosentase 64,71%. Sedangkan pada aspek ketelitian jumlah nilai anak adalah 870. Rata-rata aspek ketelitian dalam aspek ketelitian adalah 51,17. Prosentase anak yang teliti dalam pembelajaran adalah 64,71%.

Sedangkan aspek yang dinilai dalam pembelajaran yaitu kerapihan, ketepatan dan ketelitian. Anak yang rapih dalam pembelajaran ada 13 orang anak dengan prosentase 76,47%. Anak yang belum rapih dalam pembelajaran ada 4 orang dengan prosentase 23,53%. Anak yang tepat dalam menghubungkan gambar dengan angka ada 14 orang anak dengan prosentase 82,35%, dan anak yang tidak tepat dalam menghubungkan gambar ada 3 orang dengan prosentase65 17,%. Jumlah anak yang teliti dalam pembelajaran ada 13 orang  dengan prosentase 76,47%, sedangkan anak yang belum tekun dalam pembelajaran ada 4 orang anak dengan prosentase 23,53%.

Dan hasil observasi guru menunjukkan bahwa jumlah nilai yang diperoleh dalam observasi guru siklus II adalah 15,90, dengan rata-rata skor adalah 3,97. Hasil post menunjukkan bahwa siswa yang tuntas dalam pembelajaran ada 21 orang dengan prosentase 91,30%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas adalah 2 orang dengan prosentase 8,70%. Jumlah nilai siklus II adalah 165,25 dengan rata-rata kelas 7,18.

Berdasarkan hasil yang diperoleh siswa siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan maka disimpulkan bahwa penggunaan metode demontrasi menempel angka dapat meningkatkan hasil belajar anak kelas B1 TK Nurul Hidayah pada materi mengurutkan angka 1-10.

Saran

Berdasarkan hasil yang diperoleh siklus I dan siklus II maka peneliti menyampaikan beberapa saran bagi :

  1. Anak kelas B1 TK Nurul Hidayah  lebih termotivasi metode demontrasi menempel angka sehingga hasil belajarnya dapat meningkat.
  2. Memberikan umpan balik dan dasar memperbaiki proses pembelajaran dan guru dapat menerapkan metode pembelajaran.
  3. Manfaat bagi sekolah. Kepala sekolah dapat menghimbau kepada guru kelas dalam kaitannya dengan pembelajaran angka tentang mengurtkan angka dalam meningkatkan hasil belajar anak.

Bagi Peneliti. Sebagai bahan masukan bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan penelitian yang lebih baik dengan memperhatikan kelemahan yang ada pada penelitian ini. (*)

Topik: , ,
News:

No comment for Penerapan Metode Demonstrasi Menempel Angka Untuk Meningkatkan Ketepatan Mengurutkan Angka Pada Anak Kelompok B1 TK Nurul Hidayah Postoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.